Home / BERITA / DAERAH / KEMENTERIAN / KESEHATAN / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA

Thursday, 13 August 2026 - 08:05 WIB

PIALA DI TANGAN, TANGGUNG JAWAB DI PUNDAK

Padang Panjang Terbaik II Regional Sumatera dalam Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan

Hendri Arnis menerima penghargaan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, sekaligus membawa pulang dukungan pemerintah Rp1,5 miliar

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Sebuah piala mungkin hanya benda. Ia bisa diletakkan di lemari, dipajang di ruang kerja, lalu perlahan dilupakan.

Tetapi penghargaan untuk pelayanan kesehatan memiliki cerita yang berbeda.
Sebab di balik angka, piagam dan panggung penghargaan, ada manusia yang suatu ketika mungkin datang ke fasilitas kesehatan dalam keadaan cemas, membawa anak yang demam, orang tua yang sakit, atau anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan segera.

Pada titik itulah pemerintah diuji, seberapa mudah negara hadir ketika warganya membutuhkan?

Pertanyaan itu pula yang mengantar Kota Padang Panjang mencatat prestasi di tingkat Regional Sumatera.

Kota kecil dua kecamatan di jantung Sumatera Barat itu meraih Peringkat Terbaik II Tingkat Kota se-Regional Sumatera dalam kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera.

Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA, dalam acara yang berlangsung di Hotel Radisson Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Di atas panggung, Hendri Arnis menerima piala penghargaan. Bersamaan dengan itu, Padang Panjang juga memperoleh dukungan pemerintah sebesar Rp1,5 miliar. Sekaligus kado HUT RI ke 81 tahun kemerdekaan di kota Padang Panjang

Sebuah penghargaan yang secara administratif mungkin tercatat sebagai prestasi pemerintah daerah.
Namun maknanya jauh lebih besar apabila dibaca dari sisi masyarakat.

Bukan sekadar siapa yang mendapat piala

Dalam penilaian kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, pemerintah daerah tidak semata-mata dinilai dari keberadaan gedung atau banyaknya fasilitas kesehatan.

Ada persoalan yang jauh lebih mendasar, apakah masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah?

Penilaian mencakup akses dan kemudahan memperoleh layanan kesehatan dasar, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kondisi sanitasi, ketersediaan fasilitas kesehatan sesuai standar, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, hingga inovasi pelayanan yang inklusif.

Artinya, ukuran keberhasilan pemerintah bukan sekadar berapa banyak program yang ditulis dalam dokumen perencanaan.

Ukuran sesungguhnya adalah berapa jauh program itu sampai kepada manusia yang membutuhkan.
Di sanalah capaian Padang Panjang menjadi penting.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Ny. Genny Hendri Septa Buka Ajang Pemilihan Uda Uni Kota Padang 2023  

Kota ini berhasil masuk dalam jajaran terbaik Regional Sumatera dalam kategori yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari: kesehatan

Ia merupakan pengakuan bahwa ada kerja pemerintahan yang dinilai memiliki capaian dalam membuka akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Dari ruang pelayanan ke panggung penghargaan .Rabu malam itu, panggung di Batam menjadi saksi.

Wali Kota Hendri Arnis berdiri menerima penghargaan. Piala berada di tangannya. Di belakangnya, nama Padang Panjang terpampang sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi.

Tetapi cerita sebenarnya bukan berada di atas panggung. Cerita itu berada jauh dari Batam. Ia berada di puskesmas. Di ruang pemeriksaan. Di meja administrasi. Di tengah keluarga yang mencari pertolongan. Di tengah warga yang berharap tidak dipersulit ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena bagi seorang warga yang sedang sakit, peringkat pertama, kedua atau ketiga bukanlah persoalan utama.

Yang mereka butuhkan sederhana,
pelayanan yang mudah, cepat, terjangkau dan manusiawi.
Di situlah penghargaan pemerintah pusat ini menemukan maknanya.

Sebab pelayanan kesehatan adalah salah satu wajah paling nyata dari kehadiran pemerintah.

Jalan yang mulus memang penting. Gedung pemerintahan yang megah juga penting. Pertumbuhan ekonomi tentu penting.

Tetapi ketika seorang ibu membawa anaknya yang sakit, ketika seorang warga lanjut usia membutuhkan pemeriksaan, atau ketika keluarga tidak tahu harus mencari pertolongan ke mana, yang mereka cari bukan pidato pembangunan. Mereka mencari negara yang hadir

Bagi Wali Kota Hendri Arnis, penghargaan tersebut tentu menjadi capaian penting bagi Pemerintah Kota Padang Panjang.

Namun penghargaan juga membawa konsekuensi.
Sebab ketika sebuah daerah telah mendapatkan pengakuan atas kualitas pelayanan, ekspektasi masyarakat otomatis ikut naik.

Standar pelayanan tidak boleh berhenti pada capaian yang membawa Padang Panjang menjadi Terbaik II Regional Sumatera.

Justru setelah penghargaan diterima, pekerjaan menjadi lebih berat.
Bagaimana memastikan masyarakat miskin tidak kehilangan akses?

Bagaimana memastikan warga di kelompok rentan tetap terlayani?
Bagaimana membuat pelayanan semakin cepat tanpa menghilangkan sentuhan kemanusiaan?

Dan yang paling penting,bagaimana memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan benar-benar berujung pada manfaat yang dirasakan masyarakat?

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Pimpin FGD Dengan Forkopimda Demi Kelancaran Nataru di Sumbar

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang semestinya mengikuti piala yang malam itu dibawa pulang dari Batam.

Penghargaan yang datang bersama tanggung jawab
Penganugerahan tersebut merupakan bagian dari Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera.

Rangkaian kegiatan diawali Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera yang dibuka Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan dihadiri jajaran pemerintah pusat, pimpinan lembaga, gubernur, bupati, wali kota serta Forkopimda dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Dalam kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Pariaman meraih Terbaik I, Kota Padang Panjang Terbaik II, sedangkan Kota Pangkal Pinang Terbaik III.

Bagi Padang Panjang, posisi tersebut menjadi catatan penting di tengah persaingan antardaerah.
Apalagi penghargaan itu datang bukan karena satu program semata.

Ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi, akses layanan kesehatan, kepesertaan JKN, sanitasi layak, fasilitas kesehatan sesuai standar, pemeriksaan kesehatan serta inovasi pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara inklusif.

Dengan kata lain, yang dinilai bukan hanya apa yang dibangun pemerintah, tetapi apa yang dirasakan masyarakat.
Piala itu akhirnya bukan milik pemerintah

Malam semakin larut ketika penghargaan itu diterima.
Hendri Arnis memegang piala. Sebuah simbol keberhasilan pemerintah daerah.

Namun sesungguhnya piala itu bukan sepenuhnya milik pemerintah.
Ia juga milik tenaga kesehatan yang setiap hari bekerja di balik pintu-pintu fasilitas pelayanan.

Milik petugas yang tetap melayani ketika warga datang dalam keadaan panik.

Milik masyarakat yang selama ini menjadi alasan mengapa sistem pelayanan kesehatan harus terus diperbaiki.

Dan pada akhirnya, penghargaan itu akan menemukan nilai sebenarnya bukan ketika dipajang di ruang kerja wali kota.

Ia akan menemukan nilainya ketika seorang warga sakit dan tidak lagi merasa sendirian menghadapi sakitnya.

Sebab ukuran paling jujur dari keberhasilan sebuah pemerintah bukanlah seberapa sering namanya disebut di atas panggung penghargaan.

Melainkan ketika rakyat, dalam keadaan paling lemah sekalipun, masih bisa berkata:
“Ketika saya membutuhkan pertolongan, pemerintah ada.”
Itulah pekerjaan terbesar setelah piala dibawa pulang dari Batam.

Dan mungkin, itulah makna paling dalam dari Padang Panjang Terbaik II Regional Sumatera dalam Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Kementan Gelar Bimtek untuk Fasilitasi Pembiayaan Petani Perempuan

BERITA

KESEPAKATAN bersama pemilik usaha peron dan masyarakat di kejorongan koto sawah ujung gading lembah melintang

ARTIKEL

Serma Eko dan Babinkamtibnas lakukan silahturahmi ke sekolah

BERITA

Mantap, BC Batam Berhasil Kumpulkan Penerimaan Negara Sebesar Rp 4,94 Triliun pada 2022

ARTIKEL

Pasar Raya Padang Gempar. Ditemukan Mayat Pria Dengan Kepala Putus

ARTIKEL

RTLH, Rumah Baru Harapan Baru, Bapak Jamal Umaternate Terharu dengan Bantuan TMMD Kodim 1510/Sula

BERITA

Kapolsek babat toman AKP Rama Yudha SH meninjau mengamankan usaha ilegal penyulingan minyak di Musi banyuasin 

ARTIKEL

Berapa Jumlah Kursi DPRD Kab/Kota Se-Sumbar??. Para Caleg Wajib Tau