PADANG SINYALNEWS.COM – Ahmed Ludjhio Luja siswa SMAN 2 Padang peraih 3 medali emas dan 1 perak cabang atletik pada ajang lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) terancam gagal ikut Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan digelar di Palembang, September yang akan datang.
Menurut informasi yang disampaikan oleh orang tua Ahmed Ludjio, anaknya ikut POPNAS di Palembang dengan biaya sendiri. “Tidak ada bantuan biaya dari KONI atau dari Dinas Pendidikan Sumbar pak” ujar Lusia Fitrianti. Orang tua perempuan Ahmed.
“Ayahnya Ahmed hanya tukang ojek, darimana kami punya uang untuk memberangkatkan anak kami ke Palembang” ujar Lusia Fitrianti.
Sinyalnew kemudian menghubungi Kadis Pendidikan Sumbar, Barlius. Dalam keterangannya, Barlius mengatakan, di Dinas Pendidikan, tidak ada mata anggaran untuk bantuan keberangkatan atlet POPNAS. “Tidak ada anggaran untuk POPNAS, tapi untuk O2SN ada” ujar Barlius.
Barlius kemudian mencari informasi ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Ternyata dari 280 atlet yang ikut POPNAS di Palembang, hanya 80 orang atlet yang dijamin biaya keberangkatannya, sedangkan yang 200 orang lagi berangkat dengan biaya sendiri. “Dari 2,5 miliar yang diajukan, hanya 390 juta yang di setujui” ujar Barlius.
Menanggapi kasus yang menimpa Ahmed Ludjio Luja, pemerhati Olahraga Kota Padang, Anto Naga mengatakan, aneh kasus yang menimpa Ahmed Ludjio Luja ini. “Masa iya, seorang atlet yang mewakili Sumatera Barat, harus berangkat dengan dana sendiri, kan lucu” ucap Anto Naga.
Seharusnya kata Anto Naga, atlet tersebut diberi uang pembinaan, agar sang atlet bersemangat untuk berlatih, bukan malah sebaliknya. “Mereka membela nama Sumatera Barat, kalau menang akan mengharumkan nama Sumbar, masa untuk berangkat aja mereka dengan biaya sendiri. Masih mending kalau si atlet orang tuanya kaya, kalau nggak bagaimana” ucapnya
(Marlim)














