Hingga Tengah Malam, Wali Kota Padang Panjang Matangkan Perwako Beasiswa

Tak Sekadar Bantuan Pendidikan, Pemkot Siapkan Investasi SDM; Mahasiswa Kedokteran PTN dari Keluarga Tak Mampu Akan Dibiayai hingga Lulus

PadangPanjang.Sinyalnews.com — Jarum jam terus bergerak menuju tengah malam. Tak ada ruang rapat berpendingin udara, tak pula suasana formal di kantor pemerintahan. Hanya sebuah ruangan sederhana, secangkir teh, beberapa gelas kopi, dan sekelompok pejabat yang larut dalam diskusi panjang.

Namun, malam itu mereka tidak sedang membicarakan proyek fisik atau angka-angka pembangunan. Yang dibahas adalah masa depan anak-anak Kota Padang Panjang.

Di tengah suasana santai, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengumpulkan Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta jajaran terkait untuk mematangkan rancangan Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang pemberian beasiswa bagi pelajar SMA dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Suasana memang cair. Sesekali terdengar tawa kecil. Namun substansi pembicaraan berlangsung serius. Satu demi satu persoalan dikupas agar kebijakan yang lahir nantinya benar-benar adil dan tepat sasaran.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah fenomena semakin banyaknya siswa yang bersekolah di Kota Padang Panjang dengan menggunakan Kartu Keluarga (KK) milik kerabat atau saudara yang berdomisili di kota tersebut, sementara orang tua mereka sebenarnya tinggal di luar daerah.

Menurut Hendri Arnis, pemerintah tidak boleh hanya berpatokan pada administrasi semata. Di sisi lain, aturan juga harus mampu menutup celah penyalahgunaan bantuan.

“Peraturan ini harus mampu menghadirkan rasa keadilan. Jangan sampai yang benar-benar membutuhkan justru tersisih, tetapi kita juga tidak boleh membuka ruang bagi penyalahgunaan administrasi,” menjadi arah kebijakan yang disampaikan Wali Kota dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Ditangkap, Dua Diantaranya Pengedar

Karena itu, Hendri meminta Kabag Kesra bersama Asisten I menyusun formulasi yang komprehensif dalam Perwako tersebut.

Salah satu konsep yang mengemuka adalah memberikan kesempatan kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan SMA di Kota Padang Panjang untuk tetap memperoleh beasiswa, meskipun orang tua mereka berdomisili di luar daerah. Kebijakan itu akan dibarengi dengan persyaratan yang ketat sehingga bantuan benar-benar menyentuh anak-anak berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Bagi Hendri Arnis, pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena persoalan administrasi.

“Kalau anak itu sudah berjuang belajar di Padang Panjang, berprestasi, tetapi kondisi ekonomi keluarganya tidak mampu, pemerintah harus hadir. Jangan sampai mimpi mereka berhenti hanya karena biaya,” menjadi semangat yang mewarnai pembahasan malam itu.

Beasiswa Penuh untuk Mahasiswa Kedokteran PTN

Di tengah pembahasan, Wali Kota juga menyampaikan satu kebijakan yang langsung mendapat perhatian seluruh peserta rapat.

Ia menginginkan adanya perlakuan khusus bagi putra-putri Kota Padang Panjang yang berhasil lolos ke Program Studi Kedokteran pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Menurutnya, biaya pendidikan kedokteran yang tinggi sering kali menjadi penghalang bagi anak-anak cerdas dari keluarga sederhana untuk mewujudkan cita-citanya.

Karena itu, Hendri Arnis mengarahkan agar pemerintah daerah memberikan beasiswa penuh hingga tamat kepada mahasiswa kedokteran PTN yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memenuhi seluruh persyaratan yang akan diatur dalam Perwako.

“Kalau ada anak kita yang lulus kedokteran di perguruan tinggi negeri dan memang berasal dari keluarga tidak mampu, insya Allah pemerintah daerah akan membantu biaya kuliahnya sampai selesai,” tegas Hendri Arnis.

Baca Juga :  Panglima TNI Pimpin Sertijab Tiga Jabatan Strategis TNI

Baginya, kebijakan tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang bagi Kota Padang Panjang.

Ia meyakini, setiap dokter yang lahir dari program beasiswa itu kelak akan menjadi aset daerah, menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah pada cita-cita.

Karena itu, Wali Kota meminta agar mekanisme penerima beasiswa dirumuskan secara cermat, transparan, dan akuntabel. Mulai dari indikator keluarga kurang mampu, prestasi akademik, hingga mekanisme seleksi harus diatur secara jelas agar program tersebut benar-benar tepat sasaran.

Bagi Hendri Arnis, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan bukanlah beban anggaran, melainkan investasi yang hasilnya mungkin baru akan dirasakan bertahun-tahun kemudian.

Malam semakin larut. Gelas-gelas teh dan kopi di atas meja mulai kosong. Namun diskusi belum benar-benar berakhir. Sebab yang sedang dirumuskan bukan sekadar sebuah Peraturan Wali Kota.

Yang sedang disusun adalah jalan agar anak-anak Kota Padang Panjang yang memiliki prestasi, tetapi hidup dalam keterbatasan, tetap memiliki kesempatan menggapai cita-cita. Sebuah ikhtiar agar tidak ada lagi mimpi yang kandas di depan gerbang perguruan tinggi hanya karena orang tua tak mampu membayar biaya kuliah.

Dan jika kelak lahir seorang dokter dari keluarga sederhana berkat kebijakan itu, malam yang panjang tersebut akan dikenang sebagai salah satu titik awal ketika sebuah kebijakan lahir bukan dari balik meja birokrasi, melainkan dari kepedulian terhadap masa depan generasi Kota Padang Panjang(Paulhendri)

Share :

Baca Juga

ARTIKEL

Panglima TNI Tinjau Gudang Munisi Yang Terbakar

ARTIKEL

Pemko Padang Mempermudah Wakaf bagi ASN Melalui Inovasi Digital

ARTIKEL

RTL Transisi PAUD-SD, Kegiatan Pertukaran Guru Segera Dilaksanakan

BERITA

Tengsawer ’83 Berduka

ARTIKEL

Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1501/Ternate dan Masyarakat Gotong Royong Angkut Material Pembangunan

ARTIKEL

Reses Anggota DPRD Bukittinggi, Kembangkan Wisata Mandiri

BERITA

Bupati Hamsuardi dan Wabup Risnawanto Sampaikan Nota Pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pasbar Tahun Anggaran 2022

ARTIKEL

Amsakar Achmad Ngopi Bareng Bersama Masyarakat Pulau Buluh