Home / BERITA / DAERAH / HUKUM / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / SUMBAR

Wednesday, 13 May 2026 - 14:30 WIB

Jangan Biarkan Ejekan Menjadi Luka”

Karutan Padang Panjang Tanamkan Kesadaran Hukum dan Bahaya Bullying Sejak Dini di SDN 2 Padang Panjang Timur

Padang Panjang.Sinyalnews.com-Riuh suara anak-anak memenuhi halaman SDN 2 Padang Panjang Timur, Rabu (13/5). Namun pagi itu bukan sekadar kegiatan sekolah biasa. Di hadapan puluhan siswa berseragam merah putih dan cokelat, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, hadir membawa pesan penting tentang bahaya bullying, empati, dan kesadaran hukum sejak usia dini.

Dengan pendekatan hangat dan penuh interaksi, Novri Abbas mengajak para siswa memahami bahwa tindakan mengejek, merendahkan, hingga menyakiti teman bukanlah candaan biasa. Perundungan, kata dia, dapat meninggalkan luka psikologis mendalam dan membentuk karakter kekerasan di masa depan.

“Kadang dimulai dari ejekan kecil, panggilan buruk, atau dorongan yang dianggap bercanda. Tapi bagi korban, itu bisa menjadi luka yang dibawa sampai dewasa,” ujar Novri di hadapan para siswa.

Dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut, Karutan didampingi Kepala SDN 2 Padang Panjang Timur, Dafrizal, S.Pd.I., M.Pd.I., beserta para guru. Suasana berlangsung cair. Sesekali Novri melempar pertanyaan ringan kepada siswa, diselingi candaan dan hadiah kecil bagi mereka yang berani menjawab.

Namun di balik suasana hangat itu, tersimpan pesan yang tegas.

Novri menjelaskan, bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik dalam bentuk fisik maupun verbal. Menurutnya, perilaku seperti memukul, menendang, mengejek, mengancam, hingga memberikan julukan buruk tidak boleh dianggap hal biasa.

Baca Juga :  Disperindag Sumbar Exsis Setiap Rabu Gelar Senam Kebugaran

“Anak-anak harus diajarkan sejak dini bahwa menyakiti orang lain bukanlah keberanian. Keberanian itu justru ketika kita mampu menghargai teman, menjaga ucapan, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, perilaku bullying yang dibiarkan tumbuh dapat menyeret seseorang pada tindakan kriminal dan persoalan hukum di kemudian hari. Selain itu, pelaku perundungan cenderung mengalami kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat karena terbiasa menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan tekanan.

“Karena sejak dini pengetahuan ini harus diberikan kepada siswa-siswa agar menjadi pelajaran untuk tidak melakukan bully. Sebab itu akan memengaruhi sifat dan sikap mereka ketika dewasa nanti,” tambahnya.

Di tengah kegiatan, beberapa siswa tampak mulai berani mengangkat tangan dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka di sekolah. Sebagian tertawa malu, sebagian lainnya hanya diam mendengarkan dengan wajah serius.

Bagi pihak sekolah, kehadiran Karutan memberi warna baru dalam pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kepala SDN 2 Padang Panjang Timur, Dafrizal, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Rutan Padang Panjang terhadap dunia pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Karutan atas kesediaannya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa didik kami. Semoga kegiatan ini menjadi pembelajaran penting bagi anak-anak dan juga guru-guru di sekolah ini,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang, Supriyato. Menurutnya, langkah edukatif yang dilakukan Rutan Padang Panjang menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap pembentukan karakter generasi muda.

Baca Juga :  Besok Kamis, SMK Kesehatan Genus Sumbar Wisuda dan Angkat Sumpah: Walikota Padang Mengucapkan Selamat Kepada Wisudawan/Ti SMK Kesehatan Genus Sumbar Angkatan ke 2

“Ini langkah yang sangat baik dan patut diapresiasi. Rutan tidak hanya hadir sebagai tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga ikut membangun kesadaran hukum sejak usia dini. Anak-anak harus dikenalkan sejak sekarang bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, termasuk bullying yang selama ini sering dianggap candaan biasa,” ujar Supriyato.

Ia menilai, edukasi seperti ini penting dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama, memahami batas perilaku, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap tindakan mereka.

“Ketika anak-anak sudah memahami mana yang benar dan salah sejak dini, maka ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sadar hukum, menghormati orang lain, dan tidak mudah terjerumus dalam tindakan kekerasan maupun pelanggaran hukum,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, tepuk tangan anak-anak pecah ketika satu per satu siswa maju menjawab pertanyaan dari Karutan. Di tengah tawa polos mereka, terselip harapan sederhana: semoga tidak ada lagi anak yang pulang sekolah dengan hati yang terluka hanya karena merasa berbeda.

Sebab kadang, masa depan seorang anak tidak hancur oleh pukulan keras, melainkan oleh ejekan yang terus dibiarkan tumbuh tanpa kepedulian.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Danlanud Sultan Hasanuddin Bersama Kadisbtbau  Laksanakan Survei Pengalihan Aset PT. Angkasa Pura Kepada Kemhan RI

BERITA

Pembagian Bansos Beras, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Lakukan pengamanan  

BERITA

Kepala SMAN 5 Padang Sambut Takino Yukiko Sensei, Perkuat Pembelajaran Bahasa dan Budaya Jepang

BERITA

Ungkap Kasus Curat di Bojong, Polres Pekalongan Tangkap Satu Pelaku, Satunya DPO

ARTIKEL

Diduga 12 Kabupaten/Kota dan 7 Provinsi Mendapat Titipan KPU Pusat Untuk Lolos Ikut Pemilu

ARTIKEL

Hasil Fatwa Munas MUI, Prof Ni’am: Bumi dan Bangunan Berpenghuni tak Layak Dikenakan Pajak Berulang

ARTIKEL

Tabligh Akbar Pondok Pesantren Safinatun Najah Dihadiri Bupati Hamsuardi

ARTIKEL

Kapolres Pekalongan Bersama Forkopimda Hadiri Penutupan TMMD Reguler Ke -116 Kodim 0710/Pekalongan di Desa Wangkelang Pekalongan