Tanggapan PH Terdakwa Terhadap Penambahan Tim JPU  

Jakarta, Sinyalnews.com,- Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Ketut Sumedana mengatakan, bahwa Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta meminta penambahan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk sidang dengan terdakwa Irjen Teddy Minahasa. Hal ini bertujuan guna memperkuat proses pembuktian kasus peredaran narkoba jenis sabu yang menyeret mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) itu.

 

“Pergantian tim JPU tersebut dilakukan, karena adanya permintaan dari Kejati DKI Jakarta dalam rangka penambahan personel untuk penguatan proses pembuktian di persidangan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Februari 2023.

 

Terdakwa Teddy, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Hotman Paris Hutapea, mempertanyakan jumlah tim jaksa kliennya yang bertambah.

Baca Juga :  *Surprise untuk HUT TNI ke 78, Kapolda Jateng kunjungi rumah dinas Pangdam IV/Diponegoro* 

 

Bahkan, dia mengatakan, sebagian jaksa pernah menangani kasus terpidana pembunuhan berencana, Ferdy Sambo.

 

Dihadapan majelis hakim, Hotman meminta tim JPU untuk memberikan surat tugas dan data nama jaksa yang hadir. Akan tetapi, tim jaksa tidak langsung menyerahkan surat tugas. Sebab, tim jaksa adalah satu dan tak dapat terpisahkan.

 

Penasihat hukum Teddy, lanjut Ketut, seharusnya tidak meminta identitas anggota tim jaksa yang telah diganti. Alasannya lantaran pergantian tersebut telah disampaikan saat pertama kali sidang dibuka. Selain itu, surat pergantian atau penambahan tim jaksa akan diserahkan kepada majelis hakim.

Baca Juga :  KONI Padang Gelar Raker di ikuti oleh 58 Cabang Olah Raga 

 

“Seharusnya tim penasihat hukum tidak sepatutnya meminta identitas dari anggota tim jaksa penuntut umum yang telah diganti,” terang Ketut.

 

Dalam sidang Hotman, mempertanyakan perubahan anggota tim JPU yang hadir. Anggota tim JPU itu tidak sesuai dengan persidangan sebelumnya.

 

Pengacara kondang itu menyebut pergantian tim jaksa memang tidak berpengaruh atau melanggar. Masalahnya, tutur dia, jumlah jaksa sidang Teddy Minahasa lebih banyak dengan anggota yang berbeda.

 

“Ini menjadi tanda kalau mereka sudah merasa kuat. Ngapain mereka menambah jaksa begitu banyak, bahkan dari Kejagung,” ucap Hotman Paris.

Share :

Baca Juga

BERITA

Program TMMD Sengkuyung I Tahun 2023 Kodim 0703 Cilacap Resmi Dibuka

BERITA

Delay 3,5 Jam Tanpa Kepastian, Penumpang Pertanyakan Krisis Manajemen Super Air Jet

BERITA

Polsek Padang Timur Adakan Giat Mendaki 500 Tangga Gunung Padang

BERITA

Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jalan Penghubung Akabiluru – Tilatang Kamang

ARTIKEL

Defri Nasri, SH.M.Kn Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum IKASMANLI

ARTIKEL

Kemenag Apresiasi Khatam Qur’an MDTA Masjid Nurul Mubin Katanah

BERITA

Walikota Deri Asta Hadiri Acara Pisah Sambut Kepala Desa Pasa Kubang Sawahlunto

ARTIKEL

Mahyeldi-Vasko Bakal Gandeng Muhammadiyah Gerak Cepat Untuk Sumbar Idaman