Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / SUMBAR

Tuesday, 5 May 2026 - 10:55 WIB

Dari Balik Jeruji, Harapan Disemai: Saat Rutan dan Sekolah Menyatu Menyelamatkan Masa Depan

Di Padang Panjang, sebuah lembar perjanjian tak sekadar ditandatangani—ia menghidupkan kembali hak yang lama terampas: pendidikan. Di balik tembok Rumah Tahanan, negara hadir bukan untuk menghakimi lebih jauh, tetapi memberi kesempatan kedua.

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Suasana ruang kerja itu terasa khidmat. Lima pasang mata menatap satu arah, pada dokumen yang terbuka, pada tanda tangan yang segera mengering, pada harapan yang sedang dirajut ulang. Kepala Dinas Pendidikan Padang Panjang, Nasrul, yang juga Ketua Pramuka, menorehkan komitmen: pendidikan harus tetap hidup, bahkan di tempat yang selama ini identik dengan keterbatasan.

Kerja sama antara Rutan Padang Panjang dan Dinas Pendidikan bukan sekadar program administratif. Ia menjelma menjadi jalan pulang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang pernah terputus dari dunia belajar. Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), ruang-ruang di dalam rutan kini diisi suara pelajaran, diskusi, dan harapan yang tak lagi bisu.

Baca Juga :  Ada Ismail Raja Tega Dipelantikan 34 Advokat Peradi Utama

Di sana, huruf-huruf kembali dirangkai. Angka-angka kembali dipahami. Lebih dari itu, kepercayaan diri perlahan dipulihkan. Pendidikan di dalam rutan menjadi cara paling sunyi namun paling kuat untuk mengatakan bahwa masa depan belum selesai.

Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, serta Wakil Ketua DPRD Mardiansyah. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa negara tidak absen, bahkan di ruang-ruang yang sering luput dari perhatian.

Namun hari itu tak berhenti pada seremoni. Di halaman rutan, ribuan bibit ikan lele ditebar. Bantuan pribadi yang diberikan menjadi penanda lain: pembinaan tak hanya lewat buku, tetapi juga lewat keterampilan dan ketekunan. Lele-lele kecil itu seperti cermin, tumbuh dalam keterbatasan, tetapi menyimpan potensi kehidupan.

Baca Juga :  Editorial” Di Reruntuhan Kita Tersadar, Saat Kota Harus Berani Bercermin

Pramuka pun dilibatkan. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan ditanamkan sebagai fondasi karakter. Para WBP tidak hanya didorong untuk cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial.

Semua upaya itu bermuara pada satu tujuan: ketika pintu rutan terbuka suatu hari nanti, yang melangkah keluar bukan lagi pribadi yang sama. Mereka adalah orang-orang yang telah ditempa, dibekali, dan dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat,bukan sebagai beban, tetapi sebagai harapan.

Rutan Padang Panjang hari ini sedang menulis cerita baru. Bahwa di balik jeruji, kehidupan tidak berhenti. Ia hanya menunggu kesempatan untuk tumbuh kembali.ditangan Novri Abbas , memanusiakan manusia kembali dirutan Padang Panjang (Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Total Hadiah Rp21 Juta, Bank Nagari dan PWI Sumbar Gelar Lomba Karya Tulis untuk Wartawan  

ARTIKEL

Dandim 1715/Yahukimo Bersama Forkopimda Yahukimo Berikan Bantuan Pangan dan Dukungan Moril ke Distrik Anggruk Pasca Serangan OPM

BERITA

Danramil 07/ Hadiri Penetapan Perubahan APBDes Desa Nusajati Tahun 2023

BERITA

Hutan di Petungkriyono Terbakar, Penyebab Diduga ODGJ Bakar Kertas

BERITA

Tanamkan Cinta Tanah Air, Danramil 07/ Maos jadi Pembina Upacara di SMP N 3 Maos

BERITA

Kakan Kemenag Kota Padang, Gelar Rapat persiapan KSM Tingkat Provinsi Tahun 2023, Berikut Harapannya

BERITA

Paslon 03 Hendri Arnis – Allex Saputra Unggul Sementara di Pilkada Kota Padang Panjang

ARTIKEL

Ditintelkam Polda Sumbar Serahkan Bantuan Sosial Untuk Mesjid Nurul Sholihin Sungai Bangek