Padang, SINYALNEWS.COM – Telah hadir kembali di kota Padang untuk perubahan Negara Indonesia yang lebih baik, sebuah Yayasan yang khusus dirancang untuk menjadi solusi Mengatasi Pengangguran. Ketua Yayasan Aman Prof Uda Willy mengungkapkan bahwa, Yayasan ini melayani peningkatan pencari kerja yang unggul dan berkualitas, Konsultasi, Pembinaan, dan Penyaluran pencari kerja.
Tidak ada orang tua yang ingin anaknya jadi pengangguran. Itulah pentingnya mengikuti DIMA (DIKLAT MENTAL AKADEMI), ujar Prof Uda Willy.
Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan pembinaan generasi penerus. Salah satunya ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an, Surat An-Nisa(4) ayat 9, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
Menurut Prof Uda Willy, lemah yang dimaksudkan dalam ayat di atas menyangkut beberapa hal. “Yang utama adalah jangan sampai kita meninggalkan generasi penerus yang lemah akidah, ibadah, ilmu, dan ekonominya. Generasi penerus atau anak di sini, tidak hanya anak biologis, melainkan juga anak didik (murid) dan generasi muda Islam pada umumnya,” katanya.
Pertama, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah akidahnya atau imannya. “Akidah merupakan sumber kekuatan, kenyamanan dan kebahagiaan dalam hdup. Orang yg lemah akidahnya mudah sekali terkena virus syirik dan munafik. Hidupnya mudah terombang-ambing, tidak teguh pendirian. Ia pun bisa gampang menggadaikan iman,” ujarnya.
Hal ini pun dicontohkan oleh Luqmanul Hakim saat mendidik anak-ankanya (lihat QS Luqman). “Yang pertama ditekankan adalah soal akidah, yakni ‘janganlah engkau mempersekutukan Allah’. Barulah kemudian Luqman membahas hal-hal yang lain kepada anak-anaknya,” paparnya.
Kedua, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah ibadahnya. Orang yang istiqomah dalam ibadahnya, insyaa’ Allah, akan bahagia dan punya pegangan dalam hidupnya. Ia tidak mudah terintenvensi oleh orang lain. “Sebaliknya, orang yang lemah ibadahnya atau menyia-nyiakan ibadah, maka hidupnya tidak akan bahagia. Ia pun mudah diintervensi orang lain,” tuturnya.
Ketiga, jangan sampai meninggalkan anak yang lemah ilmunya. “Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Rasulullah menegaskan dalam salah satu haditsnya, ‘Tidak ada kebaikan kecuali pada dua kelompok, yaitu orang yang mengajarkan ilmu dan orang yang mempelajari ilmu’,” ujarnya.
Prof Uda Willy menyebutkan, dalam pendidikan ada materi, metode, dan guru. “Metode lebih baik daripada materi. Guru lebih baik daripada metode. Semangat atau spirit guru lebih baik daripada guru itu sendiri,” paparnya.
Keempat, jangan meninggalkan generasi yang lemah ekonominya. “Orang tua perlu menyiapkan generasi yang kuat secara ekonomi, agar hidupnya tidak menjadi beban bagi orang lain,” ujarnya.
Prof Uda Willy menyebutkan, sebuah hadits yang menceritakan seorang lelaki punya seorang anak perempuan. Karena sangat bersemangat bersedekah, ia berniat menyedekahkan 100 persen hartanya, tapi Nabi Muhammad SAW melarangnya. Lalu, ia berniat menyedekahkan 50 persen hartanya. Hal itu pun masih dilarang. Akhirnya ketika dia berniat menyedekahkan sepertiga hartanya, barulah Nabi SAW mengizinkan. “Dengan demikian, orang tua tadi tidak meninggalkan generasi yang lemah secara ekonomi. Hadits ini pun menjadi dalil dalam pemberian wasiat, yakni harta yang diwasiatkan untuk disedekahkan, maksimal sepertiga dari total harta warisan,” papar Prof Uda Willy.
Tujuan diklat ini untuk meningkatkan :
1. Kwalitas diri
2. Kwalitas Amal, dan
3. Kwalitas Ekonomi.
Dengan methoda yang telah disusun sedemikian rupa, insya Allah langsung disediakan kerja. Artinya bila ikut DIMA,
Ilmu dapat
Amal meningkat
Ekonomi pun sehat.
Bapak/Ibuk yang tidak ingin anaknya jadi pengangguran, KONSULTASI SEGERA
Hubungi :
YAYASAN AMAN (Anak Muda Anti Nganggur).
Jln. Kopi 3 No.16 Alai Padang
HP/WA. 0813 7242 0079














