Padang Panjang.Sinyalnews.com-Jumat malam, 27 Februari 2026, suasana Masjid Hidayah, Kelurahan Guguk Malintang, terasa lebih hangat dari biasanya. Malam ke-11 Ramadhan itu, jamaah tak hanya menanti tausiyah, tetapi juga kehadiran Tim I Safari Ramadhan Kota Padang Panjang Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Hendri Arnis
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda resmi Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Sekretariat Daerah. Dalam susunan Tim I, selain Wali Kota sebagai Ketua, turut hadir Wakil Ketua DPRD Mardiansyah, S.Kom sebagai Wakil Ketua tim, dr. Faizah, MM sebagai Sekretaris, serta sejumlah kepala OPD, unsur kecamatan, kelurahan, hingga perwakilan insan pers.
Di hadapan jamaah, Wali Kota menyerahkan bantuan sebesar Rp30 juta untuk mendukung operasional dan penguatan fungsi Masjid Hidayah. Ketua Pengurus Masjid, Muhammad Nur Idris, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah, ini sebuah kebanggaan bagi kami. Kehadiran Tim Safari Ramadhan, apalagi dipimpin langsung Bapak Wali Kota, menjadi penyemangat bagi jamaah. Bantuan ini sangat berarti bagi kemajuan masjid,” ujarnya.
Namun malam itu tidak hanya diwarnai rasa syukur. Ada kegelisahan yang mengemuka. ,Dalam sambutannya Hendri Arnis ,menekankan bahwa kondisi pendidikan Kota Padang Panjang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ia mengingatkan seluruh orang tua, niniak mamak, dan masyarakat agar lebih waspada terhadap pergaulan anak-anak.
“Kita tidak ingin tunas bangsa ini salah arah. Pergaulan anak-anak tingkat SMP bahkan SMA sudah banyak yang melampaui batas. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Suasana menjadi semakin emosional ketika seorang jamaah perempuan menyampaikan keluhannya langsung kepada Wali Kota. Dengan suara yang penuh keresahan, ia menggambarkan fenomena yang sering terlihat di berbagai sudut kota: pelajar berseragam berpasangan di tempat umum, merokok, hingga berkendara motor berbonceng tiga.
“Pak Wali, kami minta Satpol PP menindak tegas anak-anak yang keluyuran itu. Baik SMP maupun SMA. Kami resah melihatnya,” pintanya.
Keluhan itu seperti mewakili suara banyak orang tua yang khawatir. Seragam sekolah yang seharusnya menjadi simbol disiplin dan pendidikan, justru ternoda oleh perilaku yang jauh dari nilai-nilai moral.
Menanggapi hal itu, Wali Kota menegaskan perlunya sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat penegak Perda seperti Satpol PP untuk melakukan pembinaan dan penertiban.
“Ini bukan soal menghukum, tapi menyelamatkan. Jangan sampai anak-anak kita rusak sebelum waktunya. Periksa handphone mereka, kenali teman-temannya, awasi setiap hari,” pesannya.
Safari Ramadhan Tim I malam itu menjadi lebih dari sekadar kunjungan rutin. Ia berubah menjadi forum refleksi dan peringatan bersama: bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga akhlak dan masa depan generasi muda.
Di bawah cahaya Ramadhan, dari Masjid Hidayah Guguk Malintang, satu pesan menggema kuat , menjaga pendidikan berarti menjaga martabat kota.(paulhendri)














