Api di Halaman Pengadilan, Alarm Kesiapsiagaan yang Tak Lagi Bisa Ditunda

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di halaman Pengadilan Negeri Padang Panjang, kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi. Sejumlah pegawai tampak mundur perlahan. Wajah-wajah tegang bercampur cemas. Namun siang itu bukanlah bencana sungguhan. Api yang menyala dari tabung gas dalam simulasi tersebut justru menjadi peringatan keras: musibah bisa datang kapan saja, tanpa mengetuk pintu lebih dulu.

Dalam suasana serius namun penuh antusias, pihak pengadilan menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Padang Panjang menggelar sosialisasi mitigasi bencana, simulasi gempa bumi, hingga demonstrasi pemadaman kebakaran bagi seluruh pegawai pengadilan.

Kegiatan itu bukan sekadar seremoni tahunan atau rutinitas administratif belaka. Di balik semburan api dan instruksi evakuasi yang terdengar lantang, tersimpan kegelisahan besar tentang pentingnya keselamatan manusia di lingkungan pelayanan publik.

Apalagi, dalam waktu dekat seluruh pengadilan akan menghadapi penilaian integritas kelembagaan. Bukan hanya soal administrasi dan pelayanan hukum, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat yang menjadi bagian penting dari standar penilaian modern sebuah institusi negara.

Baca Juga :  Serambi Mekkah atau Sekadar Label?”

Ketua Pengadilan Negeri Padang Panjang, Peatra Jeanny, menegaskan bahwa seluruh pegawai harus memahami langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi.

“Semua pegawai PN terlebih dahulu diberikan pemaparan tentang siaga bencana dan upaya penanggulangan keselamatan oleh pihak Damkar, sehingga saat kondisi darurat terjadi, tidak ada kepanikan yang justru memperbesar risiko,” ujarnya.

Di hadapan para pegawai, instruktur sosialisasi sekaligus Kabid Damkar dan Penyelamatan , Jhon Eriko, menjelaskan bahwa musibah sering kali berubah menjadi lebih besar bukan hanya karena api atau gempa, tetapi karena kepanikan manusia saat menghadapinya.

“Dalam musibah gempa maupun kebakaran, jangan panik. Itu kunci utama. Kalau panik, orang tidak bisa berpikir jernih. Lakukan langkah pengendalian sesuai prosedur keselamatan yang sudah diajarkan,” tegasnya di sela simulasi.

Ia memperagakan langsung cara memadamkan api menggunakan alat sederhana hingga teknik penyelamatan saat terjadi gempa bumi. Beberapa pegawai tampak gugup ketika diminta memegang alat pemadam dan menghadapi kobaran api secara langsung. Namun dari kegugupan itulah lahir keberanian baru.bahwa keselamatan bukan hanya tugas petugas damkar, melainkan tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Ikut Roadshow Survei Indeks TDN, Begini Arahan Kemendagri

Suara instruksi terdengar bersahutan. Ada yang berlari menuju titik kumpul, ada yang menunduk melindungi kepala saat simulasi gempa diperagakan. Di tengah latihan itu, tersirat satu pesan kuat: gedung megah dan sistem hukum yang rapi akan kehilangan makna bila manusia di dalamnya tak siap menyelamatkan nyawa.

Simulasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa lembaga peradilan bukan hanya benteng pencari keadilan, tetapi juga harus menjadi ruang aman bagi setiap orang yang bekerja dan mencari kepastian hukum di dalamnya.

Sebab dalam situasi darurat, yang diuji bukan sekadar prosedur, melainkan kesiapan hati, ketenangan pikiran, dan keberanian bertindak di detik-detik paling menentukan.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polsek Sukajadi Berhasil Amankan 2 orang Pelaku Curanmor yang Telah Beraksi di Wilkum Polsek Sukajadi

ARTIKEL

Zulhendri Ismed, Sekretaris Umum PPSI Sumbar Maju Caleg DPRD Kota Padanga 2024

ARTIKEL

Musda I DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas RI (IKAL) Provinsi Sumatera Barat, Prof, Carlo Terpilih Aklamasi

BERITA

Ratusan Warga Noyontaan Berantusias Ikuti Pawai Gema Malam Takbir Idul Fitri 1444 Hijriah

BERITA

Gustami Hidayat : Perda 7/2021 Diharapkan Memberi Perlindungan bagi Anak dan Perempuan  

BERITA

RUNKRAF 2026: Ketika Tanjakan Padang Panjang Menyatukan Indonesia dalam 1.500 Langkah Harapan

BERITA

Polresta Cilacap Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak

BERITA

“Terkait PPDB Zonasi Bermasalah” Walikota dan Ketua DPRD Padang Panjang Kena Prank Gubernur