Home / BADAN NEGARA / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Saturday, 9 May 2026 - 14:30 WIB

Bandar Besar Masih Sulit Disentuh…” Dari Balik Jeruji Padang Panjang, BNN Bicara Jujur tentang Darurat Narkoba

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Suasana di Rutan Kelas IIB Padang Panjang siang itu terasa berbeda. Tidak hanya karena adanya razia kamar hunian, tes urine, atau pembacaan ikrar pemasyarakatan bersih dari handphone ilegal dan narkoba.

Di balik kegiatan itu, tersimpan kegelisahan besar tentang ancaman yang terus menggerogoti masa depan generasi bangsa: narkoba.

Di hadapan petugas pemasyarakatan dan warga binaan, perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat, Jostra Maidi, berbicara lugas tanpa tedeng aling-aling.

“Sumatera Barat saat ini darurat narkoba. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Kalimat itu bukan sekadar pernyataan formal. Sebab realitas di lapangan menunjukkan peredaran narkoba kini bergerak semakin liar dan sulit dibendung. Tidak hanya menyasar kota besar, tetapi juga kampung-kampung, lingkungan sekolah, hingga generasi muda yang kehilangan arah.

Bahkan lebih mengkhawatirkan, jaringan narkoba kini mampu bergerak dari balik jeruji penjara melalui handphone ilegal.

Dan ketika muncul pertanyaan yang selama ini hidup di tengah masyarakat , apakah bandar besar narkoba masih lebih sulit disentuh dibanding pengguna kecil , jawaban BNN justru terdengar menyesakkan.

“Iya.”

Satu kata yang terasa seperti pengakuan pahit atas perang panjang yang belum benar-benar menyentuh akar persoalan.
Pengguna kecil terus memenuhi ruang tahanan. Sementara jaringan besar masih mampu bergerak rapi, mengendalikan bisnis haram bernilai miliaran rupiah dari tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Ironisnya, ancaman itu terkadang tidak hanya datang dari luar.

BNN juga mengakui pernah menemukan keterlibatan oknum aparat maupun petugas internal dalam kasus narkoba di lapas dan rumah tahanan.

“Pernah. Dan mereka akhirnya dicopot,” tegas Jostra.

Pernyataan itu membuat suasana ruangan terasa lebih berat. Sebab narkoba bukan hanya merusak tubuh manusia, tetapi juga perlahan menggerogoti integritas sistem.

Baca Juga :  Tiga Terdakwa yang Mencekoki Kucing Divonis Hakim

Saat ditanya apa akar persoalan terbesar maraknya narkoba di lapas dan rutan. apakah over kapasitas, lemahnya pengawasan, atau kuatnya jaringan narkoba . jawaban BNN kembali terdengar lugas.

“Ketiga-tiganya.”

Over kapasitas membuat pengawasan tidak maksimal.
Lemahnya pengawasan membuka celah penyelundupan.
Dan jaringan narkoba yang kuat terus mencari ruang untuk bertahan hidup.

Namun di tengah kerasnya kenyataan itu, BNN menilai perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penangkapan dan hukuman penjara.

Bagi pengguna narkotika, rehabilitasi dinilai jauh lebih efektif dibanding sekadar memenjarakan.

“Iya, kalau pemakai,” ujar Jostra.

Karena banyak pengguna sejatinya adalah korban lingkungan, tekanan hidup, hingga lemahnya ketahanan mental menghadapi pergaulan bebas.

Karena itu, pembinaan di dalam lapas dan rutan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja atau skill semata.

“Yang lebih utama itu mental yang kokoh,” berpondasi iman ,katanya lagi.

Mental yang mampu berkata tidak pada narkoba.
Mental yang tidak mudah runtuh oleh tekanan hidup.
Mental yang mampu menyelamatkan diri sebelum semuanya terlambat.

Jostra juga menyinggung pentingnya keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pencegahan narkoba melalui anggaran yang nyata, bukan sekadar slogan.

Ia berharap Pemerintah Kota Padang Panjang bersama seluruh pemangku kepentingan benar-benar serius mengalokasikan anggaran sosialisasi dan edukasi anti narkoba kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami berharap pemerintah serius menganggarkan dana untuk sosialisasi dan pencegahan narkoba. Ini menyangkut masa depan tunas bangsa. Saat Covid-19 dulu kita bisa menganggarkan dana besar demi menyelamatkan masyarakat. Kenapa untuk pencegahan narkoba kita tidak serius?” ujarnya prihatin.

Baca Juga :  Kakan Kemenag Kota Padang, Lepas 55 Peserta Kontingen KSM Kota Padang Menuju KSM Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Dalam kegiatan itu, razia kamar hunian dan tes urine juga dilakukan. Hasil pemeriksaan justru menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan di lingkungan Rutan Padang Panjang.

BNN menegaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya indikasi peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, praktik penipuan, maupun keterlibatan pegawai rutan dalam aktivitas tersebut.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan di Rutan Kelas IIB Padang Panjang tidak ada peredaran narkoba, handphone ilegal, penipuan maupun keterlibatan pegawai,” ungkap Jostra.

Dari 52 pegawai yang menjalani tes urine, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba. Sementara dari 136 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang diperiksa, terdapat tiga orang yang hasilnya positif, namun setelah dilakukan pendalaman diketahui bukan akibat narkotika, melainkan pengaruh konsumsi obat rutin yang sedang dijalani.

“Pegawai sebanyak 52 orang semuanya negatif. Dari 136 WBP ada tiga orang, tapi itu bukan karena narkoba, melainkan efek obat rutin. Karena itu kita memberikan aplaus untuk Rutan Padang Panjang,” katanya.

Pernyataan itu menjadi angin segar di tengah tingginya kekhawatiran publik terhadap maraknya praktik pengendalian narkoba dari balik jeruji di berbagai daerah.

Namun di balik apresiasi itu, perang sebenarnya masih panjang.

Sebab narkoba tidak hanya menghancurkan tubuh manusia. Ia menghancurkan keluarga, memiskinkan masa depan, dan perlahan membunuh harapan generasi bangsa.

Dan dari balik jeruji di Kota Padang Panjang itu, sebuah pesan kembali diperdengarkan dengan keras:

Jika perang melawan narkoba tidak dilakukan secara sungguh-sungguh hari ini, maka yang akan hilang esok bukan hanya satu generasi , tetapi masa depan bangsa itu sendiri.(Paulhendra)

Share :

Baca Juga

BERITA

Barita Simanjuntak Apresiasi Jaksa Agung 

BERITA

Kakan Kemenag Padang, Buka Pergelaran Panen Karya P5RA MTsN 5 Kota Padang

ARTIKEL

Empat Anggota Koramil 07/Maos Laksanakan Latihan Dasar Kepeminpinan di SMP N 1 Sampang

ARTIKEL

Tim SAR Ditpolairud Polda Sumbar Berhasil Selamatkan Nelayan Korban Perahu Terbalik dihantam Gelombang

ARTIKEL

Babinsa Melaksanakan Komsos Bersama Kades Dan Babinkamtibnas

BERITA

Di Balik Pita Biru UGD Kebun Sikolos, Hadiah Sunyi di Hari Lahir Seorang Wali Kota

ARTIKEL

Pencurian Getah Karet di Jeruklegi, Seorang Warga Dijatuhi Hukuman Penjara 1 Bulan

ARTIKEL

Sumpur Buncah ,ODGJ Mengamuk Tewaskan Satu Orang Warga