Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 8 June 2026 - 22:58 WIB

Dari Lumpur Duka Menuju Rumah Harapan

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Setelah Galodo Merenggut Rumah dan Orang Tua, Keluarga Putri Ayu Kini Menatap Masa Depan dari Huntap yang Hampir Rampung

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Hujan turun perlahan di Silaing Bawah siang itu. Butir-butir air membasahi tanah yang beberapa bulan lalu menjadi saksi bisu salah satu tragedi paling memilukan di kawasan perbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar.

Di depan sebuah rumah sederhana yang hampir rampung dibangun, seorang ibu muda berdiri menunggu. Wajahnya menyimpan jejak kehilangan yang belum sepenuhnya hilang, namun di matanya mulai tumbuh cahaya baru. Cahaya tentang harapan.

Namanya Putri Ayu.

Pada malam nahas 27 November 2025, ketika banjir bandang dan longsor atau galodo menerjang kawasan Jembatan Kembar Silaing-Margayasa, hidup Putri berubah dalam hitungan menit. Air bercampur lumpur dan material kayu datang dengan kekuatan yang sulit dilawan.

Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarganya luluh lantak.
Lebih dari itu, galodo juga merenggut dua orang yang paling ia cintai: ayah dan ibunya.

Malam itu bukan hanya menghanyutkan bangunan. Ia juga membawa pergi sebagian kenangan, sebagian kebahagiaan, dan sebagian hidup yang selama ini dikenalnya.

“Bencana itu datang begitu cepat. Tidak ada yang menyangka akan sebesar itu,” kenang seorang warga setempat.

Sejak saat itu, Putri bersama suaminya, Andre Septia, dan dua anak mereka harus memulai hidup dari titik yang nyaris kosong. Mereka tinggal di rumah kontrakan dengan bantuan biaya sewa dari Pemerintah Kota Padang Panjang sambil mencoba menata kembali kehidupan yang porak-poranda.

Hari-hari berlalu dengan perjuangan yang tidak ringan. Di tengah rasa kehilangan, mereka tetap harus menjadi orang tua bagi anak-anaknya. Di tengah duka yang belum tuntas, mereka tetap harus bekerja, bertahan, dan berharap.
Namun pada akhirnya, harapan memang selalu menemukan jalannya.

Baca Juga :  Dindik Godok Asesmen Kelas 1 SD yang Menyenangkan

Ketika Pemerintah melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi korban galodo, secercah masa depan kembali hadir di tengah keluarga kecil itu.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 30 April 2026 oleh Sekretaris Utama BNPB bersama Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis.

Kini, rumah tipe 36 tersebut telah mencapai sekitar 90 persen pembangunan.Dindingnya sudah berdiri kokoh.Atapnya telah terpasang. Beberapa bagian seperti keramik dan plafon tengah disempurnakan.

Bagi banyak orang, bangunan itu mungkin hanya rumah sederhana.
Namun bagi Putri dan keluarganya, rumah itu adalah simbol kemenangan atas luka.

Rumah itu adalah bukti bahwa mereka berhasil bertahan.
Rumah itu adalah jawaban atas malam-malam panjang yang pernah mereka lalui dalam ketidakpastian.

Ketika Wali Kota Hendri Arnis datang meninjau pembangunan huntap tersebut, Putri tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

Di bawah langit yang masih mendung, ia menyambut kedatangan rombongan dengan senyum yang telah lama hilang dari wajahnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan BNPB yang terus membantu kami sejak awal hingga saat ini. Semoga rumah ini segera selesai dan bisa kami tempati bersama anak-anak,” ucap Putri dengan mata berkaca-kaca.

Suaminya, Andre Septia, mengaku perhatian pemerintah sejak masa tanggap darurat hingga proses pembangunan rumah menjadi sumber kekuatan bagi keluarganya untuk terus bangkit.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan hanya soal material bangunan, tetapi juga tentang keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi musibah itu sendirian.

Di lokasi yang sama, Hendri Arnis berjalan mengelilingi bangunan, memeriksa setiap sudut rumah yang sebentar lagi akan menjadi tempat Putri dan keluarganya memulai kehidupan baru.

Baca Juga :  Polres Sawahlunto Beserta Polsek Jajaran Tanam 1000 Bibit Batang Pohon, Lestarikan Negeri Penghijauan Sejak Dini

Baginya, huntap bukan sekadar proyek pembangunan fisik.
Lebih dari itu, huntap adalah upaya mengembalikan martabat dan harapan warga yang kehilangan segalanya akibat bencana.

“Rumah ini harus disyukuri dan dirawat dengan baik. Semoga menjadi tempat yang membawa ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi keluarga,” pesan Hendri.

Ucapan itu sederhana.
Namun bagi keluarga korban galodo, rumah yang nyaman bukan lagi sesuatu yang biasa.

Ia adalah kemewahan yang sempat direnggut alam.
Ia adalah impian yang pernah terasa mustahil.
Dan kini, impian itu berdiri nyata di hadapan mereka.

Galodo memang telah meninggalkan luka mendalam di Jembatan Kembar. Bekas-bekas amukan alam mungkin masih terlihat di sejumlah sudut kawasan itu. Kenangan tentang malam kelam tersebut juga tidak akan pernah benar-benar hilang dari ingatan para penyintas.

Namun di Silaing Bawah hari ini, sebuah cerita baru sedang ditulis.
Cerita tentang keluarga yang kehilangan rumah, tetapi tidak kehilangan harapan.

Cerita tentang seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya, tetapi tetap memilih bangkit demi masa depan anak-anaknya.

Dan cerita tentang sebuah rumah sederhana yang kelak akan menjadi saksi bahwa setelah badai paling dahsyat sekalipun, selalu ada ruang bagi manusia untuk kembali berdiri.

Karena sesungguhnya, huntap yang hampir rampung itu bukan hanya membangun dinding dan atap.

Ia sedang membangun kembali kehidupan. Ia sedang menegakkan kembali harapan yang pernah roboh bersama derasnya galodo.

Dan bagi Putri Ayu serta keluarganya, itulah rumah yang sesungguhnya. Bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat pulang setelah melewati duka yang panjang.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Drg, Afando Ekardo Pimpin Pemotongan Hewan Qurban Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha 1445 H di BKOM dan Pelkes

ARTIKEL

Edy Oktafiandi: Berikan Pembinaan dan Motivasi Literasi Guru PPPK Madrasah Se-Kota Padang, Berikut Penjelasannya

BERITA

Tutup Persipas Cup IX, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Komitmen Sumbar Mengorbitkan Bakat Unggul Pesepakbola

BADAN NEGARA

Jaga Netralitas Anggota, Polri Atur Perilaku Bermedsos Jajaran

ARTIKEL

Satu satunya Wartawan Maju Di Pilkada Padang Panjang

BERITA

Bermain di Dekat Sumur, Seorang Remaja di Kabarkan Tercebur Dan Meninggal Dunia

ARTIKEL

Kodim 1710/Mimika Gelar Sosialisasi P4GN, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

ARTIKEL

Aksi Heroik TNI Bubarkan Konvoi Geng Motor di Medan