Padang Panjang.Sinyalnews.com
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Kamis, 3 April 2025, pukul 07.12 WIB. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak, dengan warna kelabu dan condong ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 1 menit 9 detik.
Beberapa warga di sekitar lereng gunung melaporkan mendengar dentuman keras dari puncak saat erupsi terjadi. Seorang warga Agam, Syamsir, menyatakan bahwa dentuman tersebut menyebabkan atap rumah bergetar.
Sebelumnya, pada Rabu pagi, 2 April 2025, pukul 06.25 WIB, Gunung Marapi juga erupsi dengan kolom abu setinggi sekitar 350 meter di atas puncak. Erupsi tersebut berlangsung selama 57 detik dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 1,6 milimeter.
Warga di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung.
Saat ini, Gunung Marapi berstatus Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan pengunjung diimbau untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek). Selain itu, warga yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama saat musim hujan.(Paulhendri)















