Home / ARTIKEL / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Tuesday, 9 June 2026 - 00:30 WIB

DARI BALIK JERUJI, MENYALAKAN HARAPAN

Rutan Padang Panjang Mengubah Stigma Menjadi Kepedulian; Dari Berbagi Rendang Kurban, Memanusiakan Warga Binaan, hingga Membedah Rumah Lansia yang Terlupakan

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Tidak semua perubahan lahir dari ruang-ruang besar. Kadang ia muncul dari tempat yang selama ini dipandang sebelah mata. Dari balik tembok tinggi dan jeruji besi.Dari sebuah rumah tahanan.

Di tengah kuatnya stigma yang selama ini melekat pada lembaga pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang justru menghadirkan wajah berbeda. Wajah yang ramah. Wajah yang peduli. Wajah yang tidak hanya membina mereka yang sedang menjalani hukuman, tetapi juga merangkul masyarakat yang hidup di sekelilingnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, denyut kemanusiaan itu terasa semakin kuat.
Saat Iduladha tiba, suasana haru menyelimuti lingkungan rutan. Hewan kurban disembelih, dagingnya dimasak menjadi rendang, lalu dibagikan dari rumah ke rumah warga sekitar. Di dalam rutan, kebersamaan yang selama ini dirindukan turut dihadirkan melalui makan bersama antara warga binaan dan keluarga mereka.

Malam harinya, halaman rutan yang biasanya sunyi berubah menjadi ruang kebahagiaan. Sebuah malam hiburan digelar khusus bagi warga binaan.
Tak ada kemewahan.
Tak ada gemerlap panggung.

Namun ada pesan yang begitu kuat, bahwa mereka tetap manusia yang berhak merasakan kebahagiaan, perhatian, dan penghargaan.

Pendekatan yang sederhana, tetapi menyentuh inti dari pemasyarakatan itu sendiri.
Memanusiakan manusia.
Dan semangat itulah yang kini kembali menyala.

Bukan lagi di dalam rutan.
Melainkan di sebuah rumah kecil yang nyaris roboh di Kelurahan Tanah Pak Lambik.

Rumah itu milik Syafrizal, atau yang akrab dipanggil Pak Oyong.
Lansia berusia 60 tahun itu hidup seorang diri dalam kondisi lumpuh. Selama bertahun-tahun ia menempati rumah sederhana berukuran sekitar 2 x 2,5 meter yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Dinding lapuk.
Ruang sempit.
Instalasi listrik yang tak lagi aman.
Banyak orang mengetahui kondisinya.
Banyak yang merasa iba.
Namun tidak semua mampu berbuat sesuatu.

Rutan Padang Panjang memilih menjadi bagian dari solusi.
Selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Juni 2026, puluhan pegawai dan warga binaan turun langsung membedah rumah Pak Oyong. Mereka mengangkat semen, menyusun bata, memasang rangka, memperbaiki dinding, hingga membenahi jaringan listrik.

Baca Juga :  Pemilu Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 1 Padang Telah Usai, Paslon Nomor 3 Menang Telak

Pemandangan yang tersaji begitu menyentuh.
Orang-orang yang selama ini sering dicap sebagai beban sosial justru hadir menjadi bagian dari harapan.

Mereka bekerja tanpa canggung.
Tanpa sekat.
Tanpa mempersoalkan masa lalu.
Yang terlihat hanyalah semangat gotong royong.
Saling membantu.
Dan rasa kemanusiaan.

Rumah yang sebelumnya sempit dan nyaris tak layak huni itu akhirnya berubah menjadi hunian yang lebih nyaman dengan ukuran 4 x 3 meter.

Mungkin bagi sebagian orang, tambahan beberapa meter bukanlah sesuatu yang istimewa.
Namun bagi Pak Oyong, itu adalah ruang hidup baru.

Ruang yang lebih manusiawi.
Ruang yang menghadirkan harapan.

Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari Program Desa Binaan Pemasyarakatan yang bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter bagi warga binaan.

“Kami ingin pemasyarakatan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya membina warga binaan di dalam rutan, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi warga binaan untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Yang membuat program ini semakin bermakna, seluruh biaya renovasi berasal dari sumbangan sukarela pegawai dan warga binaan Rutan Padang Panjang.

Tidak ada proyek besar.
Tidak ada anggaran miliaran rupiah.
Yang bekerja adalah hati.

Lurah Tanah Pak Lambik, Romi Saputra, mengaku bantuan tersebut menjadi jawaban atas persoalan yang selama ini sulit diselesaikan pemerintah kelurahan.

Berbagai bantuan sosial sebenarnya telah diterima Pak Oyong, mulai dari PKH, bantuan pangan, bantuan lansia, KIS hingga bantuan atensi. Namun kondisi rumahnya tidak dapat masuk program bedah rumah karena berdiri di atas lahan sewa milik PT KAI.

“Kami sangat berterima kasih. Apa yang dilakukan Rutan Padang Panjang sangat membantu warga kami yang memang membutuhkan perhatian,” kata Romi.

Apresiasi serupa datang dari Ketua RT setempat Putri Mardina yang sejak awal mendampingi proses renovasi.

Ia mengaku terharu melihat kepedulian yang ditunjukkan Novri Abbas bersama jajaran Rutan Padang Panjang.

“Terus terang saya sangat salut. Selama menjadi pengurus lingkungan, baru kali ini saya melihat sebuah institusi pemasyarakatan hadir begitu dekat dengan masyarakat. Bukan hanya datang melihat kondisi warga, tetapi benar-benar turun tangan membantu. Apa yang dilakukan Bapak Karutan Novri Abbas bersama seluruh jajaran dan warga binaan sangat menyentuh hati kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Satlinmas Pol PP Kota Padang Evakuasi Pohon Tumbang Yang Menghambat Akses Jalan   

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan seorang lansia yang selama ini menjalani hidup dalam keterbatasan.

“Pak Oyong ini sudah lama menjadi perhatian kami. Banyak yang iba melihat kondisinya, tetapi tidak semua bisa membantu. Ketika Rutan Padang Panjang datang dan langsung bekerja bersama warga binaan membedah rumah beliau, kami benar-benar terharu. Ini bukan sekadar bedah rumah, tetapi bedah kepedulian,” katanya.

Ia bahkan mengaku kagum melihat bagaimana warga binaan bekerja dengan penuh tanggung jawab selama proses renovasi berlangsung.

“Yang membuat saya semakin tersentuh, pekerjaan ini juga dilakukan oleh warga binaan. Mereka bekerja dengan semangat, sopan, dan penuh rasa tanggung jawab. Ini membuktikan bahwa pembinaan di Rutan Padang Panjang berjalan sangat baik. Apa yang dilakukan Bapak Karutan layak menjadi contoh karena berhasil membangun hubungan yang hangat antara rutan dan masyarakat,” tuturnya.

Apa yang dilakukan Rutan Padang Panjang hari ini sesungguhnya jauh lebih besar dari sekadar membangun sebuah rumah.

Mereka sedang membangun kepercayaan.
Mereka sedang membangun harapan.
Mereka sedang membangun cara pandang baru bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk memperbaiki diri dan menebar manfaat.

Di tengah berbagai kabar yang kerap menyorot sisi gelap lembaga pemasyarakatan, Rutan Padang Panjang menghadirkan cerita yang berbeda.

Cerita tentang empati.
Cerita tentang gotong royong.
Cerita tentang kemanusiaan.

Karena sejatinya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari seberapa kokoh jeruji berdiri.

Tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Dan di Padang Panjang, manfaat itu kini hadir dalam bentuk yang nyata.

Sebuah rumah yang kembali layak dihuni.
Senyum seorang lansia yang kembali merekah.
Serta keyakinan bahwa di balik jeruji besi, masih ada hati yang terus bekerja untuk menyalakan harapan.

Sebab ketika kepedulian menjadi jembatan, pemasyarakatan tidak lagi sekadar berbicara tentang hukuman, melainkan tentang menghadirkan manfaat, memulihkan martabat, dan menjaga nyala kemanusiaan untuk sesama.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Kemenag Kota Padang, Susun Renstra Rumuskan Arah dan Kebijakan

BERITA

Bupati Eka Putra Tinjau Pembangunan Sentra (Pabrik Mini) IKM olahan Holtikultura Tomat dan Cabe di Nagari Lawang Mandahiling

ARTIKEL

Bakamla RI Evakuasi 12 Kru Kapal Terbakar di Perairan Banten

ARTIKEL

Kapolres Padang Panjang Jambangi DPD PAN Padang Panjang.

ARTIKEL

Gustami Hidayat Hadiri Penyerahan Bantuan Korban Kebakaran Siswi SMAN 3 Padang

BERITA

Muh Iqbal Bangsawan: Proses Passport Mudah & Transparan

BERITA

Hadiri Kegiatan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Peningkatan Pengelolaan Jaringan Irigasi.

ARTIKEL

KORBAN BUNUH DIRI DI SUNGAI SERAYU DITEMUKAN SEJAUH 30 KILOMETER