Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PERISTIWA / SUMBAR

Monday, 22 September 2025 - 23:38 WIB

Pejabat Eselon II Ramai-Ramai Mundur, Sembilan OPD Kini Dijabat Pl Ada Apa dengan Pemerintahan Padang Panjang?

Oplus_0

Oplus_0

PadangPanjang,Sinyalnews.com-Pemerintahan Kota Padang Panjang tengah diguncang fenomena langka: mundurnya secara serentak sejumlah pejabat eselon II dari kursi strategis mereka. Kini, tercatat sembilan OPD hanya dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt). Publik pun bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik gelombang pengunduran diri ini?

Terbaru, empat kepala OPD menyatakan mundur, yakni Kepala Dinas Kominfo Ampera Salim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Yan Kasbari, Kepala BPBD dan Kesbangpol I Putu Venda, serta Kepala Dinsos PPKBP3A Osman Bin Nur. Nama-nama itu menyusul jejak sejumlah pejabat lain yang lebih dahulu meninggalkan kursi: Kepala Disperindagkop UKM Jevie C Eka Putra (kini Direktur Perumdam Tirta Antokan Agam), Kepala Dinas Perhubungan Arkes Refagus, Kepala Dinas PUPR Widya Kusuma, Direktur RSUD Lismawati R., dan Direktur Perumdam Tirta Serambi Adrial.dan dua OPD  lagi DR.Syahril magek MH  Kepala Inspektorat dan dr Faizah (DKK)  yang hanya menunggu waktu 

Kepala BKPSDM Kota Padang Panjang, Dian Eka Purnama, mengakui fakta itu. “Saat ini terdapat sembilan OPD yang mengalami kekosongan dan dijabat Pelaksana Tugas,” sebutnya, Senin (22/9). Ia merinci posisi Plt, mulai dari Dinas Perhubungan, PUPR, Kominfo, RSUD, Dinsos, BPBD, hingga Perpustakaan.

Baca Juga :  WPCD KOTA PADANG RAPAT BERSAMA PENGURUS NYA MEMBICARAKAN PELAKSANAKAN TENTANG HARI ULANG TAHUN BERDIRI NYA WPCD KE 12 TH

Meski proses job fit terhadap 12 kepala OPD dan evaluasi lima kepala OPD sudah dilakukan, hasilnya belum juga diumumkan. “Nanti kalau sudah keluar, akan kita sampaikan,” kata Dian. Namun, publik terlanjur menaruh curiga: mengapa begitu banyak pejabat mundur dalam waktu hampir bersamaan?

Spekulasi: Disuruh Mundur, Bukan Sukarela

Pengamat sosial sekaligus jurnalis lokal,Jon Kenedi Parman menilai ada “aroma tak biasa” di balik mundurnya pejabat.“Saya mendapatkan informasi, mereka (pejabat-red) disuruh mundur, bukan mundur karena keinginan pribadi. Tentunya ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat, kenapa mereka disuruh mundur, apalagi ada yang sebentar lagi pensiun,” ungkapnya.

Ia menyoroti kepemimpinan Walikota Hendri Arnis dan Wakilnya, Allex Saputra. “Kita curiga, ini ada yang tidak beres. Harus dipertanyakan, apa sebenarnya keinginan kepala daerah? Jangan sampai kebijakan ini justru mengganggu stabilitas pemerintahan,” tegas nya

Preseden Buruk Pemerintahan Baru

Nada kritis juga datang dari pengamat hukum, Romi Martianus, SH., C.Med. Menurutnya, kekosongan jabatan eselon II adalah preseden buruk bagi pemerintahan Hendri Arnis–Allex Saputra yang baru saja dilantik Presiden Prabowo, Februari lalu.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Masjid Baitul Aziz RSUD Achmad Mochtar, Gubernur Mahyeldi Sebut Masjid sebagai Pusat Penyegaran Psikologis

“Dalam organisasi, termasuk pemerintahan, tentu ada mekanismenya. Pertanyaan kita, apakah semua ini sesuai regulasi? Jangan sampai menyalahi aturan, yang berujung gugatan dari pihak-pihak yang dirugikan,” jelas Romi.

Ia menambahkan, posisi strategis seperti Kepala Dinas PUPR dan Kominfo bukan sembarang jabatan. “Mundur dalam jumlah banyak, apakah karena tidak mampu memenuhi keinginan kepala daerah, atau ada catatan-catatan lain sehingga mereka tak lagi nyaman bekerja? Itu yang harus dijawab secara terbuka,” tegasnya.

Krisis Kepemimpinan

Fenomena “ramai-ramai mundur” ini menimbulkan spekulasi liar: ada yang menyebut karena tekanan politik, ada pula yang mengaitkannya dengan pola kepemimpinan yang tak memberi ruang nyaman bagi pejabat.

Namun satu hal pasti, dibiarkannya sembilan OPD hanya dipimpin Plt telah melumpuhkan sendi-sendi birokrasi. Plt, dengan segala keterbatasan kewenangan, hanya bisa menjaga roda berputar, tanpa bisa mendorong lompatan strategis. Km

Pada akhirnya, publik berhak bertanya: apakah Padang Panjang sedang menghadapi krisis kepemimpinan? Dan yang lebih menakutkan, sampai kapan birokrasi akan berjalan dengan status “sementara”? (Paulhendri)

 

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Ketua DPRD Padang Panjang Imbral Hadiri Pelantikan Hendri Arnis & Allex Saputra di Istana Negara

ARTIKEL

Sidang Lanjutan Perkara Tanah Mabes TNI di Jatikarya Hadirkan Saksi Dari Pihak Terdakwa

BERITA

Lomba Polisi Cilik di Batang: Membangun Generasi Penerus Bangsa yang Disiplin

BERITA

Danramil 07/ Maos Dan Forkopincam Laksanakan Panen Raya Padi Varietas Protan

BERITA

Menhan Prabowo Terima Kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir, Bicarakan Dinamika Terkini Hingga Timnas U-22 Rabu, 17 Mei 2023

ARTIKEL

Sinergitas Apik Disdukcapil-Kemenag Padang, Kini ASN Punya KTP Digital

BERITA

Ngopi Sambil Curhat: Polsek Batang Kota Ajak Warga Wujudkan Pemilu Damai

BERITA

Kapolda Sumbar Lantik 310 Bintara Baru Gelombang II T.A 2023