Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KEMENTERIAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Friday, 24 April 2026 - 22:57 WIB

“Saat Penjara Tak Lagi Menjara: Rutan Padang Panjang Ubah Napi Jadi Aset Produktif”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di sebuah ruang sederhana milik Canting Buana Kreatif, Jumat sore itu (24/04), pemandangan tak lazim tersaji. Seorang kepala rumah tahanan menunduk, bukan di balik meja administrasi, melainkan di hadapan sehelai kain putih. Di tangannya, canting meneteskan malam, perlahan membentuk garis. Bukan sekadar motif batik, tapi arah baru pembinaan.

Rutan Kelas IIB Padang Panjang tampaknya tak lagi ingin dikenal sebagai tempat orang “dihilangkan” sementara dari kehidupan sosial. Di bawah komando Novri Abbas, rumah tahanan ini mulai menggeser makna: dari ruang hukuman menjadi ruang pemulihan.

Kunjungan itu bukan seremonial. Ia membawa agenda: menjajaki kerja sama konkret melalui nota kesepahaman dengan Canting Buana Kreatif, membuka pelatihan membatik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sebuah langkah yang terdengar sederhana, namun menyentuh akar persoalan klasik pemasyarakatan,ketiadaan bekal saat mereka kembali ke masyarakat.

Baca Juga :  TNI-Polri Bersama Perhutani dan Warga Tajur Bahu-Membahu Padamkan Kebakaran Hutan

“Pembinaan tak cukup dengan pagar dan kunci,” menjadi semangat yang terbaca dari kebijakan ini. Selain program pendidikan melalui PKBM, kini keterampilan diarahkan menjadi senjata utama. Membatik dipilih bukan tanpa pertimbangan. Ia menuntut kesabaran, presisi, dan konsistensi, nilai yang kerap runtuh dalam riwayat pelanggaran hukum.

Lebih jauh, membatik menjadi medium terapi. Di setiap titik malam yang menempel, ada proses menata ulang diri. Dari tangan yang pernah keliru, perlahan lahir karya. Dari kesalahan, tumbuh harapan.

Rencana yang disusun pun tak berhenti pada pelatihan. Produk batik WBP akan dikembangkan menjadi tas, sandal, tempat tisu, hingga karya seni bernilai jual. Tak hanya dipajang, tetapi didorong menembus pameran di tingkat daerah hingga nasional.

Di titik ini, Rutan Padang Panjang mencoba memutus lingkaran lama: keluar tanpa bekal, lalu kembali lagi. Sebagian hasil penjualan bahkan akan dikembalikan kepada warga binaan. Sebuah langkah kecil, namun signifikan, memberi mereka rasa memiliki atas masa depan sendiri.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan MWC NU dan Konferensi PCNU Kakankemenag Padang Ucapkan Selamat

Novri Abbas tak menutup ambisinya. Produk batik warga binaan ditargetkan menjadi unggulan, bahkan dipromosikan hingga tingkat nasional. Target yang terdengar tinggi, namun justru di situlah letak pergeseran cara pandang: narapidana bukan lagi sekadar objek pembinaan, melainkan subjek yang produktif.

Langkah ini mungkin belum akan langsung mengubah wajah pemasyarakatan. Tapi di tengah kritik lama soal penjara yang gagal membina, apa yang dimulai dari Padang Panjang ini setidaknya memberi satu pesan tegas, bahwa memanusiakan manusia bukan slogan kosong.

Dan dari balik jeruji, perubahan itu kini mulai digoreskan. Bukan dengan tinta kebijakan semata, melainkan dengan canting,yang pelan, tapi pasti, membentuk masa depan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Pengurus LKAAM Padang melaksanakan buka bersama dengan Forum Nagari,Kelurah,LPM,Tokoh masyarakat,dan anak yatim piatu di Kelurahan Batugadang

ARTIKEL

Polsek Padang Utara Berhasil Amankan diduga Pelaku Judi Online

ARTIKEL

Desa Teluk Sasa Jadi Percontohan Kampung Bebas Narkoba Polres Bintan

BERITA

Konsolidasi Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) Untuk Pemenangan Anies For Presiden 2024

DAERAH

Irman Gusman Berbuah Manis Cerint tetap unggul, Muslim Yatim, Jelita Donal bertahan, Emma Yohana Tersingkir, Hasil sementara Quick Count SBLF pada PSU DPD RI Sumbar.

ARTIKEL

Babinsa Karangjati Menghadiri Kegiatan MUSDUS Akhir Tahun di Dusun Randegan Karangjati

BERITA

Dr. Yaslinda Lizar, S.Si., M.Kom Ahli Waris Hj. Syamsidar Hasan Kirim Surat Keberatan Kepada Dirut BPR Cempaka

ARTIKEL

Asops Panglima TNI Cek Kesiapan Bantuan Kemanusiaan Ke Palestina