Bandung, Sinyalnews.com– Usaha Rendang di Rantau Orang. Nenden Rospiani selain menjadi pengusaha rumah makan Padang di Kota Bandung, Jawa Barat, ia juga bertanggung jawab atas produksi rendang, yang dijual secara eceran ke berbagai wilayah di Indonesia.

Makanan khas Minang siap saji Restu Mande didirikan pada tahun 2004 dari usaha rumahan di jalan Katamso, Bandung. Di awal peluncuran bisnisnya, Nenden mengatakan bahwa masakan khas Minang dapat dibawa sebagai bekal untuk mereka yang melakukan umrah. “Kemudian saya berpikir bersama almarhum suami untuk membuat produk kemasan. Awal usahanya masakan khas minang ini hanya divakum dan dikemas sederhana.
Perjalanan usahanya sering mengalami ujian. Di awal bisnisnya, rumah makannya tidak langsung dipenuhi orang. “Sering sepi,”. Namun setelah menyadari bahwa rendangnya sangat diminati, ia menjadi lebih termotivasi untuk membangun usaha pembuatan rendang ini. Ia berpikir untuk memasarkan produk rendang dalam kemasan pada Januari 2011.
Nenden bersama Amril (almarhum suaminya) kemudian melakukan percobaan membuat rendang kemasan dengan bantuan almarhum suaminya, setelah selesai, ia membawa rendang itu untuk diuji dalam laboratorium pangan untuk mengetahui ketahanan simpanannya.
ia menjelaskan bahwa rendang tanpa pengawet dan MSG (monosodium glutamat) dapat bertahan selama 459 hari.
Badan usaha CV Randang Padang Restu Mande yg dikelolanya dapat memproduksi antara 30 dan 50 kilogram rendang per hari. Namun, jika ada pesanan besar, ia dapat memproduksi hingga ratusan kilogram rendang per hari.
Usaha pembuatan rendang ini saja dapat meraup Omzet sekitar 200 juta rupiah setiap bulan, ditambah pendapatan dari mengelola rumah makan, yang Omzet sekitar 300 juta rupiah setiap bulan.
Setelah belasan tahun usahanya, CEO Restu Mande, mengatakan bahwa rendangnya sudah memasuki pasar pasar internasional.
Semua ini tidak lepas berkat usaha dan doa, serta selalu turutserta dalam pelatihan UMKM dari dinas yang relevan di Kota Kembang, sampai akhirnya pergi ke pameran di Malaysia.
Selama berada di Negeri Jiran, dia melihat produk rendang dalam kemasan menarik, sehingga dia dan pasangannya belajar tentang hal itu dan akhirnya dapat membuat produk kemasan instan yang memiliki umur simpan satu tahun tanpa pengawet.
Seiring berjalannya waktu, Nenden berusaha menjadi pelopor rendang sebagai komoditas yang masuk ke pasar global. Selanjutnya, Restu Mande mengampanyekan Rendang Through The World, yang pertama kali dipasarkan di pasar Internasional pada tahun 2015. Ini membuat perkembangannya lebih cepat. Selanjutnya Restu Mande telah mencoba berbagai pasar manca negara, termasuk Papua Nugini, Qatar, Australia, Singapura, Dubai, AS, Hongkong, Filipina, dan sebagainya. (Jodi).














