Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / POLITIK / SUMBAR

Sunday, 15 December 2024 - 17:56 WIB

Ketua Fraksi PAN DPRD Padang Panjang, Vani Utari, S.E..S.Kom Tampung Aspirasi Warga dalam Reses yang Dihadiri Ratusan Konstituen

Padang Panjang Sinyalnews.com – Di Tengah taman kota nan sejuk dan indah Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Padang Panjang, Vani Utari, S.E., kembali menunjukkan komitmennya untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses yang digelar baru-baru ini. Kegiatan yang berlangsung di salah satu titik strategis di kota tersebut dihadiri oleh ratusan konstituennya Minggu (14/12/2024)

Dalam reses catur wulan 3 tersebut, Vani Utari didampingi Deswandi sebagai moderator membuka forum diskusi interaktif yang memungkinkan warga menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan harapan terkait pembangunan kota, pelayanan publik, hingga isu kesejahteraan masyarakat. Beberapa aspirasi yang disampaikan warga antara lain terkait perbaikan infrastruktur, pengelolaan sampah, peningkatan fasilitas kesehatan, Pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Reses ini merupakan momentum bagi kami sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat. Setiap masukan yang diterima akan kami tindak lanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi kami di DPRD,” ujar Vani Utari di sela-sela acara.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan capaian dan program kerja yang telah dan akan dilaksanakan oleh Fraksi PAN, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Vani menegaskan, PAN terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Padang Panjang.

Sembari menikmati hidangan khas Kuliner Aia Badarun kota Padang Panjang yang terkenal ,dari ratusan warga yang hadir mengapresiasi keterbukaan dan kesungguhan Vani Utari dalam menampung aspirasi mereka. “Kami merasa didengar dan diperhatikan. Semoga apa yang disampaikan bisa segera diwujudkan,” ujar Apis salah seorang warga yang hadir.

Baca Juga :  Dukung Keberhasilan Kafilah, Pemko dan Kemenag Padang Serahkan Uang Pembinaan

Dalam diskusi warga, isu-isu seperti mahalnya biaya pendidikan,Kisruhnya PPDB tahun ke tahun , maraknya rentenir di tengah kesulitan ekonomi, hingga melemahnya daya beli menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan. Tidak sedikit yang mengeluhkan bagaimana biaya pendidikan semakin tak terjangkau, memaksa banyak keluarga berhutang kepada rentenir ditambah semrawutnya sistem penerimaan murid baru alias PPDB Online

Di sisi lain, pelaku UMKM di Kota Padang Panjang merasa kesulitan bertahan di tengah persaingan pasar yang tak teratur, dengan tata kota yang semrawut menjadi penghalang untuk berkembang. Pasar tradisional kian tergeser oleh pusat perbelanjaan besar, sementara jalan-jalan utama dipenuhi pedagang kaki lima tanpa pengelolaan yang baik.bagaimana nasib Kota Padang Panjang jika jalan tol

Pertanyaan warga pun menyeruak: “Kapan kebijakan nyata untuk mengatasi semua ini hadir?” Bagaimana solusi untuk menjamin pendidikan yang terjangkau, memberantas jerat rentenir, menguatkan UMKM, dan menata pasar serta kota secara lebih manusiawi?

Terkait BPJS Gtratis dari Pemko , Salah satu warga, Rian (35), mengaku kecewa karena proses pengajuan kartu berobat gratisnya ditolak meski sudah memenuhi syarat administratif lain. “Kami benar-benar butuh bantuan ini. Tapi gara-gara ada tunggakan BPJS Mandiri yang dulu, sekarang malah dipersulit. Padahal saya tidak mampu lagi membayar,” makanya pemko berikan berobat gratis keluhnya

Baca Juga :  Hermanto: Hidup Rukun Kunci Keutuhan NKRI

Keluhan serupa juga datang dari warga lain, Ani (38), yang mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui tentang masalah tunggakan tersebut ketika mencoba mengurus kartu berobat gratis. “Petugas bilang saya harus melunasi dulu tunggakan BPJS Mandiri yang lama sebelum bisa diproses. Kalau bisa bayar tunggakan, kenapa saya harus minta bantuan kartu gratis?” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut Vani menegaskan bahwa seharusnya tunggakan BPJS Mandiri tidak menjadi penghalang bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan akses kesehatan. “Program kartu berobat gratis ini adalah inisiatif Pemko untuk membantu masyarakat miskin. Kami sedang berupaya berkoordinasi dengan pihak BPJS agar tidak ada hambatan administratif yang mengorbankan hak warga miskin,” kata Vani

Melalui reses ini, Vani Utari berharap dapat terus memperkuat komunikasi antara legislatif dan masyarakat, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat. “Kami siap menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah agar pembangunan yang dilakukan lebih tepat sasaran,” tutupnya.

Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata peran aktif wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memastikan kehadiran pemerintah di tengah-tengah warga.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Jamaah Mesjid Ikhlas Kelurahan Gunung Pangilun Gelar Jumat Berkah

BERITA

Laga Penuh (Kejutan) dan Mengintip Calon Lawan di 12 Besar (PSIM) Oleh Eko Kurniawan Spartacks Cyber

ARTIKEL

Panglima TNI Terima Audiensi dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR

BERITA

Menteri PUPR Setujui Prakarsa KPBU Fly Over Sitinjau Lauik, Gubernur Mahyeldi : Kita Segerakan Penyelesaian Revisi RTRW dan Mendorong Percepatan Izin Kawasan Hutan

BUMN

Serahkan Bantuan Induk Bibit Unggul Ikan di Pasbar, Gubernur Mahyeldi Ingin Produksi Ikan Meningkat agar Masyarakat Sejahtera dan Bebas Stunting

BERITA

Polwan Polres Pekalongan Goes to School, Sambut Hari Jadi Polwan ke 75

ARTIKEL

TNI Kembali Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar

BERITA

BPSDM Sumbar Raih Akreditasi Program Pelatihan Keuangan dari BPPK Kemenkeu