Padang Panjang.Sinyalnews.com-Awan gelap kembali menggantung rendah di langit Padang Panjang. Kota dingin yang dikelilingi bukit itu seolah memasuki babak baru musim penghujan, lebih cepat, lebih intens, dan lebih sulit diprediksi. Di tengah deras hujan yang datang dan pergi, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Padang Panjang dan se-Sumatera Barat.
Di Pasar Pusat, pedagang sibuk menahan terpal agar tidak tersapu angin. Di sepanjang Jalan Silek Tuo, Silaing Bawah, beberapa pengendara memilih berhenti karena kabut turun tiba-tiba. “Cuacanya cepat sekali berubah. Baru saja cerah, langsung pekat lagi,” kata Yuni, seorang pedagang sayur yang tetap bertahan di balik tumpukan kol dan cabainya.
BMKG menjelaskan bahwa peningkatan pembentukan awan terjadi akibat tingginya kelembaban udara dan pusaran angin di pesisir barat Sumatera.
“Dalam beberapa hari ke depan, masyarakat Padang Panjang perlu meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan lebat, angin kencang, hingga petir cukup tinggi. Kondisinya dinamis dan bisa berubah cepat,” ujar Ahmad Ramdhan, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau.
Ia menekankan bahwa kawasan dataran tinggi seperti Padang Panjang memiliki risiko tambahan. “Daerah lereng dan perbukitan perlu perhatian lebih. Longsor dan pohon tumbang menjadi potensi yang harus diantisipasi,” lanjutnya.
Sementara itu, BPBD Padang Panjang telah mengaktifkan status siaga bencana hidrometeorologi. Di posko kecil BPBD , petugas tampak memeriksa alat komunikasi dan helm keselamatan yang siap dipakai kapan saja.
“Kami minta warga tidak panik, tapi tetap waspada. Jika hujan deras berlangsung lama atau terdengar suara gemuruh dari bukit, segera jauhi area tersebut dan laporkan ke kami,” kata Novi Yanti Kaban BPBD Padang Panjang.
BPBD juga mengingatkan warga agar:
- tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan petir,
- memeriksa saluran air rumah agar tidak tersumbat,
- berhati-hati berkendara di jalur licin seperti kawasan Kacang Kayu, Silaing, dan Gantiang,
- serta menyimpan nomor darurat BPBD jika sewaktu-waktu diperlukan.
“Cuaca ekstrem seperti ini sering datang tanpa tanda panjang. Kewaspadaan menjadi upaya paling sederhana tapi sangat menentukan keselamatan,” tambah Nofi
Sementara itu, aktivitas harian masyarakat terus berjalan di antara basah dan dingin. Anak-anak sekolah berlari sambil memegang jas hujan tipis, sementara bapak-bapak di warung kopi membahas kabar pohon tumbang di kelurahan tetangga. Kota yang akrab dengan rintik ini seperti kembali mengingatkan bahwa alam selalu punya cara menguji kesiapan manusia.j
BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Masyarakat pun berharap agar kewaspadaan dan koordinasi cepat antara warga dan pemerintah daerah dapat membuat Padang Panjang tetap aman meski alam sedang tidak bersahabat.(Paulhendri)














