Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / SUMBAR

Wednesday, 6 May 2026 - 21:17 WIB

Di Balik Jeruji, Jalan Pulang Itu Bernama Iman

OoDi sebuah ruang sederhana di Padang, dua tangan bertemu,bukan sekadar berjabat, tetapi seperti sedang merajut harapan. Dari balik tembok Rutan Kelas IIB Padang Panjang, sebuah ikhtiar sunyi tengah disiapkan: mengembalikan manusia pada dirinya, melalui jalan iman.

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Rabu siang itu (06/05), Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, melangkah masuk ke Yayasan Dar El-Iman. Tidak ada seremoni besar, tak ada tepuk tangan riuh. Yang ada hanya percakapan tenang tentang sesuatu yang kerap luput dalam sistem pemasyarakatan: pembinaan jiwa.

Di hadapannya, Ketua Yayasan, Muhammad Elvi Syam, berbicara tentang tahfiz, dakwah, dan jalan sunyi memperbaiki diri. Kata-katanya sederhana, namun mengandung daya ledak: bahwa manusia, bahkan yang pernah tersandung hukum, tetap punya ruang untuk kembali.

Baca Juga :  Subsatgas Banops jamin Disiplin Personel Pengamanan Piala Dunia U-17: Propam Laksanakan Pengecekan Rutin 

“Ke depan, kita ingin WBP tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga menemukan makna,” ujarnya pelan, seolah menimbang setiap kata.

Gagasan itu bukan tanpa alasan. Di dalam rutan, waktu seringkali berjalan lambat, bahkan terasa membeku. Hari-hari bisa menjadi kosong, dan kekosongan itu, jika tak diisi, bisa menjelma menjadi keputusasaan. Di titik itulah program pembinaan keagamaan menemukan urgensinya.

Novri Abbas memahami betul hal itu. Baginya, rutan bukan sekadar tempat menahan, tetapi ruang membentuk ulang manusia.“Kami ingin ada perubahan yang nyata. Tidak hanya keluar sebagai orang bebas, tetapi juga sebagai pribadi yang lebih utuh,” katanya.

Baca Juga :  Pemda Pasbar Bersama Forkopimda Gelar Rapat Tindak Lanjut Perambahan Hutan Di Wilayah Sekitar Teluk Tapang

Rencana kerja sama ini bukan sekadar formalitas. Ia akan diturunkan dalam bentuk konkret: program tahfiz Al-Qur’an, pembinaan dakwah, hingga kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung keseharian warga binaan. Sebuah Nota Kesepahaman bahkan telah disiapkan, tanda bahwa ini bukan wacana sesaat.

Di ujung pertemuan, simbol itu hadir dalam bentuk sederhana: sebuah Al-Qur’an dan kurma diserahkan. Bukan sekadar cenderamata, melainkan penanda arah, bahwa di balik jeruji, selalu ada jalan pulang.

Dan mungkin, di tengah segala keterbatasan, inilah yang paling dibutuhkan: bukan sekadar hukuman, tetapi harapan yang terus dinyalakan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Sambut 1 Muharam 1445 H, H. Ginno Irwan Hadiri Tabligh Akbar di Kelurahan Koto Tingga Dalam Kuranji

BADAN NEGARA

Berturut-turut, Wako Fadly Amran Terima Penghargaan Nirwasita Tantra Dua Kategori

ARTIKEL

1 Juta Butir Petasan Rawit dan 18 Kg Bubuk Mercon Diamankan Polres Kebumen dalam KRYD Bulan Ramadhan

BERITA

Langkah Progresif Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi Dalam Memberikan Perlindungan Anak Korban Kekerasan Seksual diapresiasi LBH APIK

BERITA

Optimalkan Potensi Warga Binaan, Lapas Bukittinggi Tingkatkan Pembinaan Kemandirian

ARTIKEL

Babinsa Koramil 07/Maos Menghadiri Kegiatan Sholawatan

BADAN NEGARA

Disperindag Sumbar Gelar Pelatihan Menjahit untuk Kelompok Melati Nagari Koto Tuo

BERITA

Terkait Perkara SKEBP Daging Sapi pada PT Surveyor Indonesia, Kejagung Periksa 1 Orang Saksi