Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 8 June 2026 - 21:35 WIB

Bukit Surungan Menanam Harapan, Padang Panjang Memanen Kebanggaan

Saat PKK Tak Lagi Sekadar Organisasi, Melainkan Gerakan Sunyi yang Mengubah Wajah Keluarga, Lingkungan, dan Masa Depan Masyarakat

Oleh Paulhendri

PadangPanjang.Sinyalnews.com— Senin pagi itu, udara Bukit Surungan terasa berbeda. Di sudut-sudut kelurahan yang berada di Kecamatan Padang Panjang Barat tersebut, warga tampak sibuk menyambut kedatangan Tim Penilai Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Namun yang hendak dinilai bukan sekadar administrasi atau tumpukan dokumen di atas meja.

Yang diuji adalah sebuah gerakan. Sebuah kerja panjang yang tumbuh dari rumah-rumah sederhana, dari tangan-tangan ibu yang bekerja dalam diam, dari semangat gotong royong yang selama ini menjadi denyut kehidupan masyarakat.

Ketika rombongan tim penilai yang dipimpin Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Sumatera Barat, dr. Ermawati, tiba di Bukit Surungan, mereka tidak hanya melihat kelurahan yang tertata rapi. Mereka menyaksikan bagaimana sebuah komunitas berusaha membangun kesejahteraan dari lingkup paling kecil: keluarga.

Mulai dari Sekretariat PKK, Paredi, Rumah Dilan, kawasan pemanfaatan pekarangan melalui program Aku Hatinya PKK, hingga rumah sehat yang menjadi unggulan Pokja IV, seluruh lokasi memperlihatkan satu benang merah yang sama: pemberdayaan masyarakat yang nyata, bukan sekadar slogan.

Di salah satu rumah sehat yang dikunjungi, kesan itu terasa begitu kuat.

Halaman yang hijau, lingkungan yang bersih, ruang keluarga yang tertata, hingga kebiasaan hidup sehat yang dijalankan seluruh anggota keluarga menjadi gambaran bahwa perubahan besar memang selalu dimulai dari rumah.

Rumah itu bukan rumah mewah. Namun di sanalah nilai-nilai kesehatan, kebersihan, dan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi budaya.

“Rumah sehat yang ada di Bukit Surungan ini sangat baik. Lingkungannya bersih, tertata, dan keluarga yang menempatinya benar-benar menerapkan pola hidup sehat. Seluruh indikator yang kami lihat juga terpenuhi dengan baik,” ujar Ermawati.

Baca Juga :  Bawa Narkotika Jenis Ganja, 2 Orang Pria Diamankan BNNP Sumbar, Satunya Anak Dibawah Umur

Pujian tersebut bukan tanpa alasan.

Bagi tim penilai, keberhasilan Gerakan PKK tidak diukur dari indahnya presentasi atau lengkapnya laporan. Yang lebih penting adalah sejauh mana program-program itu hidup di tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan setiap hari.

Karena itulah, penilaian lapangan menjadi momen penting untuk melihat bagaimana sinergi antara kader PKK, kelompok Dasawisma, pemerintah kelurahan, hingga perangkat daerah mampu bergerak dalam satu tujuan.

Menurut Ermawati, kekuatan utama Gerakan PKK terletak pada kemampuan membangun kolaborasi hingga ke tingkat keluarga.

“Sinergi antara PKK, Dasawisma, dan OPD merupakan kekuatan utama dalam menjalankan program-program pemberdayaan keluarga. Kami melihat bagaimana program tersebut berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Di balik berbagai inovasi yang dipamerkan, terdapat kerja panjang para kader yang selama ini mungkin jarang terlihat.

Mereka hadir dalam berbagai persoalan masyarakat. Mendampingi keluarga, menggerakkan ketahanan pangan rumah tangga, mendorong pendidikan anak, meningkatkan kesehatan lingkungan, hingga memperkuat ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, menyebut seluruh program yang dijalankan di Bukit Surungan lahir dari kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Bukan program yang dipaksakan dari atas, melainkan tumbuh dari persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.

“Seluruh kader PKK dan masyarakat Bukit Surungan telah bekerja keras mempersiapkan penilaian ini. Namun yang lebih penting, berbagai program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Baginya, lomba hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang pengabdian.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap program tetap hidup setelah tim penilai pulang, setelah panggung perlombaan usai, dan setelah sorotan publik mereda.

Sebab kesejahteraan masyarakat tidak dibangun dalam sehari.
Ia tumbuh perlahan, melalui ketelatenan, kesabaran, dan konsistensi.

Baca Juga :  HUT Karang Taruna ke-64: Karang Taruna Lubuk Kilangan Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar untuk Pelajar dan Pemuda

Semangat yang sama juga disampaikan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis.
Di hadapan para kader dan masyarakat, Hendri tidak hanya berbicara tentang target prestasi. Ia berbicara tentang kebanggaan sebuah kota yang dibangun oleh kolaborasi.

Menurutnya, keberhasilan Bukit Surungan merupakan cerminan dari kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Padang Panjang.

“Kami berharap Bukit Surungan mampu memberikan hasil terbaik bagi Kota Padang Panjang. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan bekerja keras sehingga berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Optimisme itu bukan tanpa dasar.
Selama penilaian berlangsung, Bukit Surungan menampilkan berbagai capaian yang mencakup kegiatan Dasawisma, ketahanan pangan keluarga, kesehatan masyarakat, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga.

Semua menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari proyek-proyek besar.
Kadang ia lahir dari halaman rumah yang ditanami sayuran. Dari ibu-ibu yang menggerakkan kelompok Dasawisma. Dari keluarga yang berkomitmen menjaga rumah tetap bersih dan sehat.

Bagi masyarakat Bukit Surungan, hari itu bukan sekadar hari penilaian.
Ia menjadi pengingat bahwa kerja-kerja kecil yang dilakukan selama ini ternyata memiliki arti besar.

Bahwa gotong royong masih hidup.
Bahwa kepedulian sosial masih tumbuh.
Dan bahwa keluarga tetap menjadi fondasi utama pembangunan bangsa.

Ketika tim penilai meninggalkan lokasi, yang tersisa bukan hanya harapan untuk menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.

Yang tertinggal adalah keyakinan bahwa Bukit Surungan telah membuktikan satu hal penting: perubahan besar selalu dimulai dari rumah, lalu menjalar ke lingkungan, tumbuh menjadi gerakan, dan akhirnya menjadi kebanggaan sebuah kota.

Di Bukit Surungan, gerakan itu sedang tumbuh.
Dan Padang Panjang sedang memanennya menjadi harapan.(xxx)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Polres Pekalongan Ungkap dan Tangkap Pelaku Penganiayaan di Exit Tol Bojong

BERITA

Kapolresta Cilacap Cek Rutan dan Layanan Publik Besukan Tahanan

BERITA

Sambut Kapolres Baru, Polres Pekalongan Gelar Tradisi Pedang Pora

ARTIKEL

ASN Kemenag Galang Donasi untuk Siswa MAN 1 yang Alami Kecelakaan

BERITA

Mewakili Kadisperindag Sumbar Pimpin Apel Senin Pagi. Ini Kata Darman, ST, MM

ARTIKEL

Berikan Bekal Jelang Liburan, Sekolah Gandeng Polres Pekalongan Kota berikan Pembekalan

ARTIKEL

Sentuhan Kecil Untuk Kesehatan Warga, Ini Yang Dilakukan Satgas Yonif 642/Kps

ARTIKEL

Mengajarkan Anak-anak Menyalurkan Ekspresi dengan Bijak: Menghindari Tindakan Vandalisme