Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / SUMBAR

Tuesday, 5 May 2026 - 10:55 WIB

Dari Balik Jeruji, Harapan Disemai: Saat Rutan dan Sekolah Menyatu Menyelamatkan Masa Depan

Di Padang Panjang, sebuah lembar perjanjian tak sekadar ditandatangani—ia menghidupkan kembali hak yang lama terampas: pendidikan. Di balik tembok Rumah Tahanan, negara hadir bukan untuk menghakimi lebih jauh, tetapi memberi kesempatan kedua.

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Suasana ruang kerja itu terasa khidmat. Lima pasang mata menatap satu arah, pada dokumen yang terbuka, pada tanda tangan yang segera mengering, pada harapan yang sedang dirajut ulang. Kepala Dinas Pendidikan Padang Panjang, Nasrul, yang juga Ketua Pramuka, menorehkan komitmen: pendidikan harus tetap hidup, bahkan di tempat yang selama ini identik dengan keterbatasan.

Kerja sama antara Rutan Padang Panjang dan Dinas Pendidikan bukan sekadar program administratif. Ia menjelma menjadi jalan pulang bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang pernah terputus dari dunia belajar. Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), ruang-ruang di dalam rutan kini diisi suara pelajaran, diskusi, dan harapan yang tak lagi bisu.

Baca Juga :  Peradi Imbau Kapolda Sumbar Lepaskan Advokat yang Jalankan Tugas Profesi

Di sana, huruf-huruf kembali dirangkai. Angka-angka kembali dipahami. Lebih dari itu, kepercayaan diri perlahan dipulihkan. Pendidikan di dalam rutan menjadi cara paling sunyi namun paling kuat untuk mengatakan bahwa masa depan belum selesai.

Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, serta Wakil Ketua DPRD Mardiansyah. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa negara tidak absen, bahkan di ruang-ruang yang sering luput dari perhatian.

Namun hari itu tak berhenti pada seremoni. Di halaman rutan, ribuan bibit ikan lele ditebar. Bantuan pribadi yang diberikan menjadi penanda lain: pembinaan tak hanya lewat buku, tetapi juga lewat keterampilan dan ketekunan. Lele-lele kecil itu seperti cermin, tumbuh dalam keterbatasan, tetapi menyimpan potensi kehidupan.

Baca Juga :  Anak-anak Sekolah SD 16 Timbalun Keluhkan Akses Jalan Kesekolah Mereka Tak Kunjung Dibangun, "Kami Masih Lewat Pematang Sawah"

Pramuka pun dilibatkan. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan ditanamkan sebagai fondasi karakter. Para WBP tidak hanya didorong untuk cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan sosial.

Semua upaya itu bermuara pada satu tujuan: ketika pintu rutan terbuka suatu hari nanti, yang melangkah keluar bukan lagi pribadi yang sama. Mereka adalah orang-orang yang telah ditempa, dibekali, dan dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat,bukan sebagai beban, tetapi sebagai harapan.

Rutan Padang Panjang hari ini sedang menulis cerita baru. Bahwa di balik jeruji, kehidupan tidak berhenti. Ia hanya menunggu kesempatan untuk tumbuh kembali.ditangan Novri Abbas , memanusiakan manusia kembali dirutan Padang Panjang (Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Polda Jateng Gelar FGD, Bahas Pemanfaatan AI untuk Kerja Komunikasi Polisi

BADAN NEGARA

Eksportir Rendang dari Rantau Orang

BERITA

Pererat Kedekatan Dengan Warga, Personel Polres Batang Rajin Gelar Khutbah Jumat Keliling  

BERITA

Patah dan Mengancam Nyawa Masyarakat, Ketua KNPI Riau: “Ayo Kita Bongkar Tipikor Flyover Tersebut”

BERITA

Sertu Budi Yuwono Gelar Komsos di Gurun

BERITA

Tidak Hadiri Audensi dengan Pemko Bukittinggi, Presiden BEM Universitas Fort De Kock: Mahasiswa Bukanlah pihak Bersengketa dengan Pemko Bukittinggi

ARTIKEL

Kapolres Blora Sediakan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak

ARTIKEL

Terima Kunjungan LKAAM Sumbar, Muhidi: DPRD Siap Perhatikan Aspirasi demi Generasi Penerus Minangkabau