Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Saturday, 28 February 2026 - 16:03 WIB

“Safari Ramadhan Jadi Alarm Moral: Hendri Arnis Bongkar Krisis Pergaulan dan Etika Pendidik di Kota Pendidikan”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Malam itu, Jumat (27/2/2026), suasana Padang Panjang terasa berbeda. Di Masjid Hidayah, Kelurahan Guguk Malintang, langkah rombongan Tim Safari Ramadhan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia datang membawa kegelisahan,tentang generasi, tentang marwah pendidikan, tentang masa depan kota yang selama ini dibanggakan sebagai Kota Serambi Mekkah dan Kota Pendidikan.

Di hadapan jamaah, Hendri Arnis berbicara tanpa tedeng aling-aling. Nada suaranya tegas, namun terasa berat. Ia menyinggung persoalan yang belakangan menjadi bisik-bisik bahkan jeritan sunyi masyarakat: rusaknya pergaulan sebagian anak-anak dan merosotnya etika oknum pendidik yang jauh dari harapan.

“Kalau anak-anak kita kehilangan arah, lalu siapa yang akan menjaga kota ini 10 atau 20 tahun ke depan?” kira-kira demikian kegundahan yang ia sampaikan.

Menurutnya, krisis bukan semata soal akademik, melainkan soal akhlak. Anak-anak yang berkeliaran di luar jam sekolah tanpa pengawasan, pergaulan yang kian bebas, serta lunturnya keteladanan dari sebagian oknum guru adalah alarm keras bagi semua pihak,keluarga, masyarakat, dan pemerintah.“Ini bukan hanya tanggung jawab sekolah. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Keluarga Besar Pemuda Panca Marga DKI Jakarta Gelar Acara Halalbihalal di Balai Yos Sudarso Jakarta Utara

Kunjungan tersebut juga diiringi penyerahan bantuan hibah sebesar Rp30 juta untuk Masjid Hidayah,bukan sekadar angka, tetapi simbol komitmen bahwa masjid harus kembali menjadi benteng moral dan pusat pembinaan generasi.

Ketua Pengurus Masjid Hidayah, Muhammad Nur Idris,yang juga dikenal sebagai advokat,menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah kota. Dengan suara yang sarat emosi, ia mengakui bahwa apa yang disampaikan wali kota bukanlah isapan jempol.

“Apa yang disampaikan Bapak Wali Kota benar adanya. Kami sebagai warga juga banyak melihat anak-anak berkeliaran di luar jam sekolah tanpa pengawasan yang memadai. Ini menjadi keprihatinan bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Menanamkan Jiwa Ketaatan Hukum, Jumbara PKS Sukses Digelar di Batang

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa lagi disikapi dengan saling menyalahkan. Perlu langkah nyata dan keberanian untuk memperbaiki. Masjid, katanya, siap menjadi ruang pembinaan dan penguatan karakter.

“Kami berterima kasih atas bantuan hibah ini. InsyaAllah akan kami manfaatkan untuk memakmurkan masjid dan memperkuat kegiatan pembinaan generasi muda. Tapi lebih dari itu, kami berharap ada sinergi nyata antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat,” tambahnya.

Safari Ramadhan malam itu bukan hanya agenda rutin. Ia berubah menjadi forum kejujuran. Di tengah lantunan ayat suci dan doa-doa yang mengalun, terselip tekad untuk membenahi yang retak, menguatkan yang rapuh.

Karena Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah momentum membersihkan diri,termasuk membersihkan wajah pendidikan dan moral kota ini.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Mantap, Kapolres Bintan Kembali Berikan Penghargaan Kepada Personil Berprestasi

ARTIKEL

Personel Lanud Sultan Hasanuddin Ikuti Kegiatan Sosialisasi dan Wasev Spotdirga Mabesau

BERITA

Dua Kapal Pengangkut BBM Terdampar di belakang Masjid Al Hakim Pantai Padang Sumatera Barat

BERITA

Ratusan Masyarakat dan Prajurit Sholat Idul Fitri 1444 H Bersama di MAKODAM II/SRIWIJAYA  

BERITA

Zahrul Rabain Hakim Agung RI, Ketua Alumni Fakultas Hukum UMSB

ARTIKEL

Kabar Gembira. Penerimaan CPNS 2023 Dibuka Pemerintah kembali. Ini Persyaratannya.

BERITA

Polres dan Komunitas Trail Batang Gelar Bakti Sosial dan Penghijauan

ARTIKEL

8 Tahun Berjuang Sendiri, Akhirnya Marjuniz Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Wagub Sumbar