Home / ARTIKEL / BERITA / BUDAYA / DAERAH / NASIONAL / SINYAL HIKMAH

Saturday, 15 June 2024 - 07:03 WIB

Sosialisasi Penguatan Transisi PAUD/RA ke SD/MI Pentingnya Transformasi Pendidikan, Berikut Penjelasan Kepala Kantor

PADANG SINYALNEWS.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Edy Oktafiandi didampingi Kepala seksi Pendidikan Madrasah Farhan Furqani bersama Pengawas Madrasah MI/RA Zainab.
Berikan sosialisasi penguatan transisi anak usia dini (PAUD) Raudlatul Athfal (RA) ke Madrasah Ibtadaiyah (MI) bagi Kepala Madrasah dan Guru MI Kelas Awal Se-Kota Padang Tahun Pelajaran 2024/2025, berlangsung di Aula MIN 3 Kota Padang pada Jumat 14 Juni 2024.

Dijelaskan Edy bahwa kegiatan ini menyasar kepada lebih kurang 100 orang guru Raudlatul Athfal (RA) dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) termasuk Kepala Madrasah se-Kota Padang yang dimaksudkan agar mereka memahami masa penerimaan siswa baru jenjang RA ke MI tidak menerapkan hasil tes membaca, menulis, ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran RA ke SD/MI kelas awal mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik sampai dengan kelas 2 (dua) SD/MI.

Dimana, satuan pendidikan perlu menyesuaikan layanan pendidikannya, tentunya dengan layanan yang baik, holistik menyeluruh ataupun metode Gampang Asyik dan Menyenangkan (GaSiNg).
Edy berharap sosialisasi transisi RA Ke SD/MI tentunya perlu dukungan yang kuat untuk semua pihak, diantaranya para pendidik dan tenaga kependidikan, para orang tua, lingkungan Masyarakat dan Pemerintah.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan para guru RA dan MI memahami regulasi tentang transisi layanan PAUD ke MI, pola pendidikan dan pengajarannya yang menyenangkan, banyak diisi konten-konten bermain sama seperti ketika peserta didik berada di RA/PAUD/TK, ulasnya.
Selain itu, para guru PAUD dan MI di Kota Padang bisa memahami bahwa, ketika peserta didik masih berada di kelas 1 dan 2 SD/MI diperlakukan sama seperti saat di RA.

Baca Juga :  Paket Pekerjaan Tanah dan Patok Embung Bomben Kolok di Lelang Dinas SDA dan BK Sumbar

Edy menegaskan, dalam mendukung kebijakan transisi PAUD ke MI ini, jajaran Kemenag Kota Padang menyiapkan beberapa langkah peningkatan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidiknya.
“Mengarah pada bimtek atau in house training , menyesuaikan sarana dan prasarana pendidikan lewat dana BOS yang disesuaikan dengan kebutuhan,” ucap Edy.

Adapun tujuan sosialisasi ini adalah agar pembelajaran di jenjang MI pada Tahun ajaran baru 2024/2025 sudah menerapkan pembelajaran seperti di jenjang RA yakni pembelajaran yang menyenangkan bagi anak peserta didiknya.
“Artinya, tidak semata-mata mengajarkan baca, tulis, dan menghitung saja. akan tetapi, bagaimana mengajarkan baca, tulis, dan menghitung dengan cara yang menyenangkan seperti pembelajaran yang diajarkan di RA,”sambung Edy.
Lanjutnya, di langkah awal kebijakan transisi PAUD-MI ini akan terus disosialisasikan. Usai disosialisasikan, maka Kemenag akan memberikan pendampingan maupun pelatihan kepada para guru, dan melakukan metode saling tukar mengajar.
Dimana, ada guru RA mengajar di MI, begitupun sebaliknya ada guru MI mengajar di RA. Sehingga, proses transisi pembelajaran dari PAUD/RA ke SD/MI ini bisa berjalan dengan optimal dan lancar.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Terima Kunjungan Ketua Pengprov Pertina Sumbar yang Baru

Sebagaimana sama-sama kita ketahui, kebijakan transisi pembelajaran PAUD ke MI ini akan diberlakukan mulai Tahun Ajaran Baru 2024/2025 agar bisa menciptakan suasana pembelajaran anak yang menyenangkan, dan mendukung suksesnya Kurikulum merdeka nantinya.
Akan diberlakukan serentak di seluruh jenjang RA maupun MI dibawah Kemenag, tetapi caranya tentu bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada.

Untuk mindset dan teknis, serta merta akan dilaksanakan kebijakan ini pada Tahun Ajaran 2024/2025, beber Edy.
Diakhir penuturannya, Edy menjelaskan bahwasanya minat bakat merupakan suatu kemampuan (potensi) yang dimiliki peserta didik. dimana tingkat kemampuan peserta didik berbeda.
Pada kenyataanya minat bakat siswa kurang dalam belajar dikelas dikarenakan permasalahan dalam dunia pendidikan hal yang paling diperhatikan yaitu adalah menggali potensi bakat minat siswa dalam lingkungan Madrasah/Sekolah.

Sebagaimana mestinya potensi tersebut yang dapat menunjang prestasi siswa dalam bidang akademik dan non akademik.
Potensi bisa berupa kecerdasan atau kemampuan dalam melakukan sesuatu secara optimal, sehingga mendatangkan banyak kesempatan untuk siswa tersebut.

Karena potensi-potensi tersebut bisa ditemui atau dikenali dan diasah secara terus menerus sehingga diusia muda bisa menentukan sendiri apa yang ingin mereka capai.
Sekaligus mengetahui bakat apa saja yang ia miliki dan paham bagaimana cara mengasah bakat tersebut.
Hingga terwujud Madrasah Maju, Bermutu dan Mendunia, pinta Edy seraya menyudahi.
HarisTJ

Share :

Baca Juga

BERITA

Gustami Hidayat Resmikan Lapangan Basket SMAN 5 Padang

ARTIKEL

Delapan Belas Siswa dan Pendamping Pramuka MAN 3 dan MTsN 5 Padang Wakili Sumbar

BERITA

Kadis DLH Sumbar Apresiasi Semen Padang, Serahkan 20 Bak Sampat Terpilah untuk Masjid Raya Sumbar

ARTIKEL

Lepas Duta Parlemen Remaja 2023, Ini Pesan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius     

BERITA

Begini Respon Pemprov Sumbar Terkait Tudingan yang Menyebut Gubernur Lamban

ARTIKEL

Wujudkan Harmoni Ulama dan Umara, Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang Sambangi Ulama Sepuh

BERITA

Kapolres Pekalongan Serahkan Barang Hibah dari Pemprov Jateng kepada Kapolsek dan Kasat Samapta

ARTIKEL

Ketua Kwarda Sumatera Barat, Audy Joinaldy Terima Penghargaan Lencana Darma Bakti dan Karya Bakti