Padang, Sinyalnews.com ,– Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pilkada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, kegiatan ini langsungkan di Aula DKK (Dinas Kesehatan Kota) Padang yang terletak di Aia Pacah di samping kantor balaikota Padang.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 112 orang generasi muda Sumatera Barat yang berasal dari berbagai macam kampus Sumatera Barat dan kader SEMMI perwakilan 10 cabang kabupaten/Kota di Sumatera Barat.
Pada perayaannya, Nopalion selaku ketua umum Serikat mahasiswa muslimin Indonesia Sumatera Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU Sumatera Barat yang telah bersedia menjadi Mitra kerjasama dalam rangka memberikan pencerdasan politik dan sosialisasi tentang Pilkada kepada generasi muda yang diselenggarakan oleh Serikat mahasiswa muslimin Indonesia Sumatera Barat dan Nopal yang berharap agar tidak ada lagi yang tidak tahu dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dan tidak ada lagi generasi muda dengan persentase suara tertinggi pada Pilkada yang melaksanakan atau memilih Jalan Golput atau golongan putih.
Agenda yang dilaksanakan oleh SEMMI Sumatera Barat ini menghadirkan dua orang narasumber yang luar biasa yaitu John manendi selaku komisioner KPU Sumatera Barat dan Mevrizal, SH.,MH selaku praktisi hukum muda Sumatera Barat. dua orang luar biasa ini silih berganti dalam menyampaikan dan mengajak generasi muda berperan penting dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024. John Manendi menyampaikan dan mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024, beliau menyampaikan bahwa generasi muda dan teknologi mempunyai peran penting dalam pilkada 2024 ini memaksimalkan orang-orang yang berdampak pada media sosial seperti influencer, kegiatan-kegiatan Perlombaan yang dilaksanakan dengan media sosial akan dimaksimalkan oleh KPU Sumatera Barat sehingga semua pemilih cerdas dan tidak lagi melakuoan tindakan yang salah tetapi diperbolehkan yaitu ambil “uangnya lalu jangan pilih orangnya” ini merupakan tindakan yang salah dan tidak seharusnya dilakukan oleh masyarakat apalagi generasi muda di Sumatera Barat Dalam agenda Pilkada Serentak 2024.
Selanjutnya Mevrizal, SH.,MH. selaku pembicara kedua dalam agenda sosialisasi Pilkada ini menyampaikan bahwa ada tiga hal tantangan keterlibatan generasi muda dalam pilkada yang pertama yaitu sikap apatis karena beberapa generasi muda apatis terhadap politik merasa tidak perlu dan tidak ada pengaruh suara mereka bagi kebijakan di negeri ini, yang kedua adalah kurang edukasi politik generasi muda perlu diajarkan Bagaimana sistem politik bekerja dan mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Pilkada dan pelaksanaan peta perpolitikan di Indonesia maupun Sumatera Barat, yang terakhir adalah informasi yang beredar sering tidak akurat atau seringnya menyebarkan berita hoax dan dapat membawa bagi generasi muda di media -media sosial yang membuat keputusan yang mereka ambil cenderung salah.
Pria yang bekerja sebagai Lawyers ini menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam pilkada Sumatera Barat yang partisipatif, dengan mengelola dan memberikan edukasi politik yang mampu partisipasi generasi muda dapat dimaksimalkan kolaborasi antar pemangku kepentingan yang sangat penting untuk mewujudkan Pilkada yang sukses dan menghasilkan pemimpin yang lebih baik . tutupnya














