Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / SUMBAR

Wednesday, 6 May 2026 - 21:17 WIB

Di Balik Jeruji, Jalan Pulang Itu Bernama Iman

OoDi sebuah ruang sederhana di Padang, dua tangan bertemu,bukan sekadar berjabat, tetapi seperti sedang merajut harapan. Dari balik tembok Rutan Kelas IIB Padang Panjang, sebuah ikhtiar sunyi tengah disiapkan: mengembalikan manusia pada dirinya, melalui jalan iman.

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Rabu siang itu (06/05), Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, melangkah masuk ke Yayasan Dar El-Iman. Tidak ada seremoni besar, tak ada tepuk tangan riuh. Yang ada hanya percakapan tenang tentang sesuatu yang kerap luput dalam sistem pemasyarakatan: pembinaan jiwa.

Di hadapannya, Ketua Yayasan, Muhammad Elvi Syam, berbicara tentang tahfiz, dakwah, dan jalan sunyi memperbaiki diri. Kata-katanya sederhana, namun mengandung daya ledak: bahwa manusia, bahkan yang pernah tersandung hukum, tetap punya ruang untuk kembali.

Baca Juga :  SSB Batuang Taba Robohkan SSB Anam Lingkung dengan Skor 5-2 pada Anniversary Putra Sicicin Cup I tahun 2023

“Ke depan, kita ingin WBP tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga menemukan makna,” ujarnya pelan, seolah menimbang setiap kata.

Gagasan itu bukan tanpa alasan. Di dalam rutan, waktu seringkali berjalan lambat, bahkan terasa membeku. Hari-hari bisa menjadi kosong, dan kekosongan itu, jika tak diisi, bisa menjelma menjadi keputusasaan. Di titik itulah program pembinaan keagamaan menemukan urgensinya.

Novri Abbas memahami betul hal itu. Baginya, rutan bukan sekadar tempat menahan, tetapi ruang membentuk ulang manusia.“Kami ingin ada perubahan yang nyata. Tidak hanya keluar sebagai orang bebas, tetapi juga sebagai pribadi yang lebih utuh,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Padang Panjang Hendri Arnis Mulai Benahi Pasar, Atur Rekayasa Lalu Lintas, dan Beri Seragam Gratis untuk Siswa

Rencana kerja sama ini bukan sekadar formalitas. Ia akan diturunkan dalam bentuk konkret: program tahfiz Al-Qur’an, pembinaan dakwah, hingga kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung keseharian warga binaan. Sebuah Nota Kesepahaman bahkan telah disiapkan, tanda bahwa ini bukan wacana sesaat.

Di ujung pertemuan, simbol itu hadir dalam bentuk sederhana: sebuah Al-Qur’an dan kurma diserahkan. Bukan sekadar cenderamata, melainkan penanda arah, bahwa di balik jeruji, selalu ada jalan pulang.

Dan mungkin, di tengah segala keterbatasan, inilah yang paling dibutuhkan: bukan sekadar hukuman, tetapi harapan yang terus dinyalakan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Koperasi Sumbar Madani Sejahtera Adakan Rapat Anggota Tahunan Tahun 2023

BERITA

Dua Atlit POBSI Sumbar Ikut Pelatihan Nasional

ARTIKEL

Satgas Medis Pam VVIP Jamin Kesehatan Peserta KTT World Water Forum ke 10

BERITA

Dihadiri Ratusan Orang, Kampanye di Rumah Pemenangan TIMSAR Berjalan Lancar

ARTIKEL

Program Cegah Stunting, Babinsa Koramil Maos Dampingi PMT Bagi Balita

BADAN NEGARA

Lintas Juang Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke-78 Tahun 2023, Polres Bintan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Bintan

BERITA

Mursalim : Kita Akan Cabut Izin Penginapan Yang Menerima Pasangan Bukan Muhrim  

ARTIKEL

Kodam XIV/Hasanuddin Ungkap Sindikat Penipuan Digital “Passobis” yang Mencatut Nama Pejabat Kodam