Sejak dilantik dan serah terima jabatan pada 20 April 2026 lalu, Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas seperti tak memberi ruang bagi waktu untuk berjalan biasa-biasa saja. Dari pembinaan keagamaan, pendidikan warga binaan, ketahanan pangan, hingga kini layanan kesehatan gratis, satu per satu program digerakkan. Di balik tembok tinggi dan pintu besi itu, ada upaya menghadirkan kembali rasa kemanusiaan yang lama nyaris terlupakan.
Padang Panjang ,Sinyalnews.com-Pagi itu, suasana Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang tak lagi terasa seperti wajah penjara yang identik dengan sunyi dan ketegangan. Di ruangan yang biasanya dipenuhi disiplin dan batas-batas ketat, puluhan warga binaan duduk antre dengan wajah tenang. Satu per satu tangan diperiksa, tekanan darah diukur, detak jantung dipantau.
Di sudut ruangan, seorang warga binaan tersenyum kecil usai mengetahui kadar gulanya normal. Di meja lain, petugas rutan ikut memeriksakan kesehatan mereka. Tak ada sekat. Tak ada jarak sosial antara seragam penjaga dan pakaian warga binaan. Yang ada hanya satu kesadaran: semua manusia berhak sehat.
UPTD Puskesmas Koto Katiak, Kamis (07/05), menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan petugas Rutan Padang Panjang. Pemeriksaan yang dilakukan tidak sekadar formalitas administratif. Mulai dari gula darah, asam urat, kolesterol, tekanan darah, pemeriksaan gigi, EKG jantung, hingga konsultasi dokter dilakukan menyeluruh.
Sebanyak 136 warga binaan dan 52 petugas menjadi target pemeriksaan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas bersama klinik Rutan diterjunkan langsung sebagai bagian dari sinergi Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang dengan pihak Rutan.
Di tengah antrean pemeriksaan, Kepala Rutan Padang Panjang Novri Abbas tampak ikut berbaur. Sejak resmi menjabat akhir April lalu, Novri memang terlihat agresif membangun wajah baru Rutan Padang Panjang. Bukan hanya bicara soal keamanan, tetapi juga soal martabat manusia.
Di tangannya, rutan perlahan diubah menjadi ruang pembinaan yang lebih hidup. Setelah menggandeng dunia pendidikan, memperkuat pembinaan keagamaan, hingga menggerakkan program ketahanan pangan warga binaan, kini kesehatan menjadi fokus berikutnya.
Pesan yang dibawa Novri sederhana namun kuat,narapidana tetap manusia.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Kesehatan yang telah memberikan perhatian kepada kesehatan warga binaan dan petugas kami. Kegiatan ini sejalan dengan program Presiden terkait cek kesehatan gratis bagi masyarakat,” ujar Novri.
Namun lebih dari sekadar program pemerintah, kegiatan itu terasa seperti pengingat bahwa di balik status “warga binaan”, ada manusia-manusia yang juga menyimpan kecemasan tentang tubuh mereka sendiri. Tentang kolesterol yang tinggi, tekanan darah yang diam-diam naik, atau rasa takut terhadap penyakit yang tak pernah diperiksa.
Kepala Puskesmas Koto Katiak, Irda Yulia, SKM, menyebut secara umum kondisi kesehatan petugas dan warga binaan Rutan Padang Panjang cukup baik. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dalam keseharian.
“Dari hasil pemeriksaan, kondisi kesehatan petugas dan warga binaan sangat bagus. Tinggal menjaga pola hidup sehat. Mudah-mudahan seluruh WBP dan petugas selalu dalam keadaan sehat,” harap Irda.
Di balik angka-angka pemeriksaan medis itu, ada pesan yang lebih besar sedang dibangun di Rutan Padang Panjang: pemasyarakatan bukan hanya tentang menghukum, tetapi tentang memulihkan manusia.
Dan di tengah berbagai stigma terhadap lembaga pemasyarakatan, langkah-langkah kecil yang terus dilakukan sejak Novri Abbas memimpin Rutan Padang Panjang perlahan menjadi cahaya,bahwa bahkan di balik jeruji, negara masih bisa hadir dengan wajah yang hangat.(paulhendri)














