Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG / PERISTIWA / SUMBAR

Wednesday, 26 August 2026 - 16:19 WIB

Musyawarah Kerapatan Adat Sekota Padang Perkuat Silaturahmi Antarnagari

PADANG — Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kota Padang, Musdafirman Dt. Rajo di Guci, S.Si., CPM, menghadiri Musyawarah Kerapatan Adat se-Kota Padang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat silaturahmi dan sinergi antarnagari dalam menjaga marwah serta kelestarian adat Minangkabau di Kota Padang.

Dalam hubungan adat Minangkabau, nagari-nagari yang ada di Kota Padang pada hakikatnya memiliki pertalian sejarah dan kekerabatan. Hubungan tersebut tercermin dalam falsafah “sapih balahan, kuduang karatan”, yang menggambarkan bahwa meskipun telah berkembang dan berdiri sebagai nagari yang berbeda, pertalian asal-usul dan hubungan adat tetap melekat.

Musdafirman Dt. Rajo di Guci hadir bersama sejumlah tokoh adat dalam musyawarah tersebut. Turut hadir Irwan Basir, S.H., Dt. Rajo Alam, selaku Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) Pauh IX. Dalam kesempatan itu, Irwan Basir memperkenalkan Ketua KAN Pauh IX yang baru, Musdafirman Dt. Rajo di Guci, untuk masa kepemimpinan periode 2026–2031.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Bahan Pokok Sumatera Barat Hari ini Tanggal 5 November 2024

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kerapatan Adat 9 Nagari Kota Padang, Syofyan Dt. Bijo, S.H., menyampaikan ucapan selamat atas kepemimpinan baru KAN Pauh IX Kota Padang.

Ia juga mengingatkan seluruh pemangku adat se-Kota Padang agar terus menjaga persatuan dan kekompakan dalam membangun kehidupan bernagari di tengah masyarakat perkotaan.

«“Saciok bak ayam, sadanciang bak basi.”»

Falsafah tersebut, menurutnya, harus menjadi semangat bersama para ninik mamak dan pemangku adat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bernagari di Kota Padang.

Irwan Basir, yang juga merupakan bagian dari Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang bidang seni dan budaya, menyampaikan apresiasi dan harapan agar seluruh ninik mamak dapat bahu-membahu mendukung serta menyukseskan berbagai program unggulan Pemerintah Kota Padang.

Baca Juga :  Bakamla RI Gelar Bimtek Sistem Keuangan dan Coretax

Menurutnya, keberadaan ninik mamak dan lembaga adat memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menjadi mitra penting pemerintah dalam pembangunan daerah.

Musyawarah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum silaturahmi antarpemangku adat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menyatukan langkah, serta menjaga eksistensi adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan Kota Padang.

Dengan semangat “sapih balahan, kuduang karatan”, perbedaan nagari dan wilayah tidak menjadi alasan untuk terpecah, tetapi justru menjadi pengingat bahwa seluruh nagari memiliki pertalian adat yang perlu dirawat bersama.

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Kejagung RI Kembali Periksa Saksi

BERITA

Anggota KSU Air Bangis Semesta Akan Adakan Aksi Damai untuk menduduki lahan plasma 374

BERITA

Pemantauan Yang Balita Stunting Girang Dan Ibu Hamil Di Balai Desa Karangjati

ARTIKEL

SIAPKAN DIRI MENGHADAPI POPDA 2023 DENGAN SPARING

BERITA

Waketum II PSTI Sumbar Tutup Secara Resmi Penataran Pelatih Sepak Takraw se Sumbar

BERITA

Polisi Bekuk Kawanan Copet yang Beraksi di PRK

BERITA

Narasumber di Radio 102,6 Padang FM : Kemenag Kota Padang Bahas Adab Berumah Tangga

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Laksanakan Patroli Dan Komsos Dengan Warga