Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / SUMBAR

Thursday, 11 September 2025 - 22:42 WIB

DPRD Padang Panjang Terkunci di Sekwan: Publik Wajar Curiga Ada Permainan

oppo_0

oppo_0

 

PadangPanjang Sinyalnews.com

Sudah dua kali ditanyakan, sudah dua kali pula jawaban yang keluar tetap sama: “Tunggu dulu, kita tanya dulu sama Sekwan.” Itulah respon Kabag Umum & Keuangan dan Kabag Fasilitasi & Penganggaran ketika dimintai keterangan soal anggaran perjalanan dinas pimpinan, anggota DPRD, beserta pendampingnya.

Pertanyaan sederhana soal angka ternyata berubah menjadi rumit hanya karena pejabat teknis enggan bicara. Padahal, anggaran perjalanan dinas bukanlah rahasia negara. Ia bersumber dari APBD yang diambil dari keringat rakyat. Logikanya sederhana, kalau uang rakyat, rakyat berhak tahu.

Kultur birokrasi yang terlalu sentralistik membuat pejabat teknis seperti kehilangan nyali. Semua dilempar ke Sekwan. Semua jawaban harus lewat Sekwan. Lalu untuk apa ada Kabag Umum dan Keuangan Yasmiaty Yusbar dan Kabag Fasilitasi dan penganggaran Istopet kalau fungsi dasarnya saja tak dijalankan?

Jadi, wajar kalau muncul kesan seolah Kabag umum & Keuangan dan Kabag Fasilitasi & penganggaran “takut” atau “menahan informasi” dengan berlindung pada Sekwan. Padahal, mereka seharusnya mampu menjelaskan secara teknis tentang alokasi anggaran yang memang terbuka untuk publik.

Baca Juga :  Irwan Febrianto,S.Pi, MM Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H

Menurut Romi Martianus, SH, pemerhati politik dan advokat di Padang Panjang, sikap ini menunjukkan ketertutupan yang berbahaya. “Kalau soal anggaran saja tidak berani dibuka, bagaimana kita bisa percaya DPRD sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat?” tegasnya.

Dengan kondisi ini, wartawan juga dapat menyurati PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Pemko/DPRD sesuai UU KIP (UU No. 14/2008). Dengan begitu, mereka wajib memberikan data anggaran tersebut. Melibatkan BPK atau Inspektorat, bila terindikasi ada ketidakwajaran dalam realisasi perjalanan dinas.

Hal yang sama ditegaskan Dr. Nurlina Fitri, M.Si, pakar administrasi publik Menurutnya, DPRD dan sekretariatnya wajib menjelaskan anggaran perjalanan dinas secara terbuka. “Ketertutupan hanya akan memperburuk citra lembaga. Transparansi adalah syarat mutlak agar DPRD tidak dianggap hanya memboroskan anggaran,” ujarnya.

Kecurigaan publik pun makin menguat. Ramdani, tokoh masyarakat Padang Panjang, menilai ada aroma tidak sedap dalam sikap bungkam ini. “Jawaban berulang ‘tunggu sekwan’ jelas-jelas membuat masyarakat curiga. Jangan-jangan memang ada kongkalikong antara Sekwan Wita Desi Susanti dengan Kabag Umum dan Keuangan Yasmiaty Yusbar serta Kabag Fasilitas dan penganggaran Istopet. Kalau tidak ada yang disembunyikan, kenapa takut buka data?” ucapnya.

Baca Juga :  Satgas TMMD Ke-119 Kodim 1715/Yahukimo Gelar Aksi Sosial Donor Darah

Ramdani juga menyinggung soal kondisi gedung sekretariat DPRD yang banyak mengalami kerusakan, mulai dari plafon bocor, fasilitas rusak, hingga cat dinding yang kusam. “Ironisnya, anggaran pemeliharaan gedung selalu habis tiap tahun. Kalau bangunannya saja rusak padahal duit perawatan sudah cair, bagaimana masyarakat bisa percaya perjalanan dinas dan kegiatan lainnya bersih dari permainan?” tambahnya.

Kita tidak bicara soal besar atau kecilnya anggaran. Kita bicara soal hak publik untuk tahu. Kalau jawaban selalu berputar pada “tunggu Sekwan”, publik wajar mencurigai ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi.

DPRD seharusnya sadar, legitimasi mereka bukan hanya ditentukan oleh kursi dan rapat paripurna, melainkan juga oleh kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu mustahil lahir dari budaya bungkam dan birokrasi yang feodal.

Padang Panjang butuh dewan yang transparan, bukan dewan yang hobi jalan-jalan tanpa laporan. Artinya mereka harus bisa meminta orang orang sekretariat DPRD beserta jajaranya juga pandai dengan masyarakat (Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

BSI Raih 8 Penghargaan dalam Ajang 12th Infobank Digital Brand Recognition  

BERITA

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

BERITA

Hari ke 8 KPU Masih Nihil Pendaftaran Bacaleg Ketar Ketir Aturan Pileg,Terbuka Atau Tertutup  

ARTIKEL

Dugaan Praktek Kartel Beras di Batam, Grup Tenggo Nagoya (TN) Disebut-Sebut Sebagai Pengendali Gudang Beras Sekupang!?

BERITA

Penerimaan sertifikat sekaligus pelepasan pasukan paskibraka di gedung pertemuan ujung gading kecamatan lembah melintang Pasaman barat

ARTIKEL

Pererat Tali Silaturahmi Guna Menunjang Tugas Pokok, Babinsa Koramil Mapurujaya Gelar Komsos Bersama Pekerja TKBM Di Wilayah Binaan

BERITA

Tim KSM MIN 3 Berhasil Meraih Juara Pada Ajang KSM Tingkat Kota Padang

BERITA

Satres Narkoba Polres Padang Panjang Kembali Ringkus Residivis Narkoba