Program Cegah Stunting, Babinsa Koramil Maos Dampingi PMT Bagi Balita

Program Cegah Stunting, Babinsa Koramil Maos Dampingi PMT Bagi Balita

Cilacap, sinyalnews.com – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung program Pemerintah dalam upaya penanganan stunting, Babinsa Koramil 07/Maos, Kodim 0703 Cilacap Sertu Supriyadi melaksanakan pendampingan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita beresiko Stunting bertempat di Kantor Desa Klapagada, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.

Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan dalam waktu 90 hari, dan saat ini pada hari Senin (06/02/2023) di wilayah Desa Klapagada telah memasuki hari ke 22, dan akan terus dilakukan sesuai waktu yang ditentukan.

Sertu Supriyadi menjelaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pelayanan Posyandu kaitannya pemberian makanan tambahan bagi balita beresiko Stunting merupakan komitmen TNI dalam membantu pemerintah mengatasi Stunting sesuai wilayah binaan.

Baca Juga :  Seorang Penggembala Bebek di Kesesi Meninggal Tersambar Petir

“Menu makanan tambahan yang diberikan kepada balita juga bervariasi, untuk hari ini kita sajikan nasi, sayur bening bayam, ayam semur, tempe mendoan, buah pepaya dan Susu Yakult. Pemberian makanan yang bervariasi agar balita tidak bosan dengan menu makanan yang dikonsumsi sehingga lebih semangat makanya,”jelasnya.

Program PMT merupakan salah satu upaya penanganan stunting dengan memperbaiki pola makan anak dengan mencukupi gizinya, disamping itu pentingnya pola asuh bagi balita Stunting agar dapat memperbaiki kondisi fisik dan psikologis anak.

Baca Juga :  Ketua TP.PKK Pasaman Barat (Pasbar) Ny Titi Hamsuardi menghadiri acara Silaturahmi Wirid Yasin Pasaman Barat Bagian Utara yang diadakan di Masjid Al Huda, Jorong Tanjung Damai, Nagari Tanjung Damai, Kecamatan Lembah Melintang

Tak kalah penting memperhatikan sarana sanitasi dan kebutuhan air bersih agar balita tumbuh dengan sehat dan tidak rentan terkena penyakit.

“Tujuan dari PMT ini adalah untuk meningkatkan asupan gizi anak, sehingga balita yang beresiko Stunting menjadi lebih sehat dan tumbuh kembangnya lebih baik sesuai umur anak sebayanya. Apabila seluruh di wilayah mampu meningkatkan kualitas kesehatan balita maka kedepan tidak ada lagi anak Stunting dan anak anak akan menjadi generasi sehat dan cerdas,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Finansial

Warga Parak Karakah Keluhkan Jalan Rusak Yang Tak Kunjung di Perbaiki.

Agama

SD 43 Sungai Sapih Adakan Pentas Seni Siswa-siswi Tahun 2022

Uncatagories

Aciak Amin Berikan Bantuan Betor Untuk Kelurahan se Kecamatan Padang Selatan dan Padang Timur

Agama

Kapolri Salurkan 264,7 Ton Beras dan 1.500 Sembako untuk Warga Papua yang Terdampak Kekeringan

News

Dinkes Uji Petik 200 Sampel Jajan Takjil

Budaya

FIK UNP gelar Dekan FIK UNP Tennis CUP I 2024 Prof.Dr. Nurul ihsan sampaikan ini perdana jadikan program tahunan nantinya.

Hukum

Lanjutkan Sidang Praperadilan Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sijunjung: Pemohon Hadirkan Ahli Kepersidangan

News

Keren! Tim Paduan Suara MAN 2 Padang Raih Gelar Juara Tingkat Sumbar