Home / ARTIKEL / BERITA / DAERAH / NASIONAL / PERISTIWA

Friday, 20 September 2024 - 17:02 WIB

Forum Siti Manggopoh Gelar Acara Bertajuk “Perempuan Jadi Korban Kekerasan Mitos atau Fakta”

Padang, Sinyalnews.com,– Forum Siti Manggopoh menggelar acara bertajuk “Perempuan Jadi Korban Kekerasan Mitos atau Fakta” dengan narasumber Yefri Hariani Pemerhati isu perempuan. Acara berlangsung di XD House Cafe, Jumat (20/9/2024).

Dalam paparannya, Yefri Hariani mengatakan, kekerasan yang menimpa wanita dan anak saat ini semakin banyak terdengar. Baik itu kekerasan dalam rumah tangga, keluarga, maupun kekerasan seksual. Berita terbaru, adanya seorang anak penjual gorengan di Kayu Tanam yang diperkosa kemudian dibunuh.

Menurut mantan Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Barat ini, siapa saja, tidak peduli usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi atau latar belakang budayanya, bisa menjadi korban kekerasan. Namun, harus diakui bahwa perempuan secara signifikan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kekerasan daripada laki-laki.

Lantas, apakah alasannya yang membuat perempuan lebih rentan menjadi korban kekerasan dan bagaimana cara menghadapinya?

Menurut Yefri Hariani, ada beberapa alasan perempuan rentan menjadi korban kekerasan. “Faktor risiko terbesar untuk menjadi korban kekerasan seksual atau kekerasan dalam rumah tangga dan keluarga adalah menjadi seorang perempuan. Meskipun ada juga beberapa perempuan yang melakukan perbuatan tidak terpuji tersebut, tapi pada kebanyakan kasus, laki-lakilah yang lebih sering melakukan kekerasan terhadap pasangannya dibandingkan perempuan” ujar Yefri.

Perempuan lebih mungkin dibandingkan laki-laki untuk mengalami kekerasan fisik atau seksual, atau mengalami pelecehan emosional oleh pasangan. Imbasnya, mereka juga lebih mungkin mengalami kecemasan dan ketakutan.

Kekerasan dan pelecehan emosional yang dialami wanita, umumnya dilakukan oleh mantan pasangan daripada oleh pasangannya saat ini. Mereka juga lebih mungkin dibunuh oleh pasangan pria saat ini atau sebelumnya daripada oleh orang lain.

Baca Juga :  Ka Rutan Padang Panjang Jalin Silatulrahmi Dengan Masyarakat

Data juga menunjukkan bahwa meskipun lebih jarang terjadi, ketika perempuan membunuh pasangan laki-laki mereka, ada riwayat kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan laki-laki di lebih dari 70 persen kasus.

Selain itu, sifat dan konsekuensi dari kekerasan laki-laki berbeda secara signifikan dari kekerasan perempuan. Contohnya, kekerasan laki-laki bisa lebih parah, dan lebih cenderung menimbulkan cedera serius, melibatkan pelaksanaan kontrol paksaan, serta menimbulkan ketakutan dibandingkan bila perempuan yang melakukan kekerasan.

Berikut alasan perempuan lebih sering menjadi korban kekerasan:

1. Kurang berpengalaman

Perempuan, terutama yang masih berusia muda, biasanya tidak berpengalaman, sehingga lebih sering terjebak dalam hubungan yang tidak sehat di mana mereka mengira kontrol dari pasangan sebagai wujud cinta.

2. Tingkat pendidikan yang lebih rendah

Rendahnya tingkat pendidikan juga sering kali membuat perempuan tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, sehingga cenderung untuk menikah dan menggantungkan hidup pada suami. Mereka juga sering mengambil keputusan untuk tetap bertahan dalam hubungan yang kasar karena takut akan kemiskinan.

3. Budaya yang meninggikan laki-laki

Adanya budaya atau norma-norma dalam masyarakat yang lebih mengistimewakan, atau menganggap laki-laki memiliki status yang lebih tinggi  dari perempuan, juga turut menjadi faktor risiko kekerasan terhadap perempuan. Dalam hubungan rumah tangga, perempuan juga diajarkan untuk tunduk pada suami, sehingga harus menerima apa pun perlakuan suami meskipun dengan kekerasan.

4. Kurangnya pendidikan seksual

Kurangnya pendidikan seksual yang memadai, baik di sekolah maupun dari orang tua juga menjadi salah satu alasan perempuan semakin berisiko mengalami kekerasan seksual. Pakar pendidik kesehatan seksual mengaitkan kejadian tersebut dengan pendidikan seks, khususnya ajaran seputar hubungan dan persetujuan.

Baca Juga :  CEGAH PIDANA ANAK, BAPAS BUKITTINGGI TEKANKAN PENTINGNYA POLA ASUH

Sementara Ustadz Banyak orang (baik perempuan maupun laki-laki) yang terlibat dalam kekerasan seksual, tidak menerima banyak bimbingan mengenai hubungan yang sehat. Contohnya seperti bagaimana mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat, bagaimana menetapkan batasan dan menegaskannya, atau bagaimana mengenali batasan orang lain.

Sering kali, model utama dalam sebuah hubungan adalah orang tua atau media, yang faktanya tidak selalu menjadi “contoh terbaik.” Akibatnya, banyak orang tidak tahu seperti apa pelecehan itu sampai mereka mengalaminya.

Itulah beberapa kemungkinan alasan wanita lebih rentan mengalami kekerasan seksual. Bila kamu salah satu perempuan yang mengalaminya, carilah bantuan pada orang terdekat, seperti keluarga atau sahabat.

Bagaimana cara agar hal tersebut tidak terjadi, kita harus bangun dialog dengan pasangan kita, latihan untuk saling menghargai, belajar mengucapkan terimakasih atas kebaikan yang sudah dilakukan oleh suami, komunikasikan setiap permasalahan yang dihadapi, biasakan mengucapkan maaf kepada pasangan kita. Biasakan untuk melakukan segala sesuatunya bersama.

Sementara, ustad Riki Malin Sati dalam tausiyahnya mengatakan Islam itu indah. Untuk tau indahnya Islam tentu harus kenal Islam. “Islam itu mengatur semua, baik ekonomi, politik, rumah tangga dan persoalan lainnya” ucapnya.

Menurut Ustadz Riki, apabila umat Islam memiliki ilmu tentang rumah tangga seperti yang di ajarkan agama Islam, maka sudah pasti tidak akan terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BADAN NEGARA

Menutup Tahun dengan Evaluasi, Membuka Asa dengan Pembenahan

BERITA

Debut Dihari Pertama IMAG 2023, Sambo Sumbar Segel Tiga Tiket Lolos ke PON XXI Aceh- Medan 

ARTIKEL

Tinggalkan OPM, Minanggeng Murib Cium Merah Putih dan Bersumpah Setia pada NKRI

BERITA

Warna Baru di Polres Padang Panjang: Sertijab Wakapolres dan Kasat Lantas

BERITA

Mubaligh RRI Padang, Dosen UPN Bukittinggi

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Hadiri Kegiatan Doa Bersama Dan Mujahadah Asmaul Khusna   

ARTIKEL

Jelang Peringatan Hari Bhakti Ke-78 TNI AU, Lanud Sultan Hasanuddin Bersama Pemda Kabupaten Pinrang Gelar Fun Run

BERITA

Fauzi Bahar : In Syaa Allah Saya Siap Berlaga di Pilgub Sumbar 2024