Home / BERITA / BUDAYA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / OLAH RAGA / SUMBAR

Sunday, 15 February 2026 - 23:07 WIB

600 Meter Penentuan! Romantic Spartan Nyaris Kudeta Tahta di Jateng Derby”

PadangPanjang.Sinyalnews.com-Sorak-sorai membelah langit Tegalwaton sore itu. Di tengah debu lintasan dan derap kuda yang menghentak dada, satu nama dari Ranah Minang perlahan menyalakan harapan Romantic Spartan.

Dalam ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, sebanyak 169 kuda terbaik dari 12 provinsi beradu cepat dalam 18 race memperebutkan total hadiah Rp500 juta. Namun di Kelas Terbuka 2.000 meter,kelas paling prestisius dengan hadiah Rp50 juta,pertarungan bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga tentang mental, keberanian, dan harga diri daerah.

Romantic Spartan, kuda kebanggaan Sumatera Barat asal Padang Panjang milik Muhammad Ikhsan, memulai lomba dari gate 3. Start dilepas. Dalam hitungan detik, lintasan berubah menjadi lautan derap dan strategi. Di awal lomba, Romantic Spartan terjepit. Diapit dua kuda pesaing, langkahnya tertahan.

Hingga 600 meter terakhir, ia masih berada di barisan tengah,jauh dari sorotan kamera dan gemuruh tribun. Namun justru di sanalah cerita itu dimulai.

Baca Juga :  Kapolsek Gunung Kijang Bagikan Life Jacket Secara Gratis

Memasuki tikungan akhir, joki Trully Pantow membaca momentum. Sedikit ruang terbuka. Satu celah kecil cukup bagi kuda dengan mental baja. Romantic Spartan mulai merapat, menekan, lalu meledak di lintasan lurus terakhir.

Satu lawan terlewati. Lalu satu lagi.
Queen Devona tersalip. Sorakan makin membahana. Dari posisi tertekan, Romantic Spartan berubah menjadi ancaman nyata. Ia mengejar Naga Sembilan yang sudah lebih dulu memimpin. Jarak terus dipangkas. Nafas penonton tercekat. Garis finis semakin dekat.

Akhirnya, Romantic Spartan menyentuh garis akhir di posisi kedua,runner up,dengan selisih tipis dari sang juara.

Bagi sebagian orang, itu sekadar posisi dua. Tapi bagi Sumatera Barat, itu adalah simbol daya juang. Rasa bangga itu juga diungkapkan H. Rian Tanpa Nama (Yandra Yane), pecinta kuda sekaligus owner Ampera Tanpa Nama Kuliner Malam Padang Panjang, yang juga dikenal sebagai pemilik dan peternak kuda serta anggota DPRD Padang Panjang.

“Ini bukan sekadar soal peringkat. Saya melihat sendiri bagaimana Romantic Spartan berjuang dari posisi sulit. Itu mental juara. Kuda seperti ini tidak hanya dilatih untuk cepat, tapi juga untuk kuat dan sabar,” ujarnya dengan mata berbinar.

Baca Juga :  Polresta Cilacap Ungkap Kasus Penipuan dan Peredaran Uang Palsu Bernilai Miliaran Rupiah

Menurutnya, keberhasilan Romantic Spartan menjadi runner up di kelas paling bergengsi membuktikan bahwa kuda-kuda dari Sumbar, khususnya Padang Panjang, mampu bersaing di level nasional.

“Pacuan kuda bagi kami bukan hanya olahraga, tapi bagian dari tradisi dan harga diri. Ketika Romantic Spartan melesat di 600 meter terakhir, saya merinding. Itu bukan cuma kecepatan, itu semangat kampung halaman yang ikut berlari,” tambahnya.

Di balik debu lintasan Tegalwaton, senyum dan pelukan tim menjadi saksi. Runner up yang terasa seperti kemenangan. Sebab di lintasan 2.000 meter itu, Romantic Spartan bukan hanya berlari mengejar podium,ia berlari membawa nama daerah, harapan peternak, dan kebanggaan masyarakat Padang Panjang.

Dan sore itu, dari Sumatera Barat, lahir satu pesan yang kuat,perjuangan tidak pernah sia-sia.(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

TIM SAR Gabungan Lakukan Pencarian Nenek Sutiah Selama 2 Hari

ARTIKEL

Jamaah Haji Kloter 05 Meninggal Dunia Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

ARTIKEL

Diresmikan Walikota, Siswa SDN 10 Sungai Sapih Kini Belajar Satu Shift

BADAN NEGARA

Kunjungan Kerja Kepala Keuangan Kodam Iskandar Muda ke Korem 012/TU

ARTIKEL

H. Zulfahmi Pimpin Kunjungan Terakhir Silaturrahmi Ramadhan ke Masjid Besar Nagari Koto Tangah

BERITA

Mahdelmi Dt. Maninjun Salurkan Bantuan untuk Lansia & Anak-Anak Terdampak Bencana

BERITA

Ini Profil Empat Kandidat Calon Ketua IDI Sumbar yang Bakal Bertarung di Muswil Sumbar.

ARTIKEL

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 117 Pati; Kebutuhan Organisasi dan Regenerasi Kepemimpinan