Dihadiri Kabid PSMK, SMKN 5 Padang Gelar Asesmen Diagnostik

Padang, SINYALNEWS.COM,- — Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Sumbar, Dr, Ariswan menghadiri asesmen diagnostik bagi siswa SMKN 5 Padang, Selasa (7/5/2024).

Asesmen Diagnostik merupakan penilaian/asesmen kurikulum merdeka yang dilakukan secara spesifik dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik, kondisi kompetensi, kekuatan, kelemahan model belajar peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam (kepmendikbud No.719/P/2020).

Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua peserta didik di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan peserta didik. Asesmen diagnosis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu asesmen diagnosis kognitif dan asesmen diagnosis non kognitif.

Baca Juga :  Di Padang Panjang Pelanggaran LaLin Di Dominasi Pelajar

Dr, Ariswan mengatakan, tahun pelajaran 2022-2023 Kurikulum Merdeka sudah mulai diimplementasikan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK. Sebagai dukungan untuk suksesnya implementasi kurikulum merdeka maka berbagai Workshop atau In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) telah dilaksanakan untuk pendampingan para Guru dalam menyusun perangkat mengajar, seperti dari Capaian Pembelajaran (CP) yang dianalisis menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), dari Tujuan Pembelajaran (TP) disusun menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), berlanjut menyusun Modul Ajar (MA) atau Perencanaan Pembelajaran (PP). Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka terdiri dari tiga (3) kegiatan yaitu Intrakurikuler, Kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM), para Guru memerlukan data ataupun keterangan kondisi awal mengenai peserta didik yang sudah diterima di sekolah. Maka perlu dilaksanakan Asesmen Diagnostik di awal tahun pelajaran yaitu berupa Tes Psikologi dan Tes Matrikulasi yang soalnya bisa dalam bentuk Multiple Choice, Complex Multiple Choice, True False, dan Selected Response beralasan.

Baca Juga :  PKS Peduli Banjir Pesisir Selatan

“Dengan terlaksananya asesmen diagnostik di sekolah telah memberikan banyak hal positif sampai dengan semangat tersendiri bagi para guru, sehingga para guru dapat menyesuaikan dan merancang metode, model dan media pembelajaran yang sesuai kemampuan peserta didik untuk menyampaikan materi capaian pembelajaran” ucap Kabid.

Dana dari kegiatan asesmen ini berasal dari dana APBD Prov sumbar yang dimasukkan dalam DPA Bidang PSMK.

(Marlim)

Share :

Baca Juga

BERITA

Pimpin Apel Gelar Pasukan Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Pekalongan, AKBP Wahyu Rohadi Sampaikan Beberapa Penakanan  

BERITA

Rapat Konsolidasi Simpul Relawan se Sumatera Barat Sambut Kedatangan Anies

BERITA

Perjalanan Spiritual Biksu Menuju Candi Borobudur Menarik Perhatian Publik

ARTIKEL

Satgas Preemtif Intelkam Gencarkan Aksi Bersih Premanisme, Dukung Operasi Aman Candi 2025 di Cilacap

BERITA

Jalur Ditutup saat Tamu Negara KTT AIS Forum 2023 Melintas, Polri Minta Maaf ke Masyarakat dan Wisatawan

BERITA

Tengsawer ’83 Gelar Acara Halal bil Halal

ARTIKEL

Rakornispen TNI 2025: Penerangan TNI Siap Wujudkan Informasi Prima dan Dukung Program Asta Cita

BERITA

Anak Pasar Itu Kini Profesor: Yuhelson Menaklukkan Nasib dari Lorong Sempit Padang Panjang