Reyhan Luthfi Andika kembali mengharumkan nama Kota Padang Panjang. Siswa MTsN Padang Panjang itu berhasil meraih medali perak pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat nasional bidang IPA. Bersama Arkan Said Ramadhan dari MIS Miut Thawalib, keduanya menjadi potret masa depan madrasah yang semakin percaya diri menembus panggung nasional.
Dari backdrop ucapan selamat yang terpajang di Kantor Kemenag Kota Padang Panjang, pesan dari Kakan Kemenag, H. Mukhlis M., S.Ag., M.Ag, menjadi penguat semangat seluruh madrasah:
“Semoga prestasi ini menjadi inspirasi untuk terus belajar dan berkarya.”

Kepala MTsN Padang Panjang: Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil
Kepala MTsN Kota Padang Panjang, Firmawati Anwar, M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya terhadap capaian Reyvan.
“Reyhan adalah contoh bahwa kerja keras dan konsistensi dalam belajar selalu menemukan jalannya. Kami di MTsN Padang Panjang bangga karena ia tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga mengangkat nama madrasah di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil ekosistem pendidikan yang terus dibangun.
“Prestasi ini bukan hanya milik Reyvan, tetapi buah dari kolaborasi guru, pembina, dan lingkungan belajar yang terus kami perkuat. Semoga capaian ini memotivasi siswa lain untuk berani bermimpi lebih besar.”
Kutipan Para Pembimbing: Ketekunan Reyhan Menjadi Kunci
Pembimbing Reyvan, Yelfa Adriani, M.Pd, menyebut bahwa sejak awal Reyhan adalah siswa yang tidak mudah puas.
“Reyhan selalu punya dorongan untuk memahami lebih dalam setiap materi. Ia mau berlatih berkali-kali hingga benar-benar menguasai. Kami bangga melihat ketekunannya membuahkan hasil di tingkat nasional.”
Sementara itu, pembimbing lainnya, Dra. Dwi Fidriani, menilai bahwa Reyhan memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dan mental kompetisi.
“Dalam setiap sesi pembinaan, Reyhan menunjukkan ketenangan dan fokus yang jarang dimiliki siswa seusianya. Mental seperti inilah yang membuatnya mampu bersaing di level nasional.”
Ketua Komite Sekolah: Bukti Sinergi Orang Tua dan Madrasah
Ketua Komite Sekolah, Muhammad Nur Idris, SH., MH, menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa prestasi ini tidak lahir dari satu pihak saja.
“Prestasi Reyhan adalah bukti bahwa sinergi antara sekolah, orang tua, dan komite berjalan dengan baik. Ketika madrasah dikelola dengan serius, hasilnya dapat dilihat oleh masyarakat. Kami akan terus mendukung penuh setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan di MTsN Padang Panjang.”
Ia berharap prestasi Reyhan menjadi dorongan bagi semua pihak untuk menjaga semangat kolaborasi tersebut.
Profil Singkat Reyhan Luthfi Andika
Reyhan dikenal sebagai siswa yang tekun, fokus, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap dunia sains. Ia aktif mengikuti pembinaan dan sering menghabiskan waktu tambahan untuk belajar materi yang lebih luas dari tugas sekolah. Guru-gurunya menyebut Reyhan sebagai “siswa yang tidak suka setengah-setengah”.
Simbol Kekuatan Baru Madrasah Padang Panjang
Prestasi Reyhan dan Arkan membuktikan bahwa madrasah di Padang Panjang tidak hanya kuat di bidang agama, tetapi juga unggul dalam akademik, terutama sains dan teknologi. Dengan dukungan Kemenag, para guru pembina, komite sekolah, dan lingkungan pendidikan yang kondusif, madrasah-madrasah di kota ini terus memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
Dan seperti pesan yang tertulis dalam poster penghargaan itu: prestasi bukan sekadar hadiah, tapi inspirasi untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkarya. (Paulhendri)














