PadangPanjang. Sinyalnews.com-Di tengah suasana Padang Panjang yang masih berduka akibat longsor dan banjir, Ketua DPD Partai Golkar Padang Panjang, Mahdelmi Dt. Maninjun, kembali memperlihatkan kepeduliannya terhadap warga yang paling rentan. Bersama jajaran pengurus, ia mengunjungi rumah-rumah masyarakat lanjut usia dan keluarga yang memiliki anak kecil, membawa paket sembako sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral.
Di sebuah sudut rumah sederhana, seorang lansia duduk bersandar pada tongkatnya. Mahdelmi tampak berbicara dengan lembut, memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Sementara itu, seorang ibu yang menerima bantuan menahan haru,di saat akses jalan masih rusak dan hidup terasa semakin berat, uluran tangan seperti ini menjadi cahaya kecil di tengah kabut duka.
“Kita datang bukan sekadar membawa sembako, tapi membawa pesan bahwa orang tua kita, anak-anak kita, tidak sendirian menghadapi musibah ini. Mereka adalah prioritas, karena merekalah yang paling rentan,” kata Mahdelmi Dt. Maninjun.
Kegiatan ini menuai apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat.H. Amiruddin, tokoh masyarakat setempat, memberikan tanggapan penuh penghargaan,“Apa yang dilakukan Mahdelmi Dt. Maninjun ini patut dicontoh. Ia hadir langsung, menyapa lansia, memperhatikan anak-anak, dan tidak membiarkan mereka terabaikan. Di tengah situasi sulit seperti ini, yang kita butuhkan adalah pemimpin yang peka dan bergerak tanpa pamrih.”

Sementara itu, Buya Ridwan, salah satu ulama di Padang Panjang, juga menyampaikan pandangan serupa:
“Bantuan yang diberikan bukan hanya meringankan beban, tapi juga menguatkan batin masyarakat. Kepedulian kepada lansia dan anak-anak adalah bentuk amal jariyah. Semoga langkah baik ini menginspirasi banyak pihak untuk ikut membantu.”
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah titik terdampak bencana, menembus jalan berlumpur dan kondisi medan yang belum sepenuhnya pulih. Namun, tim Golkar Padang Panjang tetap bergerak, memastikan setiap keluarga yang membutuhkan mendapatkan uluran tangan.
Hari itu, Mahdelmi dan rombongannya tak hanya membawa sembako—mereka membawa ketenangan, perhatian, dan semangat pemulihan. Mereka menunjukkan bahwa dalam bencana sebesar apa pun, kemanusiaan tetap harus ada di barisan paling depan.
Padang Panjang mungkin sedang berduka, tetapi tidak pernah kehabisan sosok-sosok yang setia menguatkan. (Paul)














