Home / BERITA / DAERAH / KESEHATAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 20 April 2026 - 00:32 WIB

Di Balik Pita Biru UGD Kebun Sikolos, Hadiah Sunyi di Hari Lahir Seorang Wali Kota

Screenshot

Screenshot

Jumat pagi, 19 April 2026, di Padang Panjang, sebuah pita biru dipotong,dan sebuah kebetulan kecil berubah menjadi momen yang lebih manusiawi. Di hari kelahirannya yang ke-49, Wali Kota Hendri Arnis tak hanya meresmikan layanan, tetapi menerima sebuah kejutan yang tak tercatat dalam agenda resmi: rasa terima kasih yang sederhana, namun tulus.

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Peresmian Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di Puskesmas Kebun Sikolos awalnya berjalan sebagaimana mestinya. Formal, terukur, dan penuh pernyataan tentang komitmen pelayanan publik. Balon biru-putih menghiasi ruang, kamera ponsel merekam setiap detik, dan para pejabat berdiri dalam formasi yang nyaris seragam.

Namun, suasana itu perlahan berubah di ujung acara.
Ketika sambutan usai dan perhatian mulai mengendur, sekelompok perawat, bidan, dokter, dan staf puskesmas mendekat. Mereka tak membawa berkas, tak pula laporan evaluasi. Yang mereka bawa hanyalah sebuah kue kecil,dengan lilin angka 49 yang menyala pelan.

Baca Juga :  Mutasi Jabatan Polres Batang: AKP Imam Muhtadi Jabat Kasatreskrim

Lagu “Selamat Ulang Tahun” pun mengalun. Tidak megah, bahkan cenderung sederhana. Tapi justru di situlah letak kekuatannya.

Hendri Arnis, yang sejak awal tampil dalam gestur formal seorang kepala daerah, sejenak terlihat lebih manusiawi. Ada jeda, ada senyum yang tak sepenuhnya protokoler. Di tengah peresmian layanan kesehatan yang dirancang melalui “kajian panjang”, momen ini justru lahir tanpa perencanaan,dan terasa lebih jujur.

UGD 24 jam yang diresmikan hari itu memang menjadi inti acara. Sebuah langkah penting bagi kota kecil yang terus berbenah. Kini, warga tak lagi harus menimbang waktu ketika darurat datang. Malam tak lagi menjadi penghalang untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Ditambah dengan fasilitas persalinan rawat inap, Puskesmas Kebun Sikolos perlahan menjelma menjadi simpul harapan baru,terutama bagi ibu dan bayi yang membutuhkan kepastian di saat paling genting.

Baca Juga :  Sebanyak 820 Keluarga Penerima Manfaat mendapatkan bantuan dari Kemensos, melalui Pemko Bukittinggi

Namun, sebagaimana semua layanan publik, tantangan tak berhenti di seremoni. Membuka layanan 24 jam berarti membuka tanggung jawab tanpa jeda: kesiapan tenaga medis, ketahanan fasilitas, hingga konsistensi sikap humanis di tengah kelelahan.

Di titik ini, perayaan kecil dengan kue ulang tahun tadi seperti menyampaikan pesan diam-diam,bahwa sistem yang baik tetap bertumpu pada manusia-manusia di dalamnya. Pada perawat yang berjaga di tengah malam, pada bidan yang sigap di ruang persalinan, dan pada dokter yang tetap tenang saat detik-detik genting.

Peresmian boleh saja menjadi simbol. Tapi pelayananlah yang akan menjadi ukuran.
Dan di hari itu, 19 April, di sebuah sudut Padang Panjang, dua hal terjadi bersamaan,sebuah layanan kesehatan lahir, dan seorang pemimpin diingatkan,bahwa di balik jabatan, ada manusia yang juga layak disapa dengan cara paling sederhana.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Amsakar Achmad Ngopi Bareng Bersama Masyarakat Pulau Buluh

BERITA

Kakan Kemenag Kota Padang, Apresiasi Pengurus DWP Lahirkan Program Pada Ramadhan Mubarak 1444 H

BERITA

Walikota Deri Asta Tinjau Kesiapan Lapangan Pacu Kuda Hadapi Final Kejurnas Pordasi Piala Presiden

ARTIKEL

Personel Lanud Sultan Hasanuddin Ikuti Bimtek Penatausahaan BMN Wilayah Makassar

BERITA

Wabup Risnawanto Bersama Tim Verifikasi Lapangan Perpusnas RI Tinjau Lokasi Pembangunan Gedung Perpustakaan Pasbar

ARTIKEL

Civil Military Coordination Induction Training, Ajang Koordinasi Dan Silaturahmi  Antar Satuan Tugas UNIFIL

BERITA

Tim Tivos Simpar Bandar Raih Kemenangan Gemilang di Final Bhayangkara Cup 2023

BERITA

Pejabat Wali Nagari Kajai Kecamatan Talamau Resmi Berganti