IniDi Tengah Renovasi, Kantor PWI Tetap Menjadi Rumah Silaturahmi”
Halaman kantor Persatuan Wartawan Indonesia beberapa hari terakhir terasa berbeda. Di tengah kondisi bangunan yang sedang direnovasi, kursi-kursi dipindahkan ke luar ruangan, barang inventaris berserakan di sudut halaman, dan aktivitas pembangunan masih berjalan. Namun justru dari kesederhanaan itu, lahir suasana hangat yang sulit dilupakan.
Sehari setelah kunjungan Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah, giliran Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB, Novri Abbas, bersama jajaran dan anggotanya datang bersilaturahmi ke kantor PWI Padang Panjang.
Menariknya, suasana dua kunjungan itu hampir serupa. Sehari sebelumnya, Mardiansyah datang dalam kondisi kantor yang masih dipenuhi material renovasi. Namun hal itu sama sekali tidak menjadi penghalang untuk duduk bersama insan pers. Bahkan obrolan hangat hingga makan siang bersama berlangsung penuh kekeluargaan di halaman kantor yang sederhana itu.
Makan siang sederhana dengan sajian khas “samba buruak” dari Om Bento justru menambah akrab suasana. Di bawah langit mendung dan semilir udara Padang Panjang, obrolan ringan mengalir tanpa sekat.
“Beginilah rumah kita hari ini. Sedang direnovasi, sederhana, bahkan sebagian barang masih di luar. Tapi kami bersyukur, di tengah kondisi seperti ini silaturahmi tetap hidup. Justru kehangatan itu terasa lebih tulus,” ujar Ketua PWI Padang Panjang.
Ia menyebut, kunjungan tokoh-tokoh daerah ke kantor PWI bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bukti bahwa hubungan insan pers dengan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga tetap terjalin baik.
“Kami merasa dihargai. Mereka datang bukan melihat kondisi bangunannya, tapi menjaga hubungan dan kebersamaan dengan wartawan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Mardiansyah, mengaku justru merasakan suasana kekeluargaan yang kuat di tengah kondisi kantor yang sedang direnovasi.
“Kadang yang sederhana itu justru paling berkesan. Duduk bersama wartawan di tengah renovasi, makan siang bersama, itu menghadirkan kedekatan yang alami. Saya melihat PWI tetap hidup dan hangat,” ungkapnya.
Keesokan harinya, suasana serupa kembali terasa saat Novri Abbas datang bersama jajaran Rutan Kelas IIB Padang Panjang. Dengan penuh senyum persahabatan, Novri Abbas tak mempersoalkan kondisi kantor yang masih dalam tahap perbaikan.
Bahkan Karutan terlihat antusias memesan nasi bungkus “Samba Buruak “ ala Om bendto dan makan bersama wartawan di halaman kantor. Tak lama berselang, gerimis turun perlahan membasahi suasana siang itu. Namun tak seorang pun beranjak pergi. Suapan demi suapan tetap berlangsung di tengah rintik hujan yang seolah menjadi pelengkap hangatnya kebersamaan.
Usai makan bersama, Novri Abbas memilih masuk ke dalam kantor untuk menikmati kopi sambil berbincang santai dengan insan pers.
Di tengah bangunan yang belum sempurna itu, PWI Padang Panjang justru memperlihatkan satu hal yang tak lekang dimakan waktu: persahabatan, silaturahmi, dan ruang kebersamaan yang tetap hidup dalam segala keadaan.(pauhendri)














