Bukan Sekadar Menata Pasar, Ramlan Ingin Mengembalikan Kebanggaan Bukittinggi

BUKITTINGGI.Sinyalnews.com – Dari lantai atas Pasar Atas Bukittinggi, pemandangan itu kini kembali menghidupkan optimisme. Lorong-lorong yang sempat lengang perlahan dipenuhi langkah pengunjung. Deretan kios yang dulu lebih banyak menunggu kini kembali sibuk melayani pembeli. Di bagian tengah gedung, puluhan lapak UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) tampak ramai diserbu masyarakat yang berburu kebutuhan, mulai dari fesyen, bordir, mukena hingga aneka aksesori.

Suasana yang beberapa waktu lalu hanya menjadi harapan, kini mulai menjelma kenyataan.

Di balik geliat itu, tersimpan sebuah kebijakan yang lahir dari keberanian mengambil keputusan. Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memilih menata ulang wajah Pasar Atas dengan memindahkan sejumlah PKL dari luar kawasan ke dalam gedung pasar. Langkah itu bukan sekadar merapikan kota, tetapi juga menghidupkan ruang-ruang perdagangan yang selama ini kehilangan denyutnya.

Yang menarik, relokasi tersebut dilakukan dengan pendekatan yang berpihak kepada pedagang. Pemerintah Kota tidak membebankan biaya listrik maupun retribusi sampah kepada para PKL. Mereka hanya dikenakan biaya sewa sekitar Rp1 juta per bulan. Bahkan untuk kawasan kuliner di lantai atas, meja-meja usaha disediakan langsung oleh pemerintah sehingga para pelaku usaha dapat segera berjualan tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk fasilitas dasar.

Kini, hasilnya mulai terlihat.

“Alhamdulillah, Pasar Atas sekarang sudah kembali bergairah. Pembeli mulai ramai lagi. Kami sebagai pedagang sangat merasakan perbedaannya,” tutur seorang pedagang bordir dan mukena dengan wajah penuh syukur.

Baca Juga :  Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Buka Puasa Bersama TNI-Polri Wilayah Makassar

Bagi para pedagang, keramaian adalah napas kehidupan. Ketika pengunjung kembali berdatangan, omzet perlahan meningkat, semangat berdagang tumbuh kembali, dan harapan yang sempat meredup mulai menyala.

Namun bagi Ramlan, membangkitkan Pasar Atas bukan sekadar mengejar angka kunjungan atau memenuhi target pendapatan daerah. Ada ikatan emosional yang jauh lebih dalam.

“Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini adalah bentuk kecintaan saya kepada kota kelahiran saya. Bukittinggi telah membesarkan saya, sehingga sudah menjadi kewajiban saya untuk mengembalikan yang terbaik bagi kota ini. Selama apa yang kami lakukan membawa manfaat bagi masyarakat, menghidupkan ekonomi pedagang, dan menjadikan Bukittinggi lebih baik, saya tidak akan pernah melihatnya sebagai sebuah halangan,” tegas Ramlan.

Menurutnya, setiap perubahan pasti menghadirkan tantangan dan kritik. Namun seorang pemimpin, kata dia, tidak boleh berhenti hanya karena takut menghadapi perbedaan pendapat.

“Yang saya pikirkan bukan bagaimana menyenangkan semua orang, melainkan bagaimana menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat. Kalau itu demi kebaikan Bukittinggi, saya akan terus melangkah,” ujarnya.

Visi Ramlan pun tidak berhenti pada pasar yang kembali ramai.

Ia ingin Pasar Atas kembali menjadi ikon perdagangan rakyat yang membanggakan, bukan hanya bagi warga Bukittinggi, tetapi juga bagi wisatawan dari berbagai daerah.

“Cita-cita saya sederhana, tetapi besar maknanya. Saya ingin Pasar Atas kembali menjadi kebanggaan Bukittinggi, menjadi jantung perekonomian rakyat yang hidup dari pagi hingga malam. Saya ingin setiap kios terisi, setiap pedagang tersenyum karena dagangannya laku, dan setiap wisatawan yang datang ke Bukittinggi tidak hanya mengenal Jam Gadang, tetapi juga menjadikan Pasar Atas sebagai tujuan utama untuk berbelanja. Kalau pasar ini hidup, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Itulah warisan yang ingin saya tinggalkan untuk kota yang saya cintai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Macet di Simpang Kantor DPRD Prov Sumbar, Tak Satupun Petugas Lantas Yang Atur Lalulintas

Foto yang diambil dari ketinggian seakan menjadi saksi perubahan itu. Lapak-lapak tersusun rapi, kios di berbagai lantai mulai hidup kembali, anak-anak berlarian mengikuti orang tuanya berbelanja, sementara para pedagang melayani pembeli tanpa henti. Pemandangan yang dahulu sulit ditemui, kini kembali menjadi wajah baru Pasar Atas.

Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern dan derasnya arus perdagangan digital, Pasar Atas Bukittinggi sedang membuktikan bahwa pasar rakyat tidak pernah kehilangan tempatnya. Yang dibutuhkan bukan hanya bangunan megah, melainkan keberanian menghadirkan kebijakan yang berpihak, kemauan mendengar suara pedagang, dan konsistensi menjaga denyut ekonomi kerakyatan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah pasar bukan diukur dari megahnya gedung yang berdiri, melainkan dari ramainya transaksi yang terjadi, senyum pedagang yang kembali merekah, dan harapan masyarakat yang tumbuh bersama. Di sanalah sebuah kepemimpinan meninggalkan jejaknya—bukan lewat pidato, melainkan melalui perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Penyerahan Aset Nagari Ujung Gading Kepada Nagari Hasil Pemekaran

BERITA

Jelang Idul Adha 1444 H, TPID Pasbar Sidak Pasar Kajai Talamau

ARTIKEL

Usai Emban Misi Kemanusiaan, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Tiba Di Tanah Air  

ARTIKEL

Polsek Cilacap Tengah Ungkap Kasus Pencurian, Tenyata Pelaku Anak di Bawah Umur!

BERITA

Tim Padang City Juara Harapan di Liga Sentra Indonesia 2022

ARTIKEL

Polres Batang Lakukan Program Ikan Selayar Untuk Menekan Angka Kecelakaan di Objek Wisata Perairan  

ARTIKEL

Wakapolresta Cilacap Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan Prajurit Komando Angkatan 110 di Nusakambangan

BERITA

Pertina Sumbar Targetkan Juara Umum PON XXII