Home / BERITA / NASIONAL / SEPAK BOLA

Monday, 8 May 2023 - 17:27 WIB

Jangan Monoton, 4F, Ajak Siswa Belajar Tanpa Bosan

Kota Pekalongan, Sinyalnews.com-Pada usia dini, anak mampu menyerap informasi dengan sangat cepat, oleh sebab itu diperlukan pendidikan anak sejak dini yang membuat mereka bisa berinteraksi dalam hubungan sosial mulai bermain dan belajar bersama dengan temannya. Melihat pentingnya hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim mendorong guru Pendidikan Anak Usia Dini untuk membentuk model pembelajaran yang menyenangkan, tanpa tekanan dan asik.

Pernyataan tersebut disampaikan Zainul pada kegiatan Halal Bihalal dan Workshop Pendidik PAUD Asik dan Menyenangkan yang digelar oleh HIMPAUDI Kota Pekalongan, Senin (8/5/2023) di gedung H.A Djunaid Convention Center, “Untuk menciptakan model pembelajaran yang asyik dan menyenangkan sebenarnya tidak membutuhkan modal besar, bisa menggunakan anggota tubuh yang kita miliki tentunya dikombinasikan dengan kreativitas dari masing-masing guru,” tuturnya.

Baca Juga :  TNI Manunggal Dengan Rakyat, Satgas Yonif 641/Bru Bantu Pembangunan Gereja di Distrik Bolakme

 

Pada kesempatan tersebut, turut hadir narasumber nasional yakni Kang Deden Gurame, Zainul berharap ilmu serta pengetahuan yang disalurkan olehnya bisa diserap dan diimplementasikan ratusan guru PAUD yang mengikuti workshop tersebut sehingga generasi masa depan dapat tumbuh dan berkembang dengan menyenangkan.

 

Lebih lanjut, dalam mengisi materi Kang Deden menyebutkan kiat-kiat bagaimana guru di tiap daerah khususnya di kota Pekalongan agar bisa meningkatkan mutu kualitas dengan metode yang anak cintai, misalnya guru yang mampu menciptakan suasana 4F yaitu Fun, Friendly, Focus and Fresh , ” Fun menyenangkan, dimulai dari gurunya baru muridnya mereka akan mengikuti karena  children see, children do, friendly jadiin anak itu bersahabat jadikan teman sehingga mereka tidak merasa digurui, dia akan nyaman sehingga 6 aspek perkembangan motorik, sosial emosionalnya dibangun dari friendly tadi, kemudian tetap fokus terhadap tujuan pembelajaran tidak melenceng, fresh segar, ilmu segar, wajah dan pakaian gurunya maka kelas itu akan happy,” ujarnya.

Baca Juga :  Ustadz Sigit Sugiarto : Saya Menolak Keras Acara ASEAN Queer Advocacy Week

 

Setelah menciptakan suasana tadi, baru dilanjutkan dengan metode belajar berikutnya seperti story telling, magic education, aneka tepuk, aneka gerak dan lagu, semua hal tersebut harus disatukan dalam satu metode ketika guru mengajar, “Mendidik anak jangan pintar dulu tapi bahagiakan dulu dan bahagia dimulai dari seorang guru atau orang tua,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

SAHARA Inovasi Layanan Ramah Keluarga – Edy Oktafiandi Apresiasi KUA Padang Barat

BERITA

TMMD Sengkuyung II Tahun 2023 Bangun Peningkatan Jalan Beton di Kelurahan Gamer

BADAN NEGARA

DPRD Sahkan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

BERITA

Hampir Bersamaan, Dua Warga Kuwarasan Ditemukan Meninggal di Tempat Umum  

ARTIKEL

Polresta Cilacap Gelar Apel Operasi Patuh Candi 2025, Fokus Tertibkan Pelanggar Lalu Lintas

BERITA

Sutiah Nenek Yang Hilang di Perkebunan Berhasil di Temukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

BERITA

Dorong Naik Predikat AA, Kota Pekalongan Komitmen Penguatan Reformasi Birokrasi 2023

BERITA

Pemukulan Tombo Ditabuh: Gebyar HAB Ke 77 Tahun 2023 Secara Resmi di Lonching.