Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Wednesday, 29 July 2026 - 21:08 WIB

Bukan Sekadar Meninjau, Hendri Arnis Memastikan Tak Ada yang Kurang untuk Pasukan Pengibar Merah Putih

Dari Sepiring Sarapan hingga Dentuman Langkah yang Menggetarkan Lapangan, Wali Kota Ingin Paskibraka Padang Panjang Tampil Sempurna pada 17 Agustus

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Empat hari sudah mereka ditempa. Matahari menjadi saksi, peluit pelatih menjadi irama, dan peluh yang jatuh di Lapangan Khatib Sulaiman, Bancah Laweh, menjadi harga yang dibayar puluhan putra-putri terbaik Kota Padang Panjang demi satu kehormatan: mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Namun, Rabu (29/7), yang datang ke lapangan bukan hanya seorang wali kota. Hendri Arnis hadir sebagai seorang pemimpin yang ingin memastikan, perjuangan anak-anak itu tidak dibiarkan berjalan sendirian.

Ia menyusuri barisan latihan, memperhatikan setiap gerakan, menyapa para pelatih, berbincang dengan panitia, hingga memanggil ahli gizi yang bertanggung jawab terhadap konsumsi para calon Paskibraka.

Pertanyaan pertama yang keluar dari mulutnya bukan tentang kekompakan barisan.Melainkan tentang sarapan.

“Sarapan mereka bagaimana? Makan siangnya cukup? Makanan tambahannya ada? Jangan sampai anak-anak ini kekurangan asupan saat latihan,” tanyanya serius.

Satu per satu kebutuhan para calon Paskibraka dikroscek langsung. Mulai dari menu makanan, kecukupan gizi, jadwal istirahat, hingga perlengkapan latihan seperti sepatu, kaus kaki, topi, seragam, dan atribut lainnya.

Baginya, tidak boleh ada pelayanan yang dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban.

“Saya tidak mau ada yang kurang. Jangan asal-asalan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Mereka sedang membawa nama Kota Padang Panjang,” tegas Hendri kepada panitia.

Perhatian itu bahkan menyentuh hal-hal yang tampak sederhana.

Saat mengetahui makanan tambahan selepas makan siang tahun ini tidak lagi menyediakan susu dan bubur kacang hijau seperti tahun sebelumnya, Hendri langsung meminta dilakukan evaluasi.

Baca Juga :  Kemendagri Gelar Rakor BUMD Air Minum, Limbah dan Sanitasi Guna Tingkatkan Penyelenggaraan SPAM

“Tahun lalu ada susu dan bubur kacang hijau. Kenapa sekarang tidak ada? Tolong dikembalikan. Kalau perlu ditambah lagi. Latihan mereka berat. Energi mereka harus benar-benar terjaga,” ujarnya kepada ahli gizi dan panitia.

Bagi Hendri, menu makanan bukan sekadar urusan mengenyangkan perut.

Di balik setiap porsi makanan, tersimpan tenaga yang akan menggerakkan langkah-langkah sempurna para pengibar bendera.

Ia mengaku memiliki satu harapan besar ketika upacara 17 Agustus nanti dimulai.

“Saya ingin mereka tampil luar biasa. Ketika langkah pertama dihentakkan, suara sepatu yang serentak itu membakar semangat dan menggetarkan jantung seluruh orang yang hadir di lapangan upacara,” katanya.

Ia kemudian menggambarkan pemandangan yang telah ia bayangkan sejak sekarang.

“Saya ingin gelombang naik-turun kaki mereka benar-benar sama rata. Seperti ombak besar di lautan yang datang bergelombang menghantam batu karang. Kokoh, indah, gagah, dan penuh wibawa. Penampilan seperti itu tidak lahir begitu saja. Itu lahir dari latihan keras, disiplin, fasilitas yang baik, dan asupan gizi yang cukup,” ucapnya.

Kalimat itu membuat para pelatih dan peserta sejenak terdiam. Sebab yang sedang dibicarakan Hendri bukan hanya soal teknik baris-berbaris, tetapi tentang bagaimana kesempurnaan lahir dari perhatian terhadap hal-hal kecil yang sering luput dari pandangan.

Di hadapan para calon Paskibraka, Hendri kemudian menyuntikkan optimisme.

Ia mengingatkan bahwa latihan yang mereka jalani hari ini bisa menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.

Baca Juga :  Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 42 Perwira Tinggi TNI

“Kalian adalah putra-putri terbaik Kota Padang Panjang. Jangan pernah berhenti bermimpi. Alhamdulillah, tahun ini kita kembali memiliki wakil Paskibraka yang bertugas di Istana Negara. Artinya kesempatan itu terbuka bagi siapa saja. Tahun depan atau beberapa tahun lagi, bisa jadi giliran kalian berdiri di halaman Istana membawa nama Kota Padang Panjang,” katanya disambut tepuk tangan para peserta.

Semangat yang sempat tertutup rasa lelah kembali menyala.

Para peserta kembali menegakkan badan, menatap lurus ke depan, seolah membayangkan diri mereka berdiri di bawah tiang bendera Istana Merdeka.

Kunjungan Hendri Arnis hari itu akhirnya bukan sekadar agenda peninjauan latihan.

Ia menjadi simbol bahwa membangun generasi muda tidak cukup dengan memberikan target dan tuntutan. Pemerintah juga harus hadir memastikan setiap proses pembinaan berlangsung dengan penuh perhatian, mulai dari sepiring sarapan, segelas susu, semangkuk bubur kacang hijau, sepasang sepatu yang nyaman, hingga dukungan moral yang menguatkan hati.

Sebab, pada akhirnya, kesempurnaan barisan Paskibraka bukan hanya lahir dari hitungan langkah.

Ia lahir dari kepedulian.

Dan ketika Sang Saka Merah Putih perlahan berkibar di langit Padang Panjang pada 17 Agustus mendatang, masyarakat mungkin hanya akan mendengar dentuman langkah sepatu yang serempak dan menyaksikan barisan yang bergerak bak ombak menghempas batu karang.

Namun di balik ketegapan itu, tersimpan satu pesan sederhana: seorang pemimpin yang percaya bahwa generasi terbaik bangsanya layak dipersiapkan dengan cara yang terbaik pula.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Keluarga Besar Sinyalnews.com mengucapkan selamat Menempuh Hidup Baru buat drg. Merry Ayunda Putri dan Briptu Berthos Thamrin, SH

BADAN NEGARA

Jelang Sertijab, Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Exit Briefing

ARTIKEL

Kelurahan Alai Parak Kopi Gelar Pemilihan Ketua LPM Periode 2023-2026

ARTIKEL

Bakamla RI Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Ekor Baby Lobster di Perairan Kepulauan Seribu

ARTIKEL

44 Pelajar SMA dan MA Tanah Datar Ikut OSN Tingkat Provinsi Sumbar

ARTIKEL

HUT Karang Taruna ke-64: Karang Taruna Lubuk Kilangan Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar untuk Pelajar dan Pemuda

BERITA

Kabar Gembira Buat Honorer. Dua Kategori ini Batal dihapus. Ini Penjelasan MenPAN RB

BERITA

Penyandang Disabilitas Sumbar Juara Nasional dan Diutus ke Korsel, Gubernur Mahyeldi : Sangat Inspiratif dan Membanggakan