padangPanjang.Sinyalnews.com-Di Rumah Duka Itu, Jabatan Seakan Luruh: Walikota, Kapolres dan Tokoh Masyarakat Mengantar Doa untuk IPTU Irnal Syamsu
Duka itu menyelimuti suasana di Komplek Perumahan Guguak Malintang, Padang Panjang. Tidak ada hiruk pikuk kekuasaan, tidak ada sekat jabatan. Yang tersisa hanyalah wajah-wajah kehilangan, doa-doa lirih, dan kesadaran bahwa setiap manusia pada akhirnya akan pulang kepada Sang Pencipta.
Di rumah duka almarhum IPTU Irnal Syamsu, personel terbaik Polres Padang Panjang yang sehari-hari dikenal tegas dalam tugas namun hangat dalam pergaulan, tangis keluarga pecah menyambut para pelayat yang datang silih berganti, Jumat siang.
Walikota Padang Panjang Hendri Arnis hadir langsung melayat ke rumah duka. Ia datang didampingi Kapolres Padang Panjang serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Turut terlihat mantan Ketua DPRD Padang Panjang, Buya Hamidi, duduk bersama keluarga sembari menguatkan hati mereka yang ditinggalkan.
Suasana menjadi hening ketika doa dipanjatkan. Di hadapan keluarga, Hendri Arnis menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya IPTU Irnal Syamsu.
“Tidak ada satu manusia pun yang bisa menolak perjalanan ini. Cepat atau lambat, kita semua pasti akan menempuh jalan yang sama. Kematian adalah panggilan yang pasti, dan bagi orang-orang beriman, itu adalah pertemuan yang dirindukan dengan Rabb-nya,” ujar Hendri dengan suara pelan namun penuh makna.
Ia juga menyampaikan doa khusus untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
“Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan, terutama istri dan anak-anak beliau, diberikan kekuatan, ketabahan serta keikhlasan menghadapi ujian ini,” tuturnya.
Di sudut rumah duka, wajah-wajah anggota kepolisian tampak menyimpan kehilangan mendalam. Sosok IPTU Irnal bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat dan saudara seperjuangan.
Kapolres Padang Panjang dalam keterangannya menyebut almarhum sebagai pribadi yang loyal, disiplin dan memiliki dedikasi tinggi terhadap institusi.
“Kami kehilangan salah satu personel terbaik. Almarhum dikenal bertanggung jawab, dekat dengan anggota dan memiliki semangat pengabdian yang luar biasa. Semoga beliau husnul khatimah,” ungkap Kapolres dengan mata berkaca.
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua DPRD Padang Panjang Buya Hamidi mengingatkan bahwa kematian adalah nasihat paling sunyi namun paling jujur bagi manusia.
“Hari ini kita melihat sebuah pelajaran besar. Pangkat, jabatan, kekuasaan, semuanya akan berhenti pada satu titik. Yang tinggal hanyalah amal dan doa anak-anak yang saleh. Karena itu, selama hidup, perbaikilah hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” ucap Buya Hamidi.
Kalimat itu membuat suasana rumah duka semakin haru. Sejumlah pelayat tertunduk diam. Sebagian mengusap air mata.
Di rumah sederhana itu, kehidupan seakan memberi pengingat paling nyata: manusia bisa merancang banyak hal, tetapi tak seorang pun mampu menunda waktu kepulangan.
Dan sore itu, di tengah doa-doa yang terus mengalir, IPTU Irnal Syamsu diantar dengan cinta, penghormatan, dan keikhlasan menuju peristirahatan terakhirnya.(Paulhendri)














