Padang Panjang, Sinyalnews.com-Anggota DPRD Padang Panjang dari Komisi 111 Novi Hendri turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap RSUD Kota Padang Panjang gang dulunya jadi RSUD percontohan, namun akhir-akhir ini pelayanannya makin buruk selama tiga tahun ini .
Menurut Novi dari komisi 111 DPRD Padang Panjang membidangi kesehatan juga mantan ketua DPRD 2014-2019 , ia sering menerima laporan dan keluhan dari warga, tak hanya warga bahkan ada dari pejabat kota Padang Panjang sendiri ,soal pelayanan RSUD Kota Padang Panjang yang kian menurun ,sebagai RSUD percontohan dulunya di Sumatera .
Karena buruknya pelayanan RSUD Padang Panjang selama tiga tahun belakangan ini ,apalagi sejak dipimpin oleh dr Lismawati anggota Fraksi Golkar DPRD Padang Panjang itu angkat bicara dan meminta agar Pemko Padang Panjang mengevaluasi total kinerja di RSUD Padang Panjang itu ,apalagi tiga hari belakangan ini banyak terjadi cek cok dengan para caleg caleg ujarnya .dan itu juga di posting di Medsos oleh warga.
Banyak sekali kami menerima laporan dan keluhan masyarakat miskin di Kota Padang Panjang ini karena tidak mendapatkan layanan,” padahal pelayanan tersebut separoh dari obat bagi si sakit tuturnya
“Ini tidak berkeadilan bagi masyarakat. Makanya kami akan minta itu nanti distop saja. Buat apa APBD ratusan miliar, tapi tidak ada manfaatnya untuk masyarakat miskin,” jika yang datang pejabat atau orang berkelas semua cepat ditangani .
Pria yang akrab disapa angku ini sebagai tanda orang yang dituokan salangka dan di tinggikan sarantiang oleh kaumnya itu mengatakan, sudah semestinya RSUD Padang Panjang yang didirikan susah payah oleh walikota dua priode Suir Syam yang kini jadi anggota DPR RI dua priode di komisi IX mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat miskin.
Sebab, kata dia, duit APBD yang dikucurkan hingga miliaran rupiah tiap tahunnya tidak sebanding dengan pelayanan rumah sakit.Kenapa rumah sakit swasta sebelah kita itu bisa mengelola rumah sakit hanya dari BPJS saja, bahkan semakin besar. Kalau tak bisa mengelola rumah sakit, baiknya diserahkan saja pada swasta,” kata Novi
Satu lagi yang menjadi penyesalan ,kasus pada warga miskin yang serangan jantung di sebuah cafe ,pusing dan jatuh lalu dibawa ke RSUD oleh kawan kawanya ,hanya di periksa sebentar lalu ajalnya pun tiba ,dia menghadap sang khaliq ,tapi saat di rumah duka kepala belakang nya masih berdarah, ditelpon minta bantuan periksa ulang tak lunjung tiba dirumah duka sampai jenazah dikuburkan.
Anehnya standar biaya rumah sakit yang hanya pergi meninggal saja sampai dua juta rupiah, pihak korban memberikan BPJS Jaminan Pemko ,namun kata pihak rumah sakit BPJS nya sudah mati ,entah apa sebabnya.katanya.kata dia menirukan kejadian seperti dalam pemberitaan sebelumnya ,
Ironisnya untuk membawa jenazah itu dari RSUD ke Kebun sikolos itu dengan ambulan RSUD harus membayar lagi 250 ribu , jelas itu warga KTP Padang Panjang padahal biaya yang tadinya 2juta an yang akhirnya dibayar 1,3 jutaan. Itu pun uang hasil patungan teman teman yang mengantar ke RSUD malam itu.
Setelah tak dapat membayar ambulan RSUD ,diantara pengantar ada yang kenal dengan ambulan gratis milik anggota partai politik.warga aja bisa memberikan gratis pada warga Padang Panjang jika dalam kota ,kok ambulan yang dibeli dengan APBD ngak bisa Membantu warga Padang Panjang sendiri
Gak hanya itu ,Novi Hendri meminta pada walikota (Pemko) agar melakukan revolusi total di tubuh RSUD itu ,juga kita akan pertanyakan tentang TPP direktur yang naik hingga 150 %itu, ketimpangan tunjangan PPPK ,Dan masih rendahnya gaji THL dan PTT tutur Novi(phi)














