Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 10 August 2026 - 22:51 WIB

Dari Air Mata Orang Tua, 762 Pramuka Sumbar Berangkat Membawa Ranah Minang ke Jamnas XII

Di balik keberangkatan ke Cibubur bukan sekadar perjalanan menuju perkemahan nasional. Ada nama daerah yang harus dijaga, budaya yang harus diperkenalkan, dan harapan orang tua agar anak-anak mereka pulang sebagai pribadi yang lebih matang.

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Pelukan itu tidak segera dilepaskan.

Di antara barisan anak-anak berseragam Pramuka yang pagi itu bersiap meninggalkan Padang Panjang, sejumlah orang tua berdiri dengan mata berkaca-kaca. Ada yang berkali-kali mengingatkan anaknya menjaga kesehatan. Ada yang menggenggam tangan lebih erat sebelum melepas. Sebagian tak mampu lagi menyembunyikan air mata.

Bukan tangis kehilangan.
Itu tangis bahagia.
Anak-anak mereka akan pergi jauh, ke Jakarta, untuk membawa nama Sumatera Barat dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII-2026.

Senin (10/8/2026) pagi itu, halaman Balai Kota Padang Panjang berubah menjadi ruang perjumpaan antara kebanggaan, kecemasan, doa dan harapan. Dari kota yang berada di antara Bukittinggi dan Padang itu, sebanyak 762 anggota Gerakan Pramuka yang tergabung dalam Kontingen Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Sumatera Barat memulai perjalanan menuju Bumi Perkemahan Cibubur.

Jamnas akan berlangsung 14–20 Agustus 2026.

Bagi sebagian peserta, ini mungkin hanya sebuah agenda nasional. Namun bagi keluarga yang mengantar, keberangkatan itu jauh lebih besar daripada sekadar perjalanan mengikuti kegiatan Pramuka.

Ada anak yang untuk pertama kalinya pergi jauh tanpa orang tua.
Ada pula harapan agar pengalaman beberapa hari di Cibubur menjadi bekal bagi anak-anak mereka menghadapi kehidupan yang jauh lebih panjang.

Di situlah makna Jamnas sesungguhnya mulai terlihat.
Mereka Tidak Hanya Membawa Seragam

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat Audy Joinaldy yang melepas kontingen bersama Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengingatkan para peserta bahwa mereka berangkat bukan hanya sebagai individu.

Mereka membawa nama Sumatera Barat.
Karena itu, sikap dan perilaku selama berada di tengah ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia menjadi bagian dari wajah Ranah Minang yang akan dilihat orang lain.

“Selamat mewakili Sumatera Barat. Jaga sikap, perkenalkan budaya Sumbar dan miliki solidaritas serta persatuan dengan daerah lain,” ujar Audy.

Pesannya sederhana, tetapi memiliki makna yang panjang.

Di Cibubur nanti, anak-anak Sumatera Barat tidak hanya akan bertemu dengan teman sebaya dari Aceh, Papua, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan berbagai daerah lainnya.

Mereka akan berhadapan dengan Indonesia dalam bentuk yang paling nyata: berbeda bahasa, berbeda adat, berbeda kebiasaan, tetapi berdiri di bawah semangat persaudaraan yang sama.

Di sanalah budaya Minangkabau mendapat ruang untuk diperkenalkan.
Bukan semata melalui pakaian adat atau kesenian, tetapi melalui sikap.

Kesantunan.
Kemandirian.
Gotong royong.
Dan kemampuan menghormati orang lain.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kab Solok Alami Pencurian Betapa Kagetnya Dodi Hendra Setelah Tau Siapa Pelakunya

Audy mengatakan Jamnas juga menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperoleh pengalaman dan membangun persahabatan dengan Pramuka dari berbagai daerah.

“Kalian adalah orang-orang yang dipilih untuk mewakili Sumatera Barat. Ini merupakan kebanggaan. Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pengalaman dan bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah,” katanya.

Padang Panjang Menjadi Titik Awal

Ada alasan mengapa keberangkatan itu terasa istimewa bagi Kota Padang Panjang.
Dari kota inilah Kontingen Sumbar dilepas menuju panggung nasional.

Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwartir Cabang 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, mengatakan keberangkatan tersebut merupakan awal dari perjalanan yang diharapkan melahirkan pengalaman dan prestasi.

“Dari Kota Padang Panjang inilah adik-adik memulai perjalanan membawa nama Sumatera Barat. Kami berharap perjalanan ini menjadi awal dari pengalaman yang baik dan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Hendri meminta peserta tidak mengukur keberhasilan Jamnas hanya dari medali atau penghargaan.

Ada sesuatu yang lebih penting: karakter. Ia mengingatkan peserta menjaga nama baik daerah melalui kedisiplinan, kesantunan, kemandirian dan tanggung jawab.

“Pegang teguh nilai-nilai yang menjadi jati diri kita, termasuk falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Perbanyak kawan dan pengalaman selama mengikuti Jambore,” pesannya.

Pesan itu menjadi penting di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks.

Pramuka, dalam konteks itu, tidak cukup hanya menjadi kegiatan memakai seragam cokelat dan mengikuti perkemahan.

Ia harus menjadi ruang tempat anak belajar mengambil keputusan, bertanggung jawab atas dirinya sendiri, bekerja dalam kelompok, menghargai perbedaan, dan memahami arti pengabdian.

Hari yang Sama, Sebuah Amanah Baru

Senin itu juga menjadi hari penting bagi Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang.

Sebelum melepas 32 peserta Jamnas dari Kota Padang Panjang, Hendri Arnis dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwartir Cabang 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang periode 2022–2027.

Pelantikan dilakukan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat Audy Joinaldy di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang.

Momentum tersebut seolah mempertemukan dua sisi Gerakan Pramuka dalam satu hari.

Di satu sisi, seorang pemimpin menerima amanah untuk membimbing organisasi.

Di sisi lain, anak-anak muda dilepas untuk belajar dari dunia yang lebih luas.
Audy berharap kepemimpinan Hendri mampu membawa pembinaan Pramuka Padang Panjang semakin kuat.

“Semoga ini membuka jalan untuk Kwartir 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang semakin maju ke depannya,” ujar Audy.

Ia juga membuka satu harapan yang lebih jauh: prestasi kepramukaan semestinya tidak berhenti sebagai piagam atau pengalaman organisasi.

Baca Juga :  Polresta Cilacap Ungkap Peredaran Sabu 5,75 Gram, Dua Pengedar Asal Banyumas Ditangkap

Menurut Audy, pihaknya telah mengusulkan agar prestasi di bidang kepramukaan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam jalur masuk perguruan tinggi.

Jika gagasan itu terwujud, maka kerja keras anak-anak Pramuka di lapangan tidak hanya dihargai sebagai pengalaman nonakademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.

32 Anak Membawa Nama Kota
Dari 762 anggota Kontingen Sumbar, sebanyak 32 peserta membawa nama Kota Padang Panjang ke Jamnas XII.
Hendri meminta mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

“Adik-adik semua berangkat membawa nama Padang Panjang. Karena itu, bangun persahabatan dan ikuti seluruh rangkaian dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat komunikasi dan silaturahmi.
Sebab, yang dibawa pulang nantinya bukan hanya cerita tentang tenda, kegiatan lapangan atau perkemahan.

Yang jauh lebih penting adalah manusia seperti apa yang terbentuk setelah mereka menjalani pengalaman tersebut.

Hendri berharap Jamnas menjadi bekal untuk membangun karakter, kepemimpinan, kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Mari kita jadikan Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai wadah aktivitas, tetapi sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda,” katanya.

Ketika Anak Berangkat, Doa Orang Tua Ikut Berjalan
Di ujung acara pelepasan, kendaraan kontingen mulai bergerak.
Tangan-tangan kecil melambai dari balik jendela.

Orang tua membalas lambaian itu dari kejauhan. Ada yang tersenyum.
Ada yang masih mengusap air mata.
Mungkin mereka sadar, anak-anak itu memang sedang pergi meninggalkan rumah.

Tetapi sesungguhnya mereka sedang memasuki sebuah ruang belajar yang tidak bisa diberikan sepenuhnya oleh ruang kelas.

Mereka akan belajar hidup bersama orang lain. Belajar mandiri. Belajar memimpin. Belajar kalah dan menang.
Belajar menghargai perbedaan.
Dan belajar bahwa membawa nama daerah berarti membawa tanggung jawab.

Di Cibubur nanti, 762 anggota Kontingen Sumbar akan bertemu dengan ribuan anak muda Indonesia lainnya. Mereka akan membawa satu identitas sebagai Pramuka.

Tetapi di balik seragam itu, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam: doa orang tua, harapan pembina, nama sekolah, nama daerah, serta kebanggaan sebagai anak-anak Ranah Minang.

Dari Padang Panjang, perjalanan itu dimulai. Bukan hanya menuju sebuah jambore. Melainkan menuju proses menjadi manusia yang lebih mandiri, lebih berani, lebih terbuka, dan lebih siap menghadapi Indonesia yang sesungguhnya.

Dan ketika mereka pulang nanti, orang tua mungkin kembali berdiri di tempat yang sama. Bedanya, anak-anak yang mereka peluk tidak lagi persis sama dengan anak yang mereka lepaskan.

Sebab sebagian dari mereka telah tumbuh di perjalanan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Berhasil Entaskan Nagari Sangat Tertinggal, Gubernur Mahyeldi Kembali Dihadiahi Penghargaan Tingkat Nasional

ARTIKEL

Meriahkan HUT RI Ke 78 Warga Perum Pesona Gria 3 Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Senam Bersama

BERITA

Pangdam XII/Tanjungpura Kunjungan Kerja ke Kodim 1012/Buntok

BERITA

Rapat Teknis Forum Komunikasi Masyarakat & Pemuda Pecinta Lingkungan Hidup FKMPPLHI di Kawasan Timbalun, Kalampayan LOH Kel. Bungus Timur Kec. Bungus Teluk Kabung Kota Padang

BERITA

Sanding Dinas Perkim ,Ketua DPRD Gelar Sosialisasi BSPS

ARTIKEL

SEORANG PEMUDA BERHASIL DISELAMATKAN TIM SAR AKIBAT TERJEBAK ARUS DERAS DI DELTA SUNGAI

ARTIKEL

Wagub Audy Joinaldi Tinjau Pasar Murah di Gunung Omeh 50 Kota

ARTIKEL

Babinsa Koramil 1710-06/Agimuga Ajak Warga Gotong Royong Timbun Jalan Rusak