Padang, Sinyalnews.com,- Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM) Sumbar meluncurkan kembali layanan operasi katarak dengan teknik phacoemulsification, setelah vakum 16 bulan.

Layanan operasi ini tersedia bagi masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai lagi operasi katarak perdana, sebelumnya vakum selama 16 bulan,” ujar Kepala BKIM Sumbar Afando Ekardo, Rabu (22/2/2023).
Berbagai inovasi dilakukan drg, Edo sejak mulai memimpin BKIM Sumbar. “Sejak ada inovasi ini ada peningkatan pasien yang di operasi. Juga dengan pendapatan BKIM dari yang Rp25 juta bisa menjadi Rp250 juta. Hampir sepuluh kali lipat kenaikannya,” ucap drg, Edo.
Bahkan inovasi Masuk Sorga menjadi inovasi dengan poin tertinggi dari seluruh OPD dilingkungan Pemprov Sumbar.
Akan tetapi prestasi yang sudah ditorehkan oleh drg, Afando Ekardo tersebut tidak membuat Gubernur senang dan bangga. Buktinya ditengah usahanya untuk menghidupkan kembali BKIM, drg, Edo justru dipindahkan ke Bapelkes tanpa ada sebab yang jelas.
“Saya dizalimi oleh Kepala Dinas Kesehatan” ujar Edo. Edo tidak mengerti kenapa dirinya harus dipindahkan ke unit lain. “Kalau secara esselon tetap sama, akan tetapi, apa yang sudah saya rintis untuk memajukan BKIM jadi sia-sia” ucapnya.
Bahkan yang lebih miris lagi kata Edo, BKIM sudah menjalin kerja sama dengan HBT untuk melaksanakan operasi katarak gratis tgl 12 Agustus 2023 yang akan datang.
Saat ini kunjungan ke Rumah Sakit mata sedang tinggi-tingginya. “Sekarang merupakan tahap final berubahnya BKIM menjadi Rumah Sakit Mata” ucap putra Solok ini.
Menurut drg, Affando Ekardo Inovasi BKIM ini justru sudah diadopsi oleh 3 kepala daerah yakni Kota Solok, Kota Padang Panjang dan Kab Tanah Datar.
“Entah apa yang ada dalam pikiran Kepala Dinas Kesehatan sampai dia mengusulkan saya untuk pindah ke Bapelkes” ucap Edo.
“Saya dengar, Dr, Lilla Yanuar akan mengaktifkan kembali dokter yang sedang dalam pemeriksaan inspektorat yg sampai saat ini litsusnya belum keluar bersama PPK BKIM yg sudah menggagalkan pengadaan alat-alat kesehatan th 2022 yang sampai saat ini belum di bayar” ungkapnya
(Marlim)














