Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / NASIONAL / POLITIK

Saturday, 28 September 2024 - 06:02 WIB

Kalau Anda Berlibur ke Kota Padang Jangan Lupa Mencicipi Rendang JMK

Padang, Sinyalnews.com,–Rendang adalah salah satu aset yang dimiliki Indonesia. Kelezatan yang tidak banding membuat rendang menjadi incaran rakyat Indonesia, bahkan hingga menjadi buruan masyarakat internasional.

Apalagi kepopuleran randang makin meroket setelah kedatangan Gordon Ramsay ke Sumatera Barat yang tertantang untuk membuat rendang.

Berdasarkan survei CNN Internasional pada 2011, randang menduduki peringkat pertama dalam World’s 50 Delicious Food. Dalam survei tersebut, rendang mengalahkan berbagai makanan dari negara-negara lain, seperti sushi dari Jepang, pad thai dari Thailand, hingga peking duck dari China.

Prestasi ini membuat kelezatan randang tidak hanya pas untuk orang Minang dan Indonesia, tapi juga cocok di lidah masyarakat internasional. Apalagi rendang memiliki keistimewaan, yakni tidak cepat basi dan bisa bertahan lama. Tak heran jika sejak dahulu, masyarakat Sumatra Barat yang dikenal kerap merantau memanfaatkan makanan yang bisa awet dan tahan lama sebagai bekal. Randang adalah jawabannya.

Baca Juga :  PRESTASI DAN KEKOMPAKAN PKK KOTA PADANG DIPUJI KETUA TP-PKK SUMBAR

Salah satu produsen Randang yang sudah cukup terkenal ke penjuru Nusantara adalah Randang JMK yang beralamat di Super Market “Zagalo” jalan Perintis Kemerdekaan Jati Adabiah Padang.

Menurut Suryani Sabri atau yang lebih dikenal dengan Buk Yen ini, Rendang dimasak sampai kering sehingga dapat bertahan hingga berminggu-minggu dalam suhu ruangan. ” “Bahkan, semakin lama rendang disimpan, rasanya akan semakin enak” ujar Buk Yen.

Makanan yang memiliki nama asli randang itu itu diambil dari kata merandang, yang artinya proses memasak makanan dengan waktu yang sangat lama. Selain itu, memasak randang juga memiliki banyak tahapan.

Bahan makanan harus dimasak dengan waktu sangat lama, sekitar 6-8 jam. Dalam kurun waktu itu, randang akan melewati tiga fase pemasakan. Pertama disebut gulai, yaitu ketika kuah santan masih bertekstur cair.

Baca Juga :  PKM UNP Laksanakan Pengembangan Potensi Wisata Sport Tourism Melalui Pelatihan Pemandu Wisata, Pelatihan Petugas P3K Di Objek Wisata Hutan Batu Desa Lumindai Kota Sawahlunto

Kedua kalio, yaitu saat kuah santan sudah mulai mengental. Dan fase ketiga atau terakhir barulah disebut randang, yaitu jika kuah sudah kering dan nggak lagi bertekstur cairan

Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung di dunia randang, Suryani Sabri selalu menjaga cita rasa randang buatannya. “Untuk proses pembuatannya saya turun langsung, terutama untuk racikan bumbu-bumbunya” ungkap buk Yen. Dengan demikian rasa dan aroma randang JMK tidak akan pernah berobah, sebab segala bumbu dan cara masaknya ditangani oleh ahlinya yaitu Suryani Sabri

Jadi kalau anda liburan ke kota Padang, rugi rasanya kalau tidak mencicipi Rendang JMK ini. Anda berminat!?? Silakan hubungi ke no HP +62 812-6659-0127

(Marlim)

Share :

Baca Juga

DAERAH

*Kasus Mobil Tabrak Becak Hingga Akibatkan Seorang Nenek Patah Tulang Berakhir Damai*

BERITA

Dewasa Berpolitik Ala Amsakar Achmad, Teguhkan Persatuan Bangun Politik yang Santun, Terhormat dan Bermartabat

BERITA

Tim KSM MIN 3 Berhasil Meraih Juara Pada Ajang KSM Tingkat Kota Padang

ARTIKEL

TNI Kecam Keras Kekejaman OPM Terhadap Warga Sipil di Papua

ARTIKEL

Kejar Skor PPH, Dinperpa Ajak Masyarakat Kreasikan Umbi-Umbian

BERITA

Ketua DPRD Harapkan Padang Panjang Semakin Berprestasi Diusia 232

BERITA

Dana ADV dan Infotorial di Diskominfo Kampar tidak Transparan, Ketua PJS Kampar Minta Pj Bupati Copot Plt Kadis Kominfo Kampar

BERITA

‘ALEK’ HALAL BIL HALAL IKASMANLI Siap di Kemas dengan Baik