Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / EKONOMI / MAKANAN / NASIONAL / OTOMOTIF / PERISTIWA

Wednesday, 7 August 2024 - 15:06 WIB

UMKM Kerupuk Petis Desa Tanjungmojo Menembus Pasar Luar Kota, Didukung oleh Mahasiswa KKN MIT 18 Posko 118 UIN Walisongo Semarang

Tanjungmojo, Kendal  SINYALNEWS.COM — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penghasil kerupuk petis di Desa Tanjungmojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mengalami kemajuan yang signifikan. Produk “Kerupuk Petis Dua Rasa” milik Ibu Tun kini telah berhasil merambah pasar di luar kota dan memperluas jangkauan penjualannya. Kesuksesan ini tak lepas dari bantuan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Posko 118 KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang yang ditempatkan di desa tersebut.

Dengan lima karyawan, usaha ini mampu memproduksi hingga 2 kuintal kerupuk dalam sekali proses penjemuran. “Kami memulai proses produksi pada pukul 07.00 pagi dengan menggiling bahan baku,” kata Ibu Tun. Proses produksi melibatkan dua kali penjemuran; pertama setelah adonan dibuat dan kedua setelah adonan dibumbui.

Kerupuk Petis “Dua Rasa” menawarkan dua varian: kerupuk petis udang dan kerupuk petis ikan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi tepung tapioka, air panas, dan bumbu dapur. Varian udang menggunakan bumbu petis, sedangkan varian ikan menggunakan bumbu dapur biasa. “Semua bahan dasar kami sudah bersertifikat halal,” ujar Ibu Tun.

Baca Juga :  Panglima TNI Mutasi 38 Perwira Tinggi TNI

Keunikan dari proses produksi mereka adalah penggunaan metode tradisional dalam membentuk kerupuk. “Kami tidak menggunakan cetakan, melainkan memotong adonan secara manual,” jelas Ibu Tun.

Produk unggulan mereka, kerupuk petis udang, telah berhasil menembus pasar Batang dan Semarang. Harga jual bervariasi, mulai dari Rp5.000 per kilogram hingga Rp95.000 untuk satu bal berisi 5 kg. “Untuk pembelian lebih dari 10 bal, kami menawarkan harga grosir Rp90.000,” tambah Ibu Tun.

Mahasiswa dari Posko 118 KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang yang melaksanakan KKN di Desa Tanjungmojo turut serta dalam pengembangan UMKM ini. Mereka membantu dalam pemasaran digital dan pengemasan produk yang lebih menarik. “Bantuan dari mahasiswa KKN sangat berarti bagi kami. Mereka mengajarkan cara memanfaatkan media sosial untuk promosi dan membantu kami merancang kemasan yang lebih modern,” ungkap Ibu Tun.

Baca Juga :  Kasdam XVII/Cenderawasih dan Danrem 172/PWY Diterima Dandim 1715/Yahukimo dan Forkopimda di Bandara Nop Goliat Dekai untuk Penutupan TMMD ke-119

Meskipun masih menggunakan metode tradisional, Kerupuk Petis “Dua Rasa” kini lebih aktif dalam pemasaran online. Menjelang hari raya Lebaran, mereka memanfaatkan jasa sales dan platform online untuk menjual produk. “Ini sangat membantu meningkatkan penjualan kami,” tutur Ibu Tun.

Salah satu mahasiswa KKN, Angela Putri Cahya Efendi, mengatakan, “Kami melihat potensi besar dari usaha ini dan berusaha membantu mengoptimalkan pemasaran digital agar produk ini bisa dikenal lebih luas.”

Tantangan utama yang dihadapi oleh usaha ini adalah ketergantungan pada cuaca dalam proses penjemuran kerupuk. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Ibu Tun dan para karyawannya untuk terus berproduksi. Ibu Siti Aminah, Ketua PKK Desa Tanjungmojo, menambahkan, “Kami sangat bangga dengan pencapaian UMKM ini dan berharap bisa terus berkembang ke depannya.”

 

 

Share :

Baca Juga

BERITA

Inkanas Bukittinggi Ujian Kenaikan Tingkat, Jon Edwar : Lahirkan Karateka Berkualitas dan Berprestasi

BERITA

Dari Laka Laut, Polda Jateng Ungkap TPPO 447 Orang Sebagai ABK Kapal

ARTIKEL

Danrem 012/TU : Media Sosial dan Globalisasi Jadi Tantangan Bagi Karakter Bangsa

ARTIKEL

Polres Kebumen Amankan 57 Pelanggar Lalu-Lintas

ARTIKEL

Percuma Ikut Lelang Jabatan Sebab yang Akan Duduk Sebagai Pejabat Sudah Ada Orangnya

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/ Maos Dampingi PKK Kabupaten Cilacap Monitoring Penurunan Stunting Diwilayah Sampang

BADAN NEGARA

Berikan Bantuan Sembako Kepada Veteran, Warakawuri Dan Anak Yatim

ARTIKEL

Harga Kebutuhan Bahan Pokok Sumatera Barat Hari ini Tanggal 5 November 2024