Home / BERITA / DAERAH / KOTA PADANG PANJANG / NASIONAL / PENDIDIKAN / PERISTIWA / SUMBAR

Thursday, 16 April 2026 - 22:02 WIB

Anak Pasar Itu Kini Profesor: Yuhelson Menaklukkan Nasib dari Lorong Sempit Padang Panjang

Dari rumah sempit yang menampung delapan bersaudara, dari peluh seorang ayah pedagang kecil di pasar, dan dari sunyi yang hanya ditemani buku—Yuhelson membuktikan satu hal yang sering diragukan: bahwa keterbatasan bukan takdir, melainkan titik mula untuk melampauinya.

PadangPanjang.Sinyalnews.com

Di Desa Baru Tanah Hitam, Padang Panjang, hidup pernah terasa begitu dekat dengan batas. Di sanalah Yuhelson lahir,anak ketujuh dari delapan bersaudara, putra Muhammad Noer dan Saniah,di rumah yang lebih akrab dengan kekurangan daripada kelimpahan.

Ayahnya berdiri setiap hari di pasar, menjajakan barang harian dengan keuntungan yang tak seberapa. Ibunya menahan lelah dalam diam, memastikan anak-anaknya tetap makan dan tetap sekolah. Tidak ada warisan, tidak ada jalur cepat. Yang ada hanya satu,bertahan.

Di tengah riuh pasar dan sempitnya ruang hidup, Yuhelson kecil memilih sesuatu yang tak banyak dilirik anak seusianya,buku. Ia tenggelam di dalamnya. Membaca lebih lama, belajar lebih keras, seolah memahami sejak dini bahwa hidupnya tak akan berubah jika ia berjalan biasa-biasa saja.

Dari SD 10 Kebun Sikolos hingga SMAN 1 Padang Panjang,angkatan 1989,ia menapaki pendidikan dengan satu sikap yang tak pernah goyah,tidak menyerah. Langkahnya berlanjut ke Universitas Andalas, lalu membawanya merantau ke Jakarta,kota yang tak pernah memberi ruang bagi mereka yang ragu.

Baca Juga :  Perantau Minang Ikut Menjadi Korban Gempa Cianjur

Di sana, hidup tidak serta,merta menjadi mudah. Ia harus berhadapan dengan kerasnya realitas kota besar,persaingan, tekanan, dan tuntutan untuk terus membuktikan diri. Namun Yuhelson tidak mundur. Ia justru menyalakan dirinya lebih terang.belajar, meneliti, menulis, dan bekerja tanpa jeda.

Hingga akhirnya, perjalanan panjang itu mencapai titik yang tak banyak orang dari latar belakangnya mampu bayangkan. Senat Universitas Jayabaya mengukuhkannya sebagai Profesor di bidang Hukum Kepailitan,yang pertama di Indonesia. Sebuah capaian yang bukan sekadar gelar, tetapi penegasan bahwa kerja keras yang konsisten bisa menembus batas sosial yang paling keras sekalipun.

Namun Yuhelson tidak berhenti sebagai akademisi di menara gading. Ia tetap berpijak pada realitas. Dalam orasi ilmiahnya, ia menggugat wajah hukum yang dingin,hukum yang terlalu cepat menghukum tanpa memberi kesempatan hidup. Ia menawarkan jalan damai, keadilan yang lebih manusiawi, hukum yang tidak hanya benar secara teks, tetapi juga adil dalam kenyataan.

Baca Juga :  Kejati Sumbar Minta Bupati Pasbar Patuhi Proses Hukum

Dan di tengah semua pencapaian itu, Yuhelson tidak kehilangan satu hal penting,akar. Ia tetap aktif di IKAPABASKO dan IMPP di Jakarta. Ia menjaga silaturahmi lewat grup “Kawan Lamo”, merawat ingatan masa kecil yang tak pernah ia tinggalkan. Ia hadir di “Flippers Organization”, tempat generasi muda dan tua bertemu tanpa sekat, sekadar untuk merasa pulang.

Di titik ini, Yuhelson tidak hanya sedang berdiri sebagai seorang profesor. Ia sedang membawa cerita,tentang anak pasar yang menolak kalah oleh keadaan, tentang keluarga sederhana yang melahirkan keteguhan luar biasa, dan tentang perjalanan panjang yang ditempuh bukan dengan kemudahan, tetapi dengan daya tahan.

Kisah ini bukan sekadar untuk dikagumi. Ia seperti cermin yang diam-diam bertanya,jika dari ruang sesempit itu seseorang bisa melompat sejauh ini, lalu apa sebenarnya yang masih kita anggap sebagai batas?(paulhendri)

Share :

Baca Juga

BERITA

Satu Pukulan Dua Belas Juta” Kincai dan Final yang Mengguncang Padang Panjang

BERITA

Update Erupsi Gunung Marapi: Sudah 23 Ditemukan, 22 Korban Teridentifikasi dan telah Diserahkan kepada Keluarga, 1 Korban sedang diidentifikasiUpdate Erupsi Gunung Marapi: Sudah 23 Ditemukan, 22 Korban Teridentifikasi dan telah Diserahkan kepada Keluarga, 1 Korban sedang diidentifikasi

BERITA

Polresta Cilacap Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak

ARTIKEL

Perlombaan Paduan Suara Mars PKK Antar RW di Desa Tanjungmojo Semarakkan HUT RI ke-79, Posko 118 KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang Turut Berpartisipasi

ARTIKEL

DPRD Kota Padang Tetapkan Nama Ini Sebagai Wakil Wali Kota Padang sisa masa jabatan periode 2019-2024

ARTIKEL

Satgas Puter Pulau Deli Temukan  Kapal Pengebom Ikan Ilegal

BERITA

Babinsa Koramil 07/ Maos Aktif Pendampingan Penyaluran Bantuan Beras Didesa Binaan 

ARTIKEL

Habis di Bunuh Jenazah Romli di Kubur di Kubangan Lumpur