Home / BERITA

Tuesday, 11 April 2023 - 19:20 WIB

Dinkes Uji Petik 200 Sampel Jajan Takjil

Kota Pekalongan, Sinyalnews.com-Guna melakukan pemantauan dan pengawasan keamanan pangan siap saji yang beredar di masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan pada bulan Ramadan tahun 2023 ini menyelenggarakan pengawasan uji petik makanan jajanan takjil di Kota Pekalongan. Tujuannya untuk mengawasi keamanan pangan jajan takjil yang dijual ke masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinkes, Mei Lestariningrum saat dikonfirmasi melalui telepon beberapa waktu lalu. “Kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap bulan Ramadhan ini bertujuan untuk mengawasi keamanan pangan jajan takjil yang dijual ke masyarakat,” kata Mei.

Baca Juga :  Gelar Rapat Evaluasi, Kemenag Kota Padang Optimis Tingkatkan Pecapaian Kinerja Tahun 2023

Disampaikan Mei, salah satu masalah keamanan pangan yang perlu mendapat perhatian adalah penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan seperti formalin, boraks dan pewarna sintetis rhodamin B atau  methanil yellow. “Adapun makanan yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah makanan yang dicurigai menggunakan pengenyal boraks atau pengawet formalin seperti  bakso, sempolan, tempura, tahu, mie dan makanan atau minuman yang  menggunakan pewarna seperti sirup, selai, bubur, kerupuk, dan sebagainya,” kata Mei.

Dilansir dari twitter @pkl_dinkes, hasil dari 200 sampel makanan yang diuji, tidak ada yang mengandung formalin atau boraks. Namun ditemukan 2 sampel makanan yang mengandung pewarna kimia berbahaya rhodamin yaitu pada kerupuk usek dan bubur sagu.

Baca Juga :  Pelanggan Kecewa Dengan Sistem, PLN Bright Batam Terkesan Tidak Peduli  

Dijelaskan Mei, untuk pedagang yang makanannya tidak mengandung bahan kimia berbahaya akan diberi tanda oleh petugas berupa penempelan stiker supaya masyarakat yang membeli bisa mengetahui bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi.

“Jika ditemukan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, petugas akan memberi edukasi dan menelusur asal produk untuk  kemudian dilakukan pengawasan/sidak terpadu,” tandas Mei.

Mei berharap pedagang maupun masyarakat semakin peduli terhadap  keamanan makanan yang akan dikonsumsi. Masyarakat diharapkan bisa mengenali ciri produk makanan yang tidak aman antara lain dari aroma, tekstur, rasa, maupun dari warnanya.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Motivasi Serta Tingkatkan Semangat Berlatih, Dandim 1710/Mimika Beri Pengarahan Kepada Anggota Paskibraka Kabupaten Mimika Tahun 2024

BADAN NEGARA

Jalin Silaturahmi, Babinsa Mapurujaya Komsos Dengan Warga

ARTIKEL

Pimpin Apel Pagi Batituud Koramil 07/ Maos Berikan Arahan Kepada Babinsa  

BERITA

Pasar Banjarsari Segera Dibangun

BERITA

Satnarkoba Polresta Padang Amankan 4 Paket Sabu dan 11 Kg Ganja Kering

BERITA

Danramil 07/ Maos Hadiri Pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor

ARTIKEL

Sops TNI Gelar Pelatihan IATA Dangerous Goods Regulations (DGR) 2025

BADAN NEGARA

Laskar Anti Korupsi Indonesia Berikan Kontribusi Terhadap Pemberantasan Korupsi