Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / HUKUM / NASIONAL / PERISTIWA / SINYAL HIKMAH

Thursday, 18 April 2024 - 08:01 WIB

Jacob Ereste : *Sikap Tak Bijak Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong Yang Tidak Cerdas*

SUMUR BATU SINYALNEWS.COM – Kebodohan Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong yang mengolok-olok Agama Islam tidak cuma akan merugikan dirinya sendiri sebagai pendeta yang tidak berkualitas, tetapi juga bisa membuat umat Kristen yang diasuhnya menjadi tidak percaya untuk ajaran dan bimbingan yang dilakukannya.

Kemarahan umat Islam sendiri mungkin saja bisa dikendalikan dengan pemberian maaf dari Yusuf Kalla bahkan pihak Majlis Ulama Indonesia yang telah disambanginya untuk menyatakan kebodohannya itu sekaligus memohon maaf. Namun bisa saja umat Islam yang lain tidak dapat memaafkan pelecehan dan olokan itu yang memang terkesan sangat melecehkan bahkan merendahkan.

Pernyataan yang tidak simpatik itu, juga sangat bertentangan dengan upaya yang telah dibangun Forum Lintas Agama untuk menjalin kerukunan antar umat beragama, seperti yang telah dilakukan GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) dengan mengadakan dialog antar umat seperti yang dilakukan di Masjid Istiqlal Jakarta, pada 11 Maret 2023, lalu acara Dialog Ramadhan yang diselenggarakan di Katedral Jakarta, pada 14 April 2024

Baca Juga :  Dalam Rangka HUT Kodam XVII/Cenderawasih, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Sosial

Kualitas pengetahuan Pendeta Gilbert Emanuel Lumoindong yang tidak bijak itu — yang dengan sengaja mengolok-olok serta membandingkan dengan pengetahuan yang sangat terbatas tentang Islam, jelas sikap pongah sekedar untuk popularitas dihadapan umatnya yang pasti cukup banyak memiliki kecerdasan dan sikap bijak untuk mencerna maksud dari ungkapannya itu yang membandingkan besaran persentase zakat serta prosesi ibadah, berwudhu dan cara solat umat Islam yang dia anggap sulit dan memberatkan itu.

Sebagai seorang pendeta yang bijak, tidak sepantasnya Gilbert Emanuel Lumoindong melakukan olokan seperti itu, termasuk dihadapan jemaahnya sendiri. Namun toh, ungkapan konyol itu beredar juga secara meluas lewat media sosial dan mendapat kecaman dan hujatan dari berbagai pihak, justru setelah Gilbert Emanuel Lumoindong meminta permohonan maaf lewat Yusuf Kalla, baik dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Majid Indonesia maupun tokoh umat Islam dan memohon maaf pula kepada Majlis Ulama Indonesia, itu bukan berarti masalah olok-olok itu dapat dianggap selesai begitu saja oleh Umat Islam, baik yang ada di Indonesia maupun di tempat lain. Sebab olok-olok seperti itu bisa dianggap penghinaan serta penistaan dari seorang pendeta terhadap umat Islam ini sungguh sangat sulit untuk dimaafkan. Karena dalam olokan yang sangat tidak bermutu, tidak mendidik, dan bukan saja tidak menguatkan jalinan persaudaraan, tetapi semakin melemahkan kerukunan ikatan dan kerukunan antar umat beragama yang harus dan patut dijaga secara bersama oleh seluruh umat dari agama-agama yang ada cukup guyub dan rukun di Indonesia.

Baca Juga :  Amin Unggul di Sumbar, Caleg Petahana akan tersingkir, berdampak Nasdem menguasai DPR RI, akan adat di DPRD Provinsi Dapil I dan DPRD Kota wajah baru

Resikonya memang, akibat dari sikap yang tidak bijak dan tidak cerdas itu wajar mendapat hujatan dari berbagai pihak, bukan hanya dari kalangan umat Islam semata, tapi juga dari umat agama non Islam. Setidaknya memang dapat meruntuhkan simpati maupun penghormatan dari umat binaannya juga.

Sumur Batu, 17 April 2024

Share :

Baca Juga

BERITA

Beralih ke Arsip Digital, Inovasi Terbaru Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar

BERITA

Cuaca Cerah JS-NAGA-RI Meriah Padang Panjang.Sinyalnews

ARTIKEL

Gubernur Pimpin Apel Tahun 2023 Lebih Baik,Sekaligus Launching Pemakaian Rekening Bank Nagari Syariah di Lingkungan Pemprov Sumbar

BERITA

Diduga Ada Praktek Kolusi dan Korupsi Terjadi Antara Penegak Hukum, Pemerintah dan PT. Bakapindo

ARTIKEL

Remaja Mesjid Kurao Kapalo Banda (GEMMA KURBA) mengadakan Semarak MTQ ke-14 Tingkat Kota Padang

ARTIKEL

Novrial Pimpin Goro Bersama ASN Disperindag Sumbar Menjelang Penas Tani XVI di Buka

BADAN NEGARA

Baru Menjabat Sebagai Kajati Sumbar: Kajati Sumbar Paparkan Kinerja

BERITA

Buka Puasa Bersama KPSTI Sumbar Sekaligus Pembubaran Panitia Pelantikan KPSTI 2025-2029