Home / BERITA / DAERAH / EKONOMI / KOTA PADANG PANJANG / SUMBAR / UMKM

Saturday, 28 February 2026 - 22:17 WIB

Kursi Dewan Boleh Tinggi, Tapi Kaki Tetap di Pasar Kuliner”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Di antara riuhnya Pasar Kuliner Malam Padang Panjang dan harumnya gulai yang menggoda selera, ada dua nama yang tak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Barat,bahkan hingga ke perantauan. Keduanya kini duduk sebagai anggota DPRD Kota Padang Panjang dari Partai Amanat Nasional (PAN). Namun sebelum dikenal sebagai “yang terhormat”, mereka lebih dulu dikenal sebagai pelaku usaha kuliner yang membumi.

Vani Utari, sosok perempuan tangguh itu beranak satu ,berdiri dengan latar usaha yang sudah melegenda,Rumah Makan “Aia Badarun”. Nama itu bukan sekadar papan reklame, tetapi sudah menjadi bagian dari percakapan orang Sumbar. Dari sarapan pagi hingga menu berbuka Ramadhan, dari warga lokal hingga perantau yang pulang kampung, “Aia Badarun” selalu punya tempat di hati pelanggan.

Di dapur yang tak pernah benar-benar sepi, Vani tak sungkan turun langsung. Merapikan lauk di atas daun pisang, menyapa pelanggan dengan senyum ramah, bahkan memastikan setiap sambal dan rendang tersaji dengan cita rasa yang konsisten. Jabatan tak mengubah caranya bekerja. Ia tetap seperti dulu,perempuan pekerja keras yang membangun usahanya dari nol, jauh sebelum kursi dewan menjadi bagian dari hidupnya.

Baca Juga :  Gustami Hidayat Sosialisasi Perda no 7 Tahun 2021 Tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Di sudut lain pasar kuliner malam, H. Rian dengan “Ampera Tanpa Nama”-nya juga menunjukkan hal serupa. Usahanya sudah lama akrab di telinga masyarakat Sumbar dan para perantau. Konsep sederhana, rasa yang autentik, dan harga bersahabat membuat “Tanpa Nama” justru punya nama besar.

Menariknya, H. Rian dikenal dengan gaya hidup yang sederhana. Tanpa istri, tanpa pacar,masih single ia mendedikasikan waktunya untuk usaha dan pengabdiannya sebagai wakil rakyat. Di sela aktivitas dewan, ia tetap hadir di warungnya, memastikan pelayanan berjalan baik, berbincang dengan pelanggan, dan sesekali membantu membungkus pesanan.

Baca Juga :  Menhan Prabowo dan Raja Yordania Duduk Bersama Lagi Usai KTT, Bahas Peningkatan Bantuan Untuk Gaza

Keduanya memberi pesan kuat: jabatan politik bukan alasan untuk meninggalkan identitas sebagai pelaku usaha rakyat. Justru dari dapur dan meja makan itulah mereka memahami denyut ekonomi masyarakat. Mereka tahu bagaimana harga bahan pokok bergerak. Mereka merasakan langsung bagaimana daya beli warga naik dan turun. Mereka tak belajar dari laporan semata, tetapi dari pengalaman nyata setiap hari.

Di Padang Panjang, kehadiran dua legislator PAN ini menjadi potret bahwa politik bisa tetap membumi. Bahwa kursi dewan tak harus membuat seseorang berjarak. Bahwa kehormatan sejati bukan hanya di ruang sidang, tetapi juga di dapur yang panas dan di meja kasir yang sibuk.

Vani Utari dengan “Aia Badarun”-nya.
H. Rian dengan “Ampera Tanpa Nama”-nya.

Dua nama, dua usaha, satu pesan yang sama: tetap bekerja, tetap sederhana, tetap dekat dengan rakyat.(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Pasar Banjarsari Segera Dibangun

BERITA

Hari ini Yusril Ilahi Akan Bertanding Melawan Petinju Jawa Barat Eliezer Gonzales

BERITA

Selamatkan Ekonomi Rakyat, Program Pemko Bukittinggi Sinergi Dengan Arahan Presiden

BERITA

Dua Kapal Pengangkut BBM Terdampar di belakang Masjid Al Hakim Pantai Padang Sumatera Barat

BADAN NEGARA

Angka Pengangguran Meningkat di Pasaman Barat : Ini Penyebabnya  

DAERAH

*Aksi Koboi Letuskan Senpi Pemilik Dump Truk Ribut Dengan SPSI di Percut*

BERITA

Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan dari KKP RI Berkat Komitmen dalam Pengelolaan Sampah Laut di Sumbar

BERITA

Akibat Membakar Sampah Sebuah Kandang Sapi di Paninggaran Ikut Terbakar