Padang, Sinyalnews.com,- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi didampingi Direktur Pembiayaan Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Indah Megahwati dan Kadisperindag Sumbar Novrial melakukan monitoring ketersediaan 12 stok komoditas pangan ke Pasar Raya Padang, Selasa (11/4/2023).
Dari hasil peninjauan di beberapa titik di Pasar Raya Padang, tidak ditemukan gejolak kenaikan harga bahan pokok mejelang Lebaran tahun ini. Komoditas bawang merah, cabai merah, cabe keriting, telur ayam beras, minyak goreng, dan sejumlah bahan pokok lainya masih relatif stabil.

Bahkan beberapa komoditas juga terpantau mengalami penurunan harga seperti cabai merah dan telur. Menjelang Ramadhan harga telur misalnya Rp55 ribu/30 butir yang ukuran besar, sekarang rata-rata Rp50 ribu/30 butir.
Begitu juga cabai merah sebelum Ramadhan, ada yang mencapai Rp35 ribu/kg, sekarang Rp30 ribu/kg – Rp32 ribu/kg. Sedangkan komoditas lain harganya relatif stabil seperti daging dan lainnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, secara umum di Sumbar, ketersediaan pangan pokok terpenuhi dan terjaga. Kalau pun ada kenaikan harga di antaranya, masih dalam batas kewajaran.
“Meski harga relatif aman dan stabil, tidak dipungkiri daya beli masyarakat menurun. Tidak seperti hari-hari biasa. Bahkan saat sambut Ramadhan cukup ramai. Mungkin seminggu jelang Idul Fitri, ramai lagi pembelinya. Tapi yang jelas, stok kami aman,” kata Mahyeldi.
Kadisperindag Sumbar Novrial menyebut, sidak dan monitoring ketersediaan pangan pokok dilakukan tidak hanya di pasar raya Padang, tapi juga di seluruh kab/kota di Sumbar.
Novrial memperkirakan jelang Idul Fitri akan ramai seperti saat menyambut Ramadhan.
Meski begitu, sambungnya, jika terjadi gejolak harga signifikan, pemerintah segera mengatasinya dan langkah-langkah kongkret segera pula diambil sehingga di Hari Lebaran Idul Fitri, harga stabil dan terjamin.
“Bapak Gubernur nginkan keamanan pangan di Sumbar terjaga baik selama Ramadhan hingga hadapi Idul Fitri. Makanya, kami selalu memantau harga ke berbagai daerah untuk memastikan hal ini,” terang dia.
Dalam sidak tersebut, Gubernur tidak hanya mendatangi beberapa pedagang, tapi juga diskusi dengan konsumen. Selain itu, juga meninjau kesiapan Bulog dalam penyediaan stok beras dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC).
“Memang kita tidak menampik, ada kemungkinan kebutuhan daging, cabai, bawang akan meningkat jelang lebaran. Hal ini disebabkan, akan mudiknya perantau. Untuk menyikapinya, kita sudah menambah stok dan kebutuhan sebesar 15 persen dari kondisi normal,” ujarnya.
(Marlim)














