Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / SUMBAR

Tuesday, 25 August 2026 - 21:58 WIB

Setelah Sumpah Diucapkan, Tanggung Jawab Advokat Baru Dimulai

PadangPanjang.Sinyalnews.com—Ada kelegaan yang sulit disembunyikan ketika nama dipanggil dan sumpah profesi akhirnya diucapkan.

Bagi 102 advokat yang diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi Padang Jumat lalu ,momen itu bukan sekadar tahapan untuk memasuki profesi hukum. Di balik toga dan sumpah yang terucap, ada perjalanan panjang, doa orang tua, dukungan keluarga, serta orang-orang yang ikut menjaga langkah mereka hingga sampai di titik tersebut.

Pengambilan sumpah 102 advokat dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat itu dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Padang, Sohe, SH, MH.

Para advokat tersebut berasal dari sejumlah daerah, antara lain Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, serta daerah lainnya di Sumatera Barat.

Di hadapan Pengadilan Tinggi Padang, mereka tidak hanya menyelesaikan satu tahapan menuju profesi advokat. Mereka mengucapkan janji yang kelak akan berhadapan dengan berbagai persoalan hukum dan kepentingan manusia.

Sohe mengingatkan, pengambilan sumpah merupakan salah satu tahapan awal bagi advokat sebelum menjalankan tugas profesinya. Namun, kemampuan memahami hukum saja tidak cukup.

Advokat harus menjaga integritas, memegang teguh kode etik, dan menjunjung kejujuran. Pada saat yang sama, pengetahuan serta kemampuan harus terus ditingkatkan agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Integritas, kode etik, dan kejujuran harus menjadi bagian dari diri seorang advokat. Pengetahuan dan kemampuan juga harus terus ditingkatkan dalam menjalankan tugas,” ujar Sohe.

Sikap tersebut, kata dia, tidak hanya ditunjukkan ketika advokat berada di ruang persidangan, tetapi juga ketika menjalankan tugas di luar pengadilan.

Sebab, profesi advokat bertumpu pada kepercayaan: kepercayaan klien, kepercayaan masyarakat, sekaligus kepercayaan terhadap profesi hukum itu sendiri.

Pertumbuhan Advokat dan Tuntutan Profesionalitas

Pesan tentang integritas dan profesionalitas itu menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan jumlah advokat.

Ketua PERADI Padang Miko Kamal mengatakan organisasi terus mendorong peningkatan profesionalitas anggotanya. Salah satunya melalui program peningkatan kapasitas advokat yang dilakukan secara berkala.

Menurut Miko, jumlah anggota PERADI dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan secara signifikan. Saat ini, jumlah advokat yang tergabung telah mencapai lebih dari 1.000 orang dan tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pertumbuhan tersebut sekaligus membawa pekerjaan rumah: memastikan bertambahnya jumlah advokat berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas dan profesionalitas.

Sebab, semakin banyak orang memasuki profesi hukum, semakin besar pula tuntutan agar profesi tersebut tetap dipercaya masyarakat.

Dua Nama dari Padang Panjang

Di antara 102 advokat yang mengucapkan sumpah, ada dua nama yang membawa cerita dari Padang Panjang.

Mereka adalah Yuni Sandra, SH, MH, dan Yola Novita, SH, anggota LBH Justiciabelen Kota Padang Panjang.

Baca Juga :  Coast Guard Basic Training Personel PPPK 2024 Bakamla RI Resmi Ditutup

Bagi keduanya, hari itu terasa lebih dari sekadar pencapaian profesional. Sumpah tersebut menjadi penanda dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan dukungan banyak pihak.

Yuni mengaku terharu. Impian yang selama ini diperjuangkannya akhirnya sampai pada satu titik yang telah lama dinantikan.

Ia menyebut dukungan suami dan anak menjadi salah satu kekuatan terbesarnya selama menjalani proses tersebut. Doa orang tua juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan itu.

Di luar keluarga, ada sosok Ketua LBH Justiciabelen, Leonsimonchelis, yang menurut Yuni terus memberikan dukungan dan bimbingan kepadanya bersama Yola dalam berbagai hal.

“Saya sangat terharu. Akhirnya impian itu bisa didapatkan juga. Saya bersyukur memiliki suami dan anak yang selalu mendukung, orang tua yang selalu mendoakan, serta Ketua LBH yang selalu membimbing saya dan Yola. Saya sangat bersyukur memiliki orang-orang yang peduli,” ujar Yuni.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, di baliknya ada perjalanan yang tidak pendek: belajar, bekerja, menjalani proses profesi, sekaligus menjaga keseimbangan antara keluarga dan cita-cita.

Datang dari Pesisir Selatan

Jika Yuni menjalani proses tersebut dengan dukungan keluarga di tengah keseharian yang harus dibagi antara pekerjaan dan rumah tangga, cerita Yola menghadirkan sisi lain dari perjuangan menuju profesi advokat.

Perempuan yang masih lajang itu datang dari Pesisir Selatan ke Padang Panjang untuk menjalani perjalanan profesinya.

Jarak bukan satu-satunya tantangan. Ada proses panjang yang harus dilewati hingga akhirnya namanya berdiri di antara 102 advokat yang diambil sumpah.

Yola menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari doa orang tua dan bimbingan Ketua LBH Justiciabelen.

Ia menyebut Leonsimonchelis dengan panggilan akrab, “Om Leon”, sosok yang menurutnya terus memberikan dukungan selama perjalanan tersebut.

“Semua ini juga berkat doa orang tua dan bimbingan Ketua LBH. Saya datang jauh dari Pesisir Selatan ke Padang Panjang. Om Leon sangat mendukung. Ini sesuatu yang sangat saya syukuri,” ujar Yola.

Ada sesuatu yang personal dari cerita itu. Bagi Yola, sumpah profesi bukan hanya tentang berdiri di hadapan pengadilan dan mengucapkan janji. Ia juga menjadi penanda bahwa perjalanan dari daerah asal menuju Padang Panjang, dengan segala proses dan dukungan orang-orang di sekitarnya, tidak sia-sia.

Ketika Seorang Pembimbing Menjadi Tempat Bertumbuh

Bagi Leonsimonchelis, keberhasilan Yuni dan Yola mengucapkan sumpah advokat menjadi kebanggaan tersendiri.

Keduanya bukan sekadar anggota LBH yang berhasil melewati satu tahapan profesi. Mereka adalah bagian dari proses pembinaan yang selama ini dijalaninya.

Baca Juga :  Polresta Cilacap Ungkap Peredaran Sabu 5,75 Gram, Dua Pengedar Asal Banyumas Ditangkap

Terlebih bagi Yola.

Datang dari Pesisir Selatan seorang diri untuk menempuh perjalanan profesi di Padang Panjang membuat hubungan antara keduanya berkembang lebih dekat. Leonsimonchelis tidak hanya memberikan bimbingan dalam pekerjaan, tetapi juga menyediakan tempat tinggal bagi Yola. Kamar yang ditempati Yola berada di lingkungan rumahnya.

Bagi Yola, dukungan semacam itu memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat berteduh.

Ada rasa aman bagi seorang anak muda yang datang dari daerah lain untuk mengejar cita-cita.

Leonsimonchelis pun memandang Yola bukan semata sebagai anggota lembaga. Dalam proses panjang tersebut, Yola telah dianggap seperti anak sendiri.

“Yola sudah seperti anak saya sendiri. Karena itu, bukan hanya soal membimbing dalam pekerjaan. Saya juga merasa punya tanggung jawab untuk memastikan dia bisa menjalani proses ini dengan baik,” ujar Leonsimonchelis.

Kebanggaan itu, menurutnya, bukan semata karena dua anggotanya kini telah menyandang status advokat. Lebih dari itu, ada kepuasan melihat orang yang pernah dibimbingnya tumbuh dan mampu berdiri sendiri.

Bagi sebuah lembaga bantuan hukum, proses semacam itu barangkali sama pentingnya dengan perkara yang mereka tangani: menyiapkan orang-orang muda agar kelak mampu berdiri dengan pengetahuan, keberanian dan integritasnya sendiri.

Dari Bimbingan Menjadi Tanggung Jawab

Kisah Yuni dan Yola menunjukkan bahwa seorang advokat tidak tumbuh sendirian.
Ada keluarga yang mendoakan.
Ada pembimbing yang membuka jalan.
Ada lembaga yang memberi ruang belajar.

Dan ada orang-orang yang, dalam diam, menyediakan tempat ketika perjalanan terasa berat.

Namun, setelah sumpah diucapkan, seluruh dukungan itu bermuara pada satu hal: tanggung jawab pribadi.

Harapan tersebut akan diuji dalam pekerjaan sehari-hari. Sumpah yang diucapkan di ruang pengadilan harus diterjemahkan ke dalam sikap, keputusan, dan keberanian untuk tetap memegang prinsip ketika menghadapi persoalan hukum yang kompleks.

Di titik itu, sumpah memperoleh maknanya yang lebih dalam.

Ia bukan sekadar prosesi yang berlangsung beberapa menit di ruang pengadilan. Ia adalah janji yang akan diuji ketika seorang klien datang membawa persoalan, ketika kepentingan berhadapan dengan kepentingan, ketika kebenaran tidak selalu mudah ditemukan, dan ketika seorang advokat harus memilih antara sekadar memenangkan perkara atau tetap menjaga kehormatan profesinya.

Bagi Yuni dan Yola, hari itu mungkin akan selalu dikenang sebagai hari ketika impian yang diperjuangkan akhirnya memiliki nama: advokat.

Namun, setelah toga dilepas dan ruang sidang kembali tenang, satu hal justru baru dimulai.

Sumpah telah diucapkan. Sekarang waktunya membuktikan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Walau Diguyur Hujan, HUT Ke-42 PPM Kepri Berlangsung Meriah

ARTIKEL

Polresta Cilacap Tangkap Pengedar Obat Berbahaya di Binangun Beserta Dengan Barang Buktinya

ARTIKEL

PELATIHAN PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA KONDISI SHOULDER AKIBAT PAIN DENGAN CODMAN PENDULUM EXERCISE TERHADAP GURU PJOK se-KAB. SOLOK MELALUI PKM UNP

BERITA

Berbagi Berkah di Perbatasan Papua Dalam Rangka HUT Yonif 122/TS Ke-59 “Semangat Gemilang

BADAN NEGARA

Babinsa Koramil 07/Maos Hadiri Perpisahan dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI SD Karangtengah 03

ARTIKEL

TK IT Bunayya Padang, Menuju 9Th,

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanuddin Ikuti Vicon Rakorops TNI AU TA 2025

BERITA

Kepulauan Mentawai Sumbar Kembali Diguncang Gempa M 4,7